Tasbih Cinta Fatimah

Tasbih Cinta Fatimah
Farah Tak Akan Kembali


__ADS_3

Satya terus saja dia menatap ke arah monitor yang menunjukkan apa yang telah dilakukan Fatimah dan Farah di dalam ruang tamu saat ini.


Sepuluh menit berlalu tak ada pergerakan ataupun kata-kata yang terucap dari keduanya Fatimah dan Farah hanya saling pandang dengan badan yang mematung tanpa bergerak sedikitpun keduanya saling memandang dengan pandangan penuh kebencian, dan apa yang dilakukan oleh flora dan Fatimah membuat Satya merasa begitu gemas dengan langkah tegas dia berdiri dan berjalan menuju dapur membuatkan minum untuk kedua gadis yang sedang berseteru dengan tatapan tanpa suara di dalam ruang tamunya.


Satya tak pernah berniat sedikitpun untuk menduakan Fatimah atau kembali bersama Farah, dia hanya ingin tahu bagaimana sikap Fatimah jika ada gadis lain yang masuk dalam rumah tangganya, apakah Fatimah akan diam dan membiarkan Satya bersama dengan gadis itu atau justru sebaliknya, dan Satya sudah menemukan jawaban yang dicari oleh Satya karena itulah Satya memutuskan untuk menemui keduanya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Farah, ada yang ingin aku katakan dan aku jelaskan padamu, setelah ini aku harap kamu tidak lagi melakukan hal konyol atau pun hal yang memalukan seperti ini," ujar Satya setelah meletakkan dua gelas orange juice yang baru saja dia buat.


Satya kembali berjalan masuk ke dalam kamar mengambil laptop yang tadi sempat dia tatap dengan tetapan fokus.

__ADS_1


"Lihatlah!" titah Satya seraya memutar sebuah video yang sejak lama disimpan oleh Satya.


"Dari mana kamu mendapatkan video ini Satya?" Tanya Farah yang merasa terkejut sekaligus malu dengan apa yang baru saja dia lihat.


Sebenarnya Farah datang dan mengemis cinta dan meminta kembali kepada Satya karena dia tengah hamil muda dan pria yang ia idam-idamkan juga kekasihnya tak mau bertanggung jawab ataupun menikahinya, karena itulah Farah datang kembali pada Satya n berharap dia bisa menerima Farah kembali, meskipun para tahu jika dirinya sudah jauh berbeda, dia bukan Farah yang dulu yang pernah dikenal oleh Satya.


"Farah, aku bukan laki-laki bodoh yang bisa begitu saja menerima gadis yang dulu pernah berkhianat dan meninggalkanku, selama ini aku diam bukan karena aku ingin kembali padamu, aku tahu semua yang kamu lakukan dan apa yang sudah kamu lakukan saat kamu meninggalkanku," ujar Satya.


"Setelah kamu melihat video ini, apa kamu masih ingin meminta kembali padaku Dan berharap aku mau menerimamu kembali juga menjadikanmu yang kedua?" Tanya Satya, dia mengerti Farah memang ingin kembali padanya tapi dia sangat memahami jika Fara tidak akan pernah kembali lagi padanya jika Satya sudah menunjukkan apa yang sudah dia simpan selama bertahun-tahun.

__ADS_1


"Farah aku memang pernah mencintaimu dan aku pernah ingin hidup bersamamu juga pernah menjadikanmu gadis satu-satunya dalam hidupku tapi ingatlah jika hatiku bukanlah sebuah permainan pendapat kamu mainkan saat kamu menginginkannya! Hatiku ini seperti kacang sekali dia retak selamanya dia tidak akan pernah bisa menyatu sekalipun dia menyatu tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu," tutur Satya yang semakin membuat para malu, 3 hanya bisa menunduk tanpa kata, dia tak lagi bisa memohon atau meminta Satya untuk kembali padanya atau menjadikannya yang kedua.


Bagi Farah apa yang sudah ditunjukkan oleh Satya sudah cukup menegaskan jika Satya tidak akan pernah Sudi menerima Farah kembali, di dalam video itu Farah sedang memohon pada kekasihnya agar dia mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan dan mau mengakui jika janin dalam kandungannya adalah anaknya, dan di dalam video itu pula Farah juga mengatakan jika dia sengaja meninggalkan setia hanya untuk bersamanya dengan kekasihnya itu semuanya sudah jelas dan tak perlu dijelaskan lagi.


Beberapa tahun yang lalu saat Farah pergi meninggalkan Satya begitu saja tanpa penjelasan dan tanpa berpamitan, Satya yang memang pekerja keras dan telah memiliki segalanya mencari keberadaan Farah dan berharap bisa bertemu dengannya untuk meminta penjelasan juga meminta agar Farah mau kembali bersamanya. Tapi apa yang diharapkan oleh Satya, jauh berbeda dengan apa yang dia dapatkan, orang suruhan Satya justru melihat parah tengah berbahagia dan bersenang-senang dengan laki-laki lain yang sebenarnya sama sekali tidak dikenal oleh Satya, awalnya Satya hanya mengira jika Farah melakukan semua itu karena dia merasa kesepian, selama Satya menjadi kekasih Farah dia selalu saja sibuk dengan bisnis yang tengah dia geluti, tapi apa yang diperkirakan oleh Satya jauh berbeda dengan bukti yang dia dapat, sungguh apa yang dilakukan para saat itu cukup memberi Satya alasan untuk meninggalkannya dan melupakan semua yang telah terjadi diantara dia dan Farah meski Farah sudah menemaninya sejak Satya tidak memiliki apa-apa hingga dia punya segalanya, tapi penghianatan yang diberikan oleh Farah tidak bisa dimaafkan oleh Satya.


"Maafkan aku," satu kata yang terucap dari bibir Farah cukup untuk memberi alasan agar Farah bisa pergi dari apartemen Satya.


Tanpa ada kata lagi Farah langsung berdiri dan melangkah keluar meninggalkan apartemen Satya dengan langkah lebar tanpa sempat meminum orange juice yang baru saja dibuatkan oleh Satya, sedang Fatimah menghembuskan nafas lega melihat apa yang telah terjadi, dan dia semakin senang juga bahagia karena suaminya tidak akan pernah menduakannya, meski sikap Satya masih dingin dan hubungan rumah tangga keduanya belum bisa dikatakan harmonis tapi semua itu sudah cukup memberi alasan agar Fatimah tetap bertahan di sisi Satya dan berusaha agar suaminya bisa mencintai Fatimah sama seperti Fatimah yang kini perlahan mulai menyukai Satya dan melupakan Faris yang memang pernah singgah dalam hatinya.

__ADS_1


Satya hanya melirik ekspresi wajah Fatimah dan apa yang di lakukan Fatimah setelah melihat apa yang di lakukan olehnya, senyum samar menghiasi bibir Satya saat melihat Fatimah langsung menghembuskan nafas lega kemudian meminum habis orange juice yang sempat di buat olehnya, sejak tadi orange juice buatan Satya tergeletak tak berdaya di atas meja tanpa ada yang menyentuh hingga Farah pergi, tapi kini orange juice itu tandas tak tersisa.


"Apa minuman buatanku seenak itu sampai kamu menghabiskannya dalam sekali minum?" tanya Satya yang kini menoleh ke arah Fatimah yang justru menunduk malu.


__ADS_2