Tasbih Cinta Fatimah

Tasbih Cinta Fatimah
Permintaan Farah


__ADS_3

"Aku merindukan Ibu, Mas," tutur Fatimah.


Sejenak Satya terdiam memikirkan Setiap keputusan yang akan dia buat, di sisi lain saat dia memang menikahi Fatimah atas sesar dendam dan ingin membuatnya sengsara tapi di lain sisi Satya merasa kasihan dengan Fatimah yang telah merawatnya seharian penuh kemarin, berkat ketulusan hati Fatimah, Satya bisa sembuh dan kembali bekerja.


"Baiklah koma aku mengizinkanmu pergi ke rumah ibu tapi kamu harus kembali sebelum aku pulang bekerja dan kamu juga harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah sebelum aku ada di rumah, " ujar Satya yang gini berubah pikiran mengizinkan Fatimah pergi menjenguk sang ibu meskipun Satya memberi batas waktu tapi Fatimah tetap merasa senang dan lega karena telah mendapat izin dari Satya.


"Tunggu!" Suara seorang gadis yang kemarin sempat masuk ke dalam apartemen tanpa izin dan mengaku sebagai pacar Satya mencegah langkah Fatimah yang ingin pergi menuju rumah ibunya.


" Bukankah Kamu gadis yang kemarin? Kenapa kamu mau mencegahku?"tanya Fatimah sesaat setelah gadis yang menemuinya kemarin mendekat ke arahnya.


" harusnya aku yang bertanya, Kamu siapa? kenapa kamu tinggal di rumah Satya? "Bukannya menjawab pertanyaan Fatimah, Farah malah balik bertanya menanyakan siapa sebenarnya Fatimah dan kenapa dia tinggal di apartemen Satya saat ini.


"Sebagai seorang wanita berhijab sepertiku Mungkinkah aku tinggal di rumah seorang laki-laki yang tak memiliki ikatan denganku," jawab Fatimah, dia tidak ingin langsung memberitahu Farah jika dirinya telah menikah dengan Satya, semua itu dia lakukan karena Fatimah tidak ingin Farah melakukan hal yang tidak inginkan atau bahkan menganggap jika Fatimah berbohong.


"Jangan berbelit-belit! Jawab saja pertanyaanku! " titah Farah yang merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Fatimah.


"Jawaban apa yang kamu harapkan? bukankah jawabanku tadi sudah cukup untuk menjawab pertanyaan yang baru saja kamu katakan, " ujar Fatimah yang merasa jika jawaban yang dia berikan harusnya sudah cukup dimengerti Farah.


"Apa itu artinya kau memiliki ikatan resmi dengan Satya," terka Farah.

__ADS_1


Fatimah tak lagi menjawab pertanyaan Farah ataupun menjelaskan jawaban yang baru saja dia katakan, Fatimah hanya menganggukkan kepala memberi tanda jika apa yang diterka oleh Farah sebuah kebenaran yang memang harus diterima olehnya.


Melihat ekspresi Fatimah yang langsung mengangguk setelah mendengar ucapan darinya membuat para Shop, dan tak bisa dibendung lagi Farah langsung lunglai dan duduk di lantai seperti seseorang yang kehilangan otot untuk berdiri suara terlihat frustasi dan bingung dengan apa yang baru saja dia ketahui.


"Loh kenapa kamu malah duduk di lantai?"tanya Fatimah yang kini ikut berjongkok dan mencoba meraih tangan parah agar dia mau berdiri dan tidak terus duduk di tempatnya.


"Di sini kotor, aku mohon berdirilah! Jangan duduk seperti ini!" Ujar Fatimah saya mencoba meyakinkan Farah agar dia mau mengikuti perbedaan Fatimah agar tidak duduk di lantai.


Fatimah memang bukanlah gadis dengan sifat buruk, Dia memiliki sejuta kesabaran dan sejuta kasih sayang yang sebenarnya ada dalam dirinya, hanya saja kasih sayang yang dia miliki tak dapat dilihat dengan jelas oleh Satya saat ini.


