
Tak hanya Misa, Yorin juga memiliki pelatihan khusus dari Adi, tidak melalui kekuatan ataupun teknik bertarung melainkan sebuah pemahaman tentang fisika modern serta kimia.
Di dalam sistem belanja onlinenya Adi membeli berbagai buku yang diperlukan oleh Yorin.
"Jadi begitu, benar-benar luar biasa."
Yorin sendiri memiliki ketertarikan terhadap buku-buku, ketika dia mendapatkannya dia akan cenderung menghabiskan waktu untuk membacanya.
Setelah satu bulan hasilnya dapat terlihat.
Jika ilmu pengetahuan digabungkan dengan sihir maka hasilnya akan menakjubkan.
"Apa aku benar-benar harus mengenakan pakaian ketat seperti ini."
"Cobalah kamu akan menyukainya."
Yang dibuat Yorin untuk Mebel adalah sebuah body suit yang bisa menyembunyikan penggunanya sebaik mungkin. Ketika itu dialiri mana secara otomatis menghilangkan keberadaan pemakai.
Semua orang yang melihatnya bertepuk tangan.
"Bisakah aku memiliki satu untukku?"
Permintaan Elsa jelas ditolak, jika dia yang menggunakannya kejahatan seperti apa yang akan dilakukannya sudah terbayangkan.
"Kenapa? Aku hanya ingin menggunakannya untuk menyelinap ke kamar tuan."
Mebel menyeret Elsa untuk pergi ke tempat bimbingan konseling.
"Tidak, lepaskan aku... aku tidak ingin mendengar nasihat-nasihat yang membuat telingaku sakit."
Untuk beberapa jam suaranya tidak terdengar lagi.
Selanjutnya Adi berurusan dengan Kamui. Dia adalah gadis yang ceria dan energik, bertarung adalah sesuatu yang membuatnya terkadang bersemangat.
Singkatnya dia tipe berserk.
Benda yang cocok untuknya telah ia pikirkan sejak lama.
"Heh, boleh aku membunuh mereka. Ah darah mereka sangat indah... kau tidak bisa berjalan tanpa kaki bukan haha."
Orang ini terkadang bisa menakutkan terlebih senjata yang dia gunakan merupakan sarung tangan besi yang setiap ujung jarinya merupakan pisau tajam. Tentu saja itu pemberian Adi.
Jika dia memiliki kalung rantai maka benda itu akan cocok digunakannya pada Kamui, hanya sebatas untuk membuatnya tetap terkendali.
Untuk Elsa sebuah tongkat sihir dan untuk Mebel pedang kembar yang masing-masing dibuat dari bahan paling kuat di dunia ini.
Adi senang bahwa dia sudah memberikan perhatiannya sama rata, beberapa Minggu kemudian dia bisa kembali ke pekerjaan awalnya menjadi seorang petualang.
Di depan papan pencarian guild, ia memilah-milah pekerjaan seperti apa yang akan dia ambil. Sebagai petualang solo ia bisa memutuskan dengan leluasa.
"Mari kita lihat, mana yang aku pilih."
__ADS_1
(Pilihlah yang bayarannya tinggi, bukannya uangmu sudah menipis akibat pendanaan Shadow Hunter)
(Sejujurnya uangku lebih banyak terkuras karena membeli puding)
(Mana mungkin, aku hanya makan sedikit... mustahil-mustahil)
Orang ini tidak mau mengaku, pikir Adi dalam hati.
Ia memilih untuk mengalahkan ikan pembunuh yang belakangan ini memakan orang
"Aku ambil ini."
"Pekerjaan ini cukup sulit, kamu yakin Adi?" tanya Riho.
"Apa ada sesuatu?"
"Ikan ini jarang muncul ke permukaan, beberapa petualang pernah mencobanya namun jelas ikan ini pintar hingga dia tidak mau keluar."
"Kurasa aku akan memikirkan suatu ide saat di sana."
Perkataan Adi sedikit ambigu walau demikian dia memang berfikir sambil menatap danau yang sekarang jadi habitat ikan tersebut.
"Sekarang bagaimana aku bisa menemukannya?"
Menurut cerita satu orang telah memelihara mereka di dalam rumah secara ilegal, sebelum pihak berwajib menangkapnya ia sempat melepaskan ikan tersebut kemari untuk menghilangkan bukti karena itulah ikan itu hidup di tempat ini.
Untuk orang-orang sekitar yang tahu mereka akan selalu menghindari tempat ini, sayangnya bagi pelancong mereka sudah terbunuh sebelum menyadarinya.
