
"Sudah waktunya makan siang, tapi kenapa Fatimah belum datang juga?" Lirih Satya sambil terus menatap arloji yang tengah melingkar indah di tangan kirinya.
Sejak tadi pagi Satya menunggu saat-saat makan siang seperti sekarang, rasa rindu yang dulunya menghilang kini mulai terasa, entah mengapa saat ini Satya merasa begitu merindukan kehadiran Fatimah di kantornya, bayangan Fatimah yang membawa rantang dan menemaninya makan kemarin kini mulai membayangi pikirannya, tapi gadis yang dia pikirkan tak kunjung datang.
"Kenapa dia belum datang juga?" Satya kembali bergumam saat jam makan siang yang telah dia tunggu sejak pagi akan segera lewat.
Dengan gerakan cepat dan sedikit emosi Satya mengambil ponsel yang disimpan di saku celana nya dan mulai menghubungi seseorang yang bisa dia tanya di rumah.
Tut ... Tut ... Tut ....
Suara nada sambung terdengar, tapi tak ada satupun yang menyahutinya, Satya terus mencoba menghubungi Fatimah tapi tetap tak ada yang mengangkat teleponnya hingga akhirnya saat dia memutuskan untuk menghubungi Bik Mina, dan sambungan telepon pun tak langsung diangkat olehnya.
"Kemana Bik Mina? kok sambungan telfonku gak di angkat?" gerutu Satya saat sambungan teleponnya tak kunjung ada yang mengangkat, hingga nada terakhir terdengar akhirnya suara Bik Mina menyahuti panggilan Satya.
"Iya, Den, ada apa?" Sahut Bik Mina yang baru saja selesai menata makan siang di atas meja.
"Bik, apa di sana ada Fatimah?" Tanya Satya.
"Tidak ada Den, memangnya ada apa?" jawab Bik Mina jujur, sejak tadi pagi setelah mengantar Satya sampai teras rumah Bik Mina tidak bertemu dengan Fatimah.
"Apa Fatimah tidak ada di sana, tolong carikan Fatimah di rumah Bik ada yang ingin aku bicarakan dengannya," pinta Satya sebelum dia menutup sambungan telfonnya.
__ADS_1
"Baiklah, Den, Bibik akan mencarikannya dulu nanti kalau sudah ketemu Bibik akan menelpon Aden lagi," jawab Bik Mina.
Bik Mina yang sebenarnya belum selesai menata makanan akhirnya memilih untuk meninggalkannya sebentar, dan mencari di mana keberadaan Fatimah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Satya.
"Bibik lagi ngapain?" Tanya Mama Nia saat melihat Bik Mina mondar-mandir terlihat seperti seseorang yang mencari sesuatu.
"Saya sedang mencari Nona Fatimah, Nyonya," jawab Bik Mina sambil menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Mama Nia yang sedang berdiri di belakangnya.
"Mungkin saja Fatimah ada di kamarnya Bik," ujar Mama Nia.
"Saya tadi sudah mencari Nona Fatimah di kamar tapi tidak ada yang menyahut, padahal saya sudah mengetuk pintunya berkali-kali, karena itulah saya mencari Nona Fatimah di tempat yang lain nyonya," jelas Bik Mina yang memang sudah mencari Fatimah di kamarnya tapi tak ada satupun yang menyahuti panggilannya, juga ketukan pintu yang telah dia lakukan, tetap tak ada sahutan dari dalam kamar.
"Barusan Den Satya menelepon Bibik dan meminta Bibik untuk mencarikan Fatimah, karena dia sejak tadi menelpon Fatimah tapi tidak ada yang mengangkat teleponnya, karena itulah Bibik mencari Nona Fatimah," Bibik Mina menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan alasan dirinya yang sejak tadi mondar-mandir mencari Fatimah.
