
Angel pun tak berhenti sampai disana. Dan dirinya setelah menyelesaikan hukuman ini, Angel akan kembali merusak rumah tangga Arne dan Anderson. Dirinya tak rela ada wanita lain yg memberikan keturunan untuk Anderson selain dirinya.
Angel pun merancang sebuah ide setelah kejadian itu. Dan Angel akan kembali lagi ke Indonesia setelah semua urusannya selesai. Tak peduli jika dirinya akan benar-benar masuk penjara, Angel tak rela jika Anderson bersama wanita lain.
Kebenciannya sudah memuncak dan tak bisa lagi dibendung. Dan wanita itu ingin segera menyingkirkan Arna dari hidup Anderson. Setelah semua kegagalannya dalam berusaha mengambil hati Anderson.
"Jika aku tak bisa memilikinya, maka wanita manapun tak bisa memilikinya." gumam Angel dalam hati.
....
Beberapa bulan pun berjalan, dan kehamilan Arne semakin terlihat. Arne pun menikmati hidupnya dengan nyaman dan santai tanpa harus memikirkan pekerjaan. Jakson sudah membebaskannya dari segala macam pekerjaan agar cucunya bisa fokus pada kehamilannya.
Kenzi juga lebih sering bersamanya saat ada waktu karena kehamilan Arne semakin besar dan kesulitan untuk bepergian karena menyebabkan Arne lebih cepat lelah. Untuk itulah Arne banyak menghabiskan waktu dirumah, dan hanya melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi bersama Anderson.
Apalagi saat Anderson pergi keluar negeri untuk urusan pekerjaan, Kenzi pun siaga menemani Arne dengan menginap dirumahnya. Kenzi juga menemani Arne pergi konsultasi ke rumah sakit. Axel pun diminta untuk tetap standby di rumah Arne untuk jaga-jaga bersama Kenzi.
Hari ini adalah jadwal konsultasinya. Dan Arne menunggu antrian dengan Kenzi. Sementara Axel dirinya berkeliling melihat situasi dan kondisi rumah sakit. Axel merasa rumah sakit sudah cukup aman, hingga tak mungkin ada yg akan macam-macam dengan nyonyanya.
Tapi disaat itulah, Angel memanfaatkan situasi tersebut. Dirinya menyewa orang untuk menyamar sebagai staf rumah sakit dan bertugas membawa Arne ke atap.
Sebelum itu, sesi konsultasinya pun berjalan dengan lancar dan normal. Dr.Reina pun mengatakan kalau kondisi kandungan Arne sangat sehat dan kedua bayinya juga aktif.
Arne dan Kenzi pun senang mendengar berita tersebut. Dan saat keluar dari ruangan dr.Reina, mereka berpapasan dengan Susi dan Nino. Seketika raut wajah bahagia Kenzi berubah menjadi masam dan datar. Bahkan Kenzi enggan menyapa kedua pasangan tersebut.
"Arne, kau habis periksa juga." ucap Nino.
"Ya.. Kami duluan ya." ucap Arne malas berbasa-basi.
"Yang satunya sangat bahagia, yg satunya menyedihkan." ucap Susi menyindir Kenzi.
"Lebih baik menyedihkan tapi terhormat daripada bahagia tapi hasil dari menyakiti orang lain." balas Kenzi.
"Susi hentikanlah, maaf Ken.." ucap Nino.
Kenzi pun langsung pergi tanpa membalas apapun bersama Arne. Arne pun menjadi tak nyaman jika bertemu pasangan itu, satu sisi Nino masih temannya. Tapi disisi lain, Kenzi selalu dirundung oleh kata-kata jahat Susi.
"Ken.. Jangan dipikirkan." ucap Arne.
"Ya.. Tenang saja, untuk apa aku mendengar sampah bicara." ucap Kenzi.
Mereka pun mengantri untuk membeli vitamin Arne, dan Arne pergi ke toilet sebentar. Kenzi pun menggantikan Arne sampai temannya itu kembali. Tapi sampai vitaminnya sudah ditangannya pun Arne belum juga kembali.
"Arne lama sekali." gumam Kenzi.
Lalu Axel datang menghampirinya.
__ADS_1
"Dimana nyonya?" tanyanya.
"Tadi ke toilet dan belum kembali, aku akan kesana mengeceknya.. Kau pegang ini ya." ucap Kenzi.
"Ini apa?"
"Vitamin Arne." ucap Kenzi.
Kenzi pun mencari Arne di semua toilet terdekat. Dan Kenzi tak menemukannya. Lalu dirinya melihat perawat membawa seorang pasien menuju ke lift. Dan Kenzi nampak tak asing dengan sepatu pasien tersebut. Kenzi pun mengingat kalau itu sepatu yg dikenakan Arne hari ini. Kenzi pun langsung kembali ke lift dan melihat tujuan mereka justru ke lantai paling atas.
Kenzi ingat sekali lantai paling atas hanya diisi oleh atasan mereka. Dan ruangan itu sepi sekali karena memang Tony jarang datang ke rumah sakit.
Kenzi pun menghubungi Axel untuk pergi ke lantai paling atas. Karena kemungkinan Arne sedang diculik dan di bawa ke lantai atas. Pastinya mereka menuju ke atap gedung rumah sakit. Axel dan Kenzi pun segera menuju ke atap. Axel melalui pintu darurat dan Kenzi melalui lift.