"Eh, aku?"
"Aku mengandalkanmu Elsa."
Elsa sedikit ragu karena tiba-tiba diseret ke tempat ini, dia merupakan ahli sihir di kelompok Adi maka pilihan terbaik adalah menggunakannya.
"Sebagai gantinya aku akan memberikanmu apa yang kamu inginkan?"
"Aku suka saat tuan memaksakan makanan untukku."
"Tentu saja aku akan membuatkannya."
Elsa mengarahkan tongkatnya ke udara untuk menciptakan bola api raksasa, saat dia menjatuhkannya ke air itu menciptakan uap yang memenuhi sekitar.
Elsa terduduk dengan nafas terengah-engah.
"Kamu baik-baik saja?"
"Aku tidak apa, lebih dari itu tuan."
"Dari sini aku yang atasi."
Danau tersebut telah mengering dan yang tampak di bawah danau hanyalah kumpulan tulang-belulang manusia berserta ikan pembunuh yang dimaksud.
__ADS_1
Ikan ini bisa hidup lama tanpa air serta memiliki wujud lebih seperti monster dibandingkan ikan pada umumnya, mereka memiliki taring serta dua kaki untuk berjalan.
Adi turun ke bawah danau sembari menembakan pelurunya, ia juga mencoba dengan sihir dasar api walaupun hasilnya begitu mengecewakan. Satu hal yang bisa Adi lakukan hanya menembak kepala mereka dengan cara mengincar rahang mulut mereka.
Setelah selesai ia memenuhi janji terhadap Elsa, menggunakan kompor portabel serta alat masak yang dibelinya dari sistem, ia membuat sebuah rebusan daging, jamur, sayur dan tahu.
Hari tidak terlalu panas, meski membuat hal seperti ini masih tetap bisa dinikmati dengan tenang.
"Selamat makan."
Elsa terlihat menikmatinya begitu juga Mesna dalam versi chibi.
(Kamu akan jadi suami idaman, tinggallah di rumah biar aku yang bekerja)
(Siapa yang ingin jadi suamimu atau apapun itu)
Terkadang dewi ini bisa melawak juga sesekali.
Adi mencicipi makanannya sendiri lalu tersenyum puas, ini bukan sesuatu yang sering dia buat namun ia senang bahwa di percobaan pertamanya terasa seenak ini.
Ia berdeham sekali untuk memulai pembicaraan serius dengan Elsa.
"Aku dengar ada sebuah kolam ajaib yang bisa menyembuhkan luka bahkan bekasnya sekalipun, aku berniat untuk membawamu ke sana, itu juga jika Elsa tidak keberatan?"
Elsa tersenyum kecil sebelum membalas dengan jahil.
"Mungkinkah ini perjalanan berdua kita tuan, kita bisa menyewa penginapan dan kita akan melakukan banyak hal bersama."
Seketika ekpresi senang Elsa menghilang.
"Sejujurnya aku sudah mendengarnya tuan, aku senang bahwa Anda peduli denganku tapi aku dengar tempat itu bukan sesuatu yang mudah didatangi, kolam itu berada di wilayah naga, mereka cenderung sangat membenci berinteraksi dengan ras lain, bahkan raja iblis menjauhi tempat itu karena mengakui kekuatan mereka."
"Raja iblis mewaspadai naga?"
"Itulah yang aku dengar."
Adi hanya berfikir bukannya mereka memiliki kesempatan untuk memperkuat kekuatan militer jika bisa menarik seekor naga dalam pihak manusia.
Adi menghancurkan keresahan yang dimiliki Elsa begitu saja.
"Aku sudah memutuskan, mari pergi ke wilayah naga dan hal itu tidak bisa diganggu gugat."
"Jika itu keinginan tuan."
Pada dasarnya para budak tidak bisa menentang permintaan tuannya, terkadang hal seperti ini cukup membantu dalam membuat keputusan sepihak.
Setelah melaporkan hasil pekerjaan hari ini pada guild, keesokan paginya Adi dan Elsa telah meninggalkan kota Arbelon.
Untuk sementara waktu Elsa telah meminta izin pada instrukturnya di pelatihan petualang, itu cukup berhasil saat Yorin, Mebel, Kamui dan Misa turut menginjak-injak Edgar untuk dapat izin.
"Aku mengerti, kamu bisa izin sepuasnya... tolong berhenti menginjakku... ada apa dengan gadis-gadis zaman sekarang, takut, takut, emak, emak."
__ADS_1
Ini hanya menjadi rahasia yang mereka sembunyikan dari Adi.