"Jika memang mbak, ingin berbicara sesuatu denganku, Mbak bisa berbicara di cafe Jangan berbicara di sini!" Ujar Fatimah yang merasa jika di sini saat ini bukanlah tempat yang tepat untuk membicarakan hal sepribadi ini.


"Duduklah dulu! Setelah ini Mbak bisa bercerita apapun yang ingin Mbak Ceritakan padaku," ujar Fatimah mencoba merayu Farah agar dia berdiri.


"Sebenernya, hubungan aku dan Satya belum ada kata putus, aku pergi ke luar negeri untuk mengejar karir tanpa persetujuan Satya, aku fikir dia tidak akan mencintai orang lain lagi, mengingat betapa bucinnya dia padaku dulu, tapi saat aku kembali, ternyata Satya sudah bersamamu," Farah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Berapa lama kalian menjalin hubungan?" tanya Fatimah yang kini mulai penasaran dengan spa yang sebenarnya terjadi.


"Dua tahun lebih, kami menjalin kasih sudah selama itu, dan aku tidak mungkin bisa melupakan semua kenangan manis selama itu begitu saja, bagiku, Satya adalah laki-laki paling baik yang pernah aku temui," jelas Farah, sedang Fatimah hanya diam tanpa kata, fikirannya melayang mengingat sikap Satya sejak pertama kali keduanya menikah, sikap Satya berbanding terbalik dengan apa yang di ceritakan oleh Farah, hal itu kembali menimbulkan sebuah pertanyaan yang kini bersarang di benaknya.

__ADS_1


"Hey! kenapa kamu malah bengong?" tanya Farah, yang sengaja mengejutkan Farimah yang kini diam seribu bahasa.


"Maaf," sahut Fatimah yang kini malah tersenyum manis ke arah Farah.


"Dari tadi kita cuma cerita tanpa memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Farah," ujar Farah yang baru menyadari jika keduanya belum saling mengenal.


'Yabg cerita sejak tadi itu kamy Farah, bukan aku,' batin Fatimah.


"Nama kamu siapa?" sambung Farah saat melihat Fatimah hanya diam tanpa memperkenalkan diri padanya.


"Namaku Fatimah, aku adalah istri dari Mas Satya yang kamu ceritakan tadi," jawab Fatimah yang ingin segera pergi, pasalnya waktu Fatimah tidak lama, dia harus segera kembali sebelum Satya pulang bekerja.


"Hah? apa? istri? kamu istrinya Satya?" spontan Farah yang terlihat begitu terkejut mendengar jawaban Fatimah yang mengatakan jika dia adalah istri dari Satya.


'Kenapa gadis ini malah terkejut mendengar aku adalah istri dari Mas Satya? apa sejak tadi dia memang tidak mengerti dengan jawaban yang aku berikan?' batin Fatimah merasa aneh dengan pertanyaan yang baru saja muncul dari bibir Farah.


"Sejak kapan Satya menikah?" sambung Farah yang kembali melempar pertanyaan pada Fatimah yang sebenarnya sudah lelah menanggapi setiap ucapan Farah.


"Maaf sebelumnya, sebenarnya saya ada urusan penting Mbak Farah, jika Mbak Farah ingin tahu seperti apa dan bagaimana, Mbak bisa tanya sendiri pada Mas Satya, bukankah Mbak farah sudah menjalin hubungan bertahun-tahun? aku yakin Mbak Farah pasti tahu di mana Mas Satya bekerja, jadi silahkan temui Mas Satya dan tanyakan semua yang ingin Mbak Farah tanyakan sekarang, karena saya benar-benar harus pergi sekarang," ujar Fatimah yang tak punya banyak waktu untuk menemani Farah mengobrol, bukan maksud Fatimah bersikap sombong atau angkuh pada Farah, hanya saja dia memang tak punya banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaan atau cerita Farah saat ini.

__ADS_1


Sedang Farah hanya diam mendengar penjelasan Fatimah saat ini, dia juga tudak bisa memaksa Fatimah untuk tetap berada di sini dan mendengar semua ceritanya, meskipun sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin dia ceritakan.


"Fatimah, aku sangat mencintai Satya, bisakah kau pergi meninggalkannya?" pinta Farah sebelum Fatimah benar-benar pergi dan meninggalkannya.


__ADS_2