Tasbih Cinta Fatimah

Tasbih Cinta Fatimah
Makan malam romantis


__ADS_3

Satya yang memang memiliki kekuasaan dan cukup banyak uang tidak membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan rencana yang telah dia pikirkan dengan matang, malam ini, Satya berencana untuk menyiapkan makan malam romantis di sebuah hotel dan menginap di sana memulai semuanya dari awal bersama Fatimah.


"Mas, kenapa kita ke sini bukannya langsung pulang?" Tanya Fatimah saat Satya melajukan mobilnya ke arah berbeda dari arah pulang.


"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu, jadi malam ini kita akan menginap di suatu tempat dan kita tidak akan pulang," jelas Satya yang terlihat jauh berbeda dari biasanya, Satya yang biasanya hanya menunjukkan wajah datar kini terlihat begitu berbinar dengan ekspresi penuh harap membuat Fatimah sedikit curiga dengan apa yang akan dilakukan.


"Memangnya kita mau menginap di mana, Mas?" Fatimah kembali bertanya saat rasa penasarannya tak bisa dibendung lagi.


"Diam dan ikut saja kemanapun aku akan membawamu, dan jangan khawatir! Karena aku tidak akan menyakitimu," jawab Satya dengan tegas dan tak terbantahkan, jawaban Satya cukup membuat Fatimah menutup mulut rapat hingga mobil yang ditumpangi sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


'kenapa Mas Satya mengajakku ke hotel?' batin Fatimah mulai bertanya sambil mengerutkan dai bingung dengan apa yang dilakukan oleh Satya saat ini.


"Jangan berpikir buruk tentang ku, Sayang! Bagaimanapun juga aku ini suamimu dan seorang suami tidak mungkin mencelakai istrinya sendiri, percayalah!" Ucap Satya menatap Fatimah dengan penuh kelembutan sambil mengusap kepala Fatimah yang masih tertutup rapat oleh kerudung yang selalu berada di sana.


Satya menggenggam erat jemari Fatimah seolah ia tidak ingin kehilangan Fatimah saat ini, mengajaknya masuk ke dalam lift menuju atap gedung di mana semua surprise sudah disiapkan.


"Apa ini, Mas?" Tanya Fatimah saat melihat ada begitu banyak bunga lilin dan satu meja bundar dengan dua kursi yang ada di atap gedung, semuanya terlihat begitu indah dihiasi lampu kelap-kelip yang terlihat jelas dari atas sana, bunga berbentuk hati dengan inisial nama f di dalamnya menghiasi gedung yang terlihat cukup luas itu.


Fatimah sejenak terdiam melihat apa yang baru saja terjadi, Satya memang banyak berubah akhir-akhir ini, tapi Fatimah tidak pernah menyangka jika saat dia ingin memulai semuanya dari awal bersamanya, tapi bagaimanapun juga Satya adalah suaminya dan Fatimah harus tetap menerima ajaran sang suami untuk memulai semuanya dari awal.

__ADS_1


"Syukurlah, terima kasih, Sayang," seru Satya yang langsung memeluk erat Fatimah setelah istrinya itu mengangguk sambil tersenyum memberitahu jika dia menyetujui ajakannya.


Makan malam romantispun sesuai dengan rencana, Fatimah dan Satya tak pernah berhenti tersenyum, menikmati malam indah penuh cinta di bawah langit yang di penuhi bintang.


"Terima kasih karena sudah menerimaku, aku mencintaimu Fatimah," ujar Satya sambil memegang lembut tangan Fatimah yang kini sedang berada di atas meja.


"Aku juga mencintaimu, Mas," sahut Fatimah membalas pernyataan cinta yang baru saja di ungkapkan oleh Satya.


Keduanya terlihat saling memandang penuh cinta satu sama lain.

__ADS_1


"Malam ini kita akan menginap dan menghabiskan malam di hotel ini, apa kamu menyukainya?" pertanyaan yang seharusnya di ajukan sebelum Satya memesan kamar yang ada di hotel itu.


"Aku akan menyukai apapun yang Mas Satya putuskan," jawaban yang cukup membuat hati Satya semakin berbunga-bunga, Fatimah memang istri yang soleha, dan Satya beruntung memilikinya.


__ADS_2