
Akhirnya hari yg ditunggu-tunggu pun datang juga. Arne sudah bersemangat dan telah mengepack pakaiannya serta beberapa barang yg dibutuhkan. Tapi Anderson mendadak harus ke kantor karena ada rapat darurat mengenai masalah projectnya.
"Maaf sayang.. Tapi aku berjanji akan segera kembali tepat waktu." ucap Anderson.
"Oke.. Harus tepat waktu ya." ucap Arne.
"Aku janji, sekarang aku pergi dulu." ucap Anderson.
Arne pun masih merasa santai karena suaminya selalu menepati janjinya. Dan juga waktunya masih cukup panjang karena pesawat mereka akan terbang pada siang hari.
Arne pun hanya bisa menunggu suaminya sambil membereskan beberapa barang yg bisa dibereskan. Dirinya juga mengontrol kembali isi apartemennya karena akan ditinggal selama satu minggu. Dan untuk itulah semuanya harus diperhatikan agar tak terjadi hal yg tak diinginkan.
Setelah selesai mengontrol semuanya Arne pun mengeluarkan semua koper mereka. Lalu dirinya mempersiapkan segala hal, seperti pasport, tiket pesawat dan sebagainya. Arne juga tak lupa membawa vitamin dan obat-obatan.
"Semoga semuanya lancar hari ini.." gumam Arne dalam hati.
Tak berapa lama Anderson pun mengabari lagi kalau dirinya akan sedikit lebih lama karena ada beberapa masalah. Arne pun hanya bisa bersabar dan berharap semuanya tetap berjalan dengan baik.
Tapi sepertinya keberuntungan sedang berada di pihak mereka karena jadwal pesawat mereka berubah akibat cuaca buruk di beberapa daerah. Arne merasa sedikit lega karena mereka takkan mungkin ketinggalan pesawat.
"Syukurlah, penerbangannya ditunda.." gumam Arne dalam hati.
Anderson pun juga merasa lega karena penerbangan mereka ditunda, dan dirinya jadi tak harus merasa bersalah jika terlambat pulang.
....
Disisi lain, Angel sedang berada di meja kerjanya dan tersenyum melihat layar laptopnya dimana Anderson yg harusnya cuti tapi masih berada di kantor untuk mengadakan rapat dadakan.
Itu semua adalah ulah Angel dengan menyebarkan rumor buruk hingga beberapa orang panik dan mengadakan rapat darurat.
Angel ingin menghalangi Anderson dan Arne untuk berlibur dan bersenang-senang sementara dirinya menderita karena tak mendapatkan cinta Anderson. Belum lagi sejumlah penolakan dan masalah yg timbul kemarin.
"Mari kita buat mereka gagal liburan.." gumam Angel dalam hati.
Situasi rapat pun cukup memanas dan ini semua diluar perkiraan Anderson dan Eddy. Bahkan tim perencanaan pun terkejut adanya rumor buruk ditengah keberhasilan project mereka.
Anderson pun berusaha keras meyakinkan mereka kalau itu hanyalah rumor dan semuanya akan baik-baik saja. Tapi mereka takut saham menjadi turun dan merugi.
Cukup sulit bagi Anderson untuk meyakinkan mereka. Bahkan Anderson sampai berunding dengan Eddy dan tim perencanaan.
"Apa yg terjadi disini?" tanya Anderson.
"Tadi malam ada yg menyebar rumor ini tuan.." ucap Eddy menunjukkan sesuatu.
"Apa? Bahkan sampai ada artikelnya??" ucap Anderson terkejut.
"Ini karena ada yg mempostingnya di sosial media tuan."
"Siapa kali ini biang masalahnya.." ucap Anderson berpikir keras.
"Maaf tuan, anda harusnya bisa cuti hari ini." ucap Eddy.
"Istriku akan baik-baik saja." ucap Anderson menenangkan situasinya.
"Mana tim IT?" tanya Anderson.
__ADS_1
"Ada diruangan sebelah tuan sedang mencari siapa pelaku yg memposting ini dan menghubungi surat kabar online ini." ucap Eddy.
"Edd.. Ayo kita kesebelah.. Kalian lakukan sesuatu yg bisa dilakukan." ucap Anderson.
"Baik tuan." jawab mereka.
Mereka pun bekerja keras menghubungi beberapa orang yg bisa membantu mereka menurunkan berita buruk tersebut dan mencari sumbernya. Dan Anderson meminta tim IT mencari siapa orang yg memposting berita konyol tersebut yg mampu membuat gempar para investor.
"Bagaimana? Apa sudah ada hasil?" tanya Anderson.
"Sudah tuan, kami sudah menemukan akunnya, tapi nampaknya ini adalah akun bodong alias palsu." ucap salah seorang IT.
"Ck.. Ini berarti hanyalah siasat seseorang untuk menjatuhkan kita." ucap Anderson.
"Cepat lacak keberadaan mereka, sebelum akun tersebut dihapus." ucap Anderson.
"Baik tuan.." ucap mereka.
Tak berapa lama, mereka menemukan lokasi target dan segera menghubungi polisi untuk membuat laporan. Dan pelaku pun langsung ditangkap hari itu juga. Dan tim lain bekerja keras merangkai beberapa hal untuk meyakinkan para investor.
Waktu pun terus berlalu dan Anderson masih berada di kantor sampai melewati jam makan siang. Pria itu bahkan tak bisa tenang sampai pelakunya tertangkap dan para investor tenang.