Keduanya berusaha untuk sampai di atap tepat waktu dan ingin tahu apa yg sedang dilakukan oleh si penculik.
....
Di atap, Angel sudah mengusir orang yg membawa Arne agar dirinya bisa bebas menyingkirkan wanita itu. Dan saat ini, Arne dalam kondisi tak sadarkan diri pengaruh obat bius dan terduduk di kursi roda. Sementara orang suruhan Angel berjaga di pintu.
Kenzi pun tiba disana dan melihat perawat yg tengah berjaga.
"Apa yg kalian lakukan disini?" tanya Kenzi.
"Setahuku, setiap staf dilarang ke atap kecuali ada kepentingan." ucap Kenzi.
"Siapa kau berani mengatur kami.??"
"Aku dokter disini.. Jadi aku tahu peraturannya, minggir ada yg harus aku cek di atap." ucap Kenzi.
"Kau sendiri ke atap, melarang orang ada disini." ucap mereka mengejek.
"Berarti kalian tak ada hak melarangku kalau begitu." ucap Kenzi.
Tapi mereka menghalangi Kenzi dengan kekerasan. Kenzi pun melawannya dengan kemampuan beladirinya. Hingga Axel datang membantunya.
"Kenzi.." ucap Axel.
"Axel tahan mereka agar aku bisa ke atap." ucap Kenzi.
"Serahkan padaku." ucap Axel.
Axel pun menahan mereka dan membiarkan Kenzi pergi ke atap. Dirinya berusaha melumpuhkan kedua perawat gadungan tersebut. Dan Kenzi sudah tiba di atas lebih dahulu.
Kenzi pun melihat ke sekitar dan menemukan seorang wanita tengah mendorong kursi ke pinggir. Kenzi pun berlari dan menghentikan orang tersebut.
__ADS_1
"Hentikan..!" teriak Kenzi sambil berlari.
"Siapa kau? oh kau temannya si ja**ng ini.." ucap Angel.
"Apa yg kau lakukan pada Arne??" tanya Kenzi.
"Mengirimnya ke neraka." ucap Angel.
"Dasar gila...!" umpat Kenzi lalu menahan kursi roda tersebut.
Keduanya pun berdebat dan Kenzi berhasil mendorong kursi roda menjauh dari tepi menuju ke tengah. Tapi wanita bernama Angel itu berusaha menodorongnya ke atap sekuat tenaga.
"Kalau begitu, kau duluan ke neraka, nanti temanmu itu akan menyusulmu agar kau tak sendirian." ucap Angel.
"Jangan mimpi.." ucap Kenzi melawan dan membalikkan keadaan.
Arne pun mendengar keributan dan merasa tubuhnya bergerak sendiri karena kursi rodanya berpindah tempat. Arne pun sadar dan melihat Kenzi tengah bertengkar dengan seorang wanita. Lalu disusul dengan Axel yg baru saja membereskan kedua perawat gadungan tersebut.
"Kenzi..!" teriak Arne.
"Nyonya.. Anda baik-baik saja?" tanya Axel.
"Iya, tapi Kenzi.. Tolong selamatkan dia." ucap Arne.
"Nyonya hubungi pihak berwajib dan keamanan, tolong jauhi tepi atap .." pinta Axel.
Axel pun berlari mencoba melerai Kenzi dan Angel yg berusaha saling dorong. Kenzi pun berhasil melepaskan diri, tapi bajunya ditarik oleh Angel. Perlawanan Kenzi pun membuat Angel kesulitan mengatasinya. Hingga keduanya jatuh, dan berpegangan pada tiang.
"Mati kau..!" ucap Angel menendang Kenzi agar Kenzi terjatuh.
Tapi justru malah Angel yg kehilangan pegangan akibat tangannya yg berkeringat dan licin. Angel pun jatuh ke bawah dan yg berada di bawah sejak tadi panik karena ada yg bertengkar di atap. Mereka pun berusaha menggelar materas di bawah agar mengurangi cedera yg jatuh.
"Tidaakkkkk...!!!" teriak Angel yg terjatuh.
Brukkk...
Angel pun mendarat di materas yg di hamparkan, tapi tetap saja dirinya mengalami cedera yg serius setelah jatuh dari ketinggian gedung.
Sementara Kenzi dibantu oleh Axel untuk naik ke atas. Tindakan Arne yg menghubungi petugas keamanan pun berhasil memperkecil kejadian terburuk. Setidaknya tak ada yg meninggal meski Angel harus cedera parah di bagian lehernya.
Kejadian itupun cukup menggemparkan dan Angel dinyaratakan bersalah secara hukum. Dan Angel akan dikembalikan ke negara asalnya lalu mendapatkan hukuman berat.
Kenzi pun mengalami hal yg mengerikan hari ini, jika Axel tak datang membantunya mungkin dirinya juga akan ikut terjatuh seperti Angel.
Sementara Anderson, murka mendengar istrinya dalam bahaya karena ulah Angel. Dirinya pun memastikan agar wanita itu mendapatkan hukuman yg setimpal. Dan Anderson bersyukur Arne selamat, begitu juga dengan Kenzi dan Axel.
__ADS_1