"Ikutlah denganku! biar aku yang mencarikan Fatimah di kamarnya," titah Mama Nia dan Bik Mina ya memang sejak tadi kebingungan untuk mencari Fatimah memilih untuk mengikuti langkah Mama Nia dari pada dia terus kebingungan mencari di manakah Fatimah berada.
"kenapa kamarnya kosong?" Gumam Mama Nia saat melihat seluruh ruangan yang ada di kamar Satia kosong melompong tak berpenghuni, sebenarnya Mama Nia merasa sungkan dan enggan untuk memeriksa kamar Satya karena saat ini di sana sudah ada Fatimah sang menantu, tapi rasa khawatir yang dirasakan tidak bisa disembunyi ataupun dia tahan karena itulah Mama Nia memaksakan diri untuk masuk ke dalam kamar Satya dan mencari keberadaan Fatimah di sana.
"Kenapa nyonya? Apa Nona Fatimah tidak ada?" tanya Bik Mina saat mendengar Mama Nia bergumam.
Mama Nia yang memang tidak bisa menemukan Fatimah di kamarnya hanya memberi isyarat dengan aku kan kepala yang memiliki arti jika apa yang ditanyakan oleh Bik Mina memang benar adanya.
__ADS_1
"Loh, ke mana Nona Fatimah pergi?" Kali ini bi Mina yang bergumam mengingat jika dia sama sekali tidak melihat Fatimah keluar ataupun turun dari tangga sejak tadi, saat Fatimah masuk ke dalam kamar setelah mengantar Satya bekerja.
"Jika aku tahu ke mana Fatimah pergi, aku gak bakal nanya sama kamu Bik," ujar Mama Nia yang kini merasa lucu dengan pertanyaan yang baru saja yang diucapkan oleh Bik Mina.
"Terus ini bagaimana nyonya?" Tanya Bik Mina yang merasa bingung harus mengatakan apa kepada Satya yang diyakini saat ini telah menunggu kabar darinya.
"Katakan saja yang sebenarnya pada Satya kalau Fatimah tidak ada di kamar ataupun di rumah ini!" Titah Mama Nia yang tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Satya, berbohong pun percuma karena pada akhirnya Satya pasti akan tahu jika istrinya memang tidak ada di rumah ataupun di kamarnya.
Tangan Bik Mina mulai berselancar di ponsel pintar yang sejak tadi dia pegang, mengetik beberapa huruf di mana dia mencari nomor Satya yang tersimpan di ponselnya, hingga pada akhirnya Bik Mina mengingat jika tadi ada sopir pribadi keluarga Fatimah yang datang mencari Fatimah.
"Astaga aku lupa sesuatu nyonya," seru Bik Mina yang baru mengingat sesuatu.
"Apa? katakan apa yang baru kau ingat!" sahut Mama Nia yang kini mengalihkan pandangannya ke arah Bik Mina dan menatap lekat ke arahnya.
"Tadi ada super pribadi keluarga Nona Fatimah yang datang dan mencarinya," jawab Bik Mina.
"Benarkah? Kalau begitu katakan saja pada Satya jika tadi ada super pribadi keluarga Fatimah yang datang dan sejak saat itu kamu tidak melihat Fatimah di rumah ini," Mama Nia yang tidak ingin mengambil resiko memilih untuk mengatakan semuanya kepada Satya yang pasti akan marah jika dia tidak menceritakan apa yang terjadi di rumah itu saat Satya bekerja.
Bik Mina tidak menjawab ucapan Mama dia lebih memilih untuk langsung menghubungi Satya, dan mengatakan semuanya kepadanya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh nyonya Nia saat ini.
"Den Satya Bibik lupa tadi kalau ada sopir pribadi keluarga Nona Fatimah yang datang, dan sejak saat itu aku tidak melihat Nona Fatimah di rumah ini dan sekarang aku sudah mencarinya di mana-mana, tapi nona Fatimah tidak ada di manapun," jelas Bik Mina
__ADS_1