Sejumlah bukti kuat pun dijadikan Anderson alasan untuk membuat para investor tenang. Saham mereka yg sempat turun pun kini sudah mulai stabil.
"Saat ini pelaku penyebaran hoax sudah kami atasi, saya berharap kalian semua bisa tenang. Dan maaf atas insiden ini.." ucap Anderson sembari menundukkan kepala.
Semua penjelasan rinci, dan nilai saham yg kembali stabil pun membuat mereka semua percaya kalau uang mereka aman saat ini. Dan Anderson pun merasa lega semuanya sudah teratasi dengan baik. Begitu juga dengan Eddy dan tim lain yg bekerja keras hari ini.
Lalu Angel pun menghubungi Anderson secara pribadi.
"Aku senang sahamku baik-baik saja, terimakasih kau sudah menyelamatkannya." ucap Angel.
"Baiklah, sampai jumpa." ucap Anderson langsung mematikan teleponnya padahal Angel masih ingin bicara dengan pria tersebut.
Di kantornya, Angel pun mengepal geram karena Anderson semakin dingin dan membencinya. Tapi setidaknya rencananya sukses dan mengulur waktu satu hari agar Anderson gagal berlibur bersama istrinya.
"Tuan.." ucap Eddy.
"Ada apa Edd? Aku sedang buru-buru." ucap Anderson.
"Sepertinya ini adalah ulah orang dalam, pelaku mengaku dibayar oleh seseorang lewat telepon." ucap Eddy.
"Ck.. Siapa lagi kali ini.." ucap Anderson sudah kesal karena waktunya banyak tersita karena masalah ini.
"Tunggu, apa jangan-jangan Angel?" ucap Anderson mengingat kejanggalan telepon Angel.
"Bisa saja tuan, tapi pelaku bilang dirinya tak bertemu orang tersebut dan dihubungi lewat internet jadi nomor teleponnya tak bisa dilacak." ucap Eddy.
"Sial sekali.. Eddy apa masih ada masalah lainnya?" tanya Anderson.
"Tinggal masalah dengan kantor berita online tersebut tuan, mereka meminta keringanan." ucap Eddy.
"Kau tak sanggup mengurusnya?" tatap Anderson tajam.
"Bukan begitu tuan, mereka meminta agar diselesaikan dengan kekeluargaan tanpa jalur hukum dan ingin meminta maaf secara langsung dengan anda." ucap Eddy.
__ADS_1
"Ck.. Merepotkan sekali, aku tak punya banyak waktu." ucap Anderson.
"Tapi, jika dibiarkan mereka akan mendendam dan mencari kesalahan kita terus menerus." ucap Eddy.
"Suruh mereka kemari." ucap Anderson kesal.
"Mereka sudah disini tuan." ucap Eddy.
"Oh bagus, aku ingin melihat bagaimana mereka meminta maaf dengan benar sudah mengganggu liburanku." ucap Anderson tersenyum menyeringai membuat Eddy ngeri.
"Baik tuan." ucap Eddy segera mempersiapkan segalanya.
Anderson pun bertemu dengan mereka dan mendengar penjelasan mereka. Sementara Arne mulai panik karena waktunya tak cukup lagi jika Anderson belum juga tiba.
Anderson juga merasa mereka sudah membuang-buang waktunya. Dan menuntaskannya dengan cepat.
"Aku tak punya banyak waktu, kuberi kalian 10 menit jika ingin kumaafkan." ucap Anderson tegas.
"Ba-baik tuan."
...
Sementara Arne nekat membawa semua kopernya ke dalam mobilnya. Dan setelah yakin tak ada yg tertinggal, Arne pun tancap gas menuju ke kantor Anderson. Waktu mereka pun tak banyak, apalagi jika Anderson harus bolak-balik ke apartemen lalu ke bandara lagi pasti mereka akan ketinggalan pesawat.
Arne pun tiba di kantor Anderson, dan langsung masuk ke dalam kantor. Beberapa staf pun menyapanya.
"Selamat datang nyonya.."
"Iya, tapi dimana suamiku..?" tanyanya.
"Tuan habis menemui tamunya, kini sepertinya sedang bersiap pulang.."
"Bagus.. Terimakasih." ucap Arne lalu Anderson pun muncul dihadapan Arne.
"Sayang.. maaf aku terlambat." ucap Anderson.
"Tak apa, kita tak ada waktu lagi, aku sudah membawa semua barang di mobil, kita harus langsung ke bandara." ucap Arne.
"Baiklah, ayo kita pergi." ucap Anderson.
"Tunggu sebentar.." ucap Anderson.
"Eddy.. Kemarilah." ucap Anderson.
"Ada apa tuan?" tanyanya.
"Antar kami ke bandara.. dan kau bawa pulang mobil istriku." ucap Anderson.
"Baik tuan.." ucap Eddy.
"Sudah ayo cepat berangkat sebelum kita terlambat." ucap Arne menarik suaminya.
Alhasil mereka pun pergi diantarkan oleh Eddy. Dan Eddy melepas kepergian mereka lalu membawa mobil nyonyanya dan menaruhnya di parkiran apartemen tuannya. Eddy pun merasa masalah hari ini bak drama yg sedang dibuat oleh seseorang untuk menghambat tuannya pergi bersama istrinya.
"Apa ini hanya perasaanku saja?? Atau ada orang yg sengaja membuat masalah hari ini?" gumam Eddy.
__ADS_1