Tasbih Cinta Fatimah

Tasbih Cinta Fatimah
Positif


__ADS_3

"Terima kasih, Mas," sahut Fatimah yang langsung memeluk erat Satya mengungkapkan segala rasa Sayang yang kini dia miliki.


Satya hanya bisa tersenyum sambil sesekali mencium pucuk kepala Fatimah.


"Sudahlah, lebih baik sekarang kamu istirahat dulu! biar besok kita tes lagi," ujar Satya yang kini perlahan melepas sejenak pelukan Fatimah kemudian berganti menggenggam erat tangan Fatimah, mengajaknya berjalan menuju kamar.


Jam dinding berputar lebih cepat dari biasanya, semua terasa begitu cepat saat ada Satya di samping Fatimah, sangat berbeda dari kemarin ketika Satya masih berada di luar kota, waktu terasa begitu lambat.


Fatimah terlihat tidak sabar dengan apa yang akan dia lakukan, mengetes apa yang kemarin di suruh oleh sang dokter, bangun tidur di pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memastikan segalanya, dan Fatimah segera bergegas ke kamar mandi sesaat setelah dia terbangun.


'Alhamdulillah,' batin Fatimah, rasanya dia ingin melompat tinggi mengungkapkan segala rasa bahagia yang membuncah dalam dirinya, tapi rasa itu di tahan, sangat tidak mungkin Fatimah melompat di kamar mandi karena saat ini masih ada janin yang sedang tumbuh di dalam perutnya.


Ya, hasil tes yang di lakukan oleh Fatimah pagi ini menunjukkan garis dia, yang berarti dia positif hamil, hal yang tak pernah terduga sebelumnya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Satya yang ternyata sudah bangun dan menanti Fatimah keluar dari kamar mandi.


"Garis dua Mas," jawab Fatimah dengan binar kebahagiaan yang terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Syukurlah, akhirnya aku akan menjadi seorang Ayah," lirih Satya yang kini langsung berjalan lebih cepat mendekat ke arah Fatimah kemudian memeluknya, mencoba mengungkapkan segala rasa bahagia yang kini juga dia rasakan.


"Terima kasih, Sayang," sambung Satya yang kini telah melepas pelukannya pada Fatimah.


"Harusnya aku yang berterima kasih Mas," sahut Fatimah.


"Mas sudah bisa menerima diriku dengan segala kekurangan yang aku miliki, dan Terima kasih juga karena sudah menjadi suami dan teman terbaik dalam hidupku," sambung Fatimah.


Keduanya terlihat saling mencintai, tak ada lagi hal buruk yang bisa memisahkan keduanya, ikatan suci sebuah pernikahan memang bisa merubah segalanya, termasuk rasa benci dan niat balas dendam yang awalnya menguasai diri Satya, kini perlahan sirna, berubah menjadi cinta dan kasih sayang yang akan terus tumbuh hingga ajal memisahkan keduanya.


"Mas Satya memang paling bisa membuatku senang," ujar Fatimah yang kini memperoleh erat pelukannya.


"Kita mau pelukan terus, atau mau siap-siap?" tanya Satya saat melihat Fatimah enggan melepas pelukannya.


"Memangnya kita mau ke mana Mas?" Fatimah membalas pertanyaan Satya dengan pertanyaan yang seharusnya sudah dia tahu jawabannya apa.


"Bukankah sebentar lagi kita akan punya anak? dan kamu tengah hamil," ujar Satya.

__ADS_1


"Benar, Mas," sahut Fatimah membenarkan apa yang di ucapkan Satya.


"Harusnya kita pergi ke dokter, aku ingin memeriksakan kandunganmu, dan aku ingin tahu keadaan janin yang ada dalam kandunganmu," Satya menjelaskan tujuannya mengajak Fatimah untuk periksa ke dokter.


"Baiklah, aku akan bersiap, Mas Satya juga bersiaplah!" seru Fatimah yang langsung berdiri berjalan menuju kabar mandi.


"Loh, Mas mau ke mana?" Fatimah menghentikan langkahnya menoleh je arah Satya yang kini berjalan di belakangnya.


"Bersiap," jawab Satya santai.


"Kalau bersiap kenapa ngikutin langkahku?" Fatimah kembali bertanya saat dia sadar jika saat ini Satya tengah mengikuti langkahnya.


"Aku mau mandi, agar bisa bersiap lebih cepat dan kita bisa siap dalam waktu bersamaan, apa ada yang salah? hm?" jelas Satya dengan ekspresi wajah santai tanpa dosa.


"Aku mau mandi Mas, kenapa Mas Satya mau ikutan mandi?" ucap Fatimah.


"Kita mandi bersama, biar cepat," sahut Satya yang langsung meraih tangan Fatimah kemudian menuntunnya masuk ke dalam kamar mandi, sedang Fatimah hanya bisa diam sambil terus melangkah mengikuti langkah Satya yang berjalan di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2