
Claudia sedang menanam benih tomat saat dia mulai merasakan matahari pagi menerpanya, semenjak ia tinggal di wilayah khusus kesehariannya disibukkan dengan pekerjaan dari pagi sampai sore, tentu saja ia hanya bekerja lima hari sementara dua hari lagi adalah hari libur, begitulah jadwal yang diterapkan di wilayah khusus untuk semua orang, ketika hari libur akan ada hiburan jadi setiap orang sangat menantikannya.
Sebagai Harpy ia tidak kesulitan dalam pekerjaan lagipula tangannya masih terlihat seperti manusia walaupun ditumbuhi bulu dan memiliki kaki seekor burung.
Di sisi lain ras sepertinya juga terlihat memiliki pekerjaan sama dan berbaur dengan semua ras lainnya termasuk para Lamia. Ia bisa melihat bahwa Mery sedang menanam kubis.
Ketika pandangan mereka bertemu keduanya saling melambaikan tangan.
"Di sini begitu damai," apa yang dipikirkan Claudia sekarang selagi mengusap keringat di dahinya, ketika waktu makan siang tiba, semua pekerja akan beristirahat di bawah pohon menikmati makan siang mereka serta saling mengobrol satu sama lain.
Beberapa orang yang tidak mengetahui tentang Adi, akan menggosipkannya sebagai pria tidak bermoral dan yang tahu hanya menimpali dengan anggukan.
Bagi mereka, orang yang bekerja hanya Melty, Brietta dan juga Daria. Tiga orang tersebut disebut sebagai penopang wilayah khusus yang dikendalikan oleh Adi sebagai pemuas nafsunya.
Mendengarnya membuat Claudia merasa sakit perut.
Jika pun Adi melakukannya dengan banyak wanita bukannya itu wajar, di Dunia ini pria bisa menikah sebanyak yang mereka inginkan asal satu sama lain tidak keberatan.
Mery yang melihat perubahan ekpresi Claudia menyenggolnya.
"Apa kamu mengkhawatirkan tuan Adi?"
__ADS_1
"Mungkin sedikit, walaupun sebenarnya ia memang sengaja melakukannya."
"Benar sekali, berpura-pura menjadi seorang yang dibenci memang sesuatu yang jarang diambil siapapun, yah apapun itu... ia memiliki tujuannya sendiri."
Claudia mengangguk kecil sebelum menghabiskan makanannya, saat matahari mulai sedikit condong, mereka akan kembali disibukkan dengan pekerjaan yang sama.
Sesekali Daria muncul untuk mengecek semuanya terkadang Melty dan Brietta turut ikut juga seperti yang sekarang terjadi.
"Brietta aku ingin kamu mulai membangun irigasi dari sini ke sini dengan baik."
"Serahkan padaku, aku sedikit penasaran dengan apa yang disebut sebagai nasi desu?"
"Aku sudah sering melihatnya di kota-kota tapi jika itu menanam sendiri ini pertama kalinya bagiku."
"Kamu dengar itu Mery?"
"Sangat jelas, apa menurutmu kita juga bisa memakan nasi?"
"Entahlah, meskipun tidak aku rasa kita bisa membelinya nanti."
"Kamu benar, dengan gaji kita, kita bisa beli apapun yang kita mau."
__ADS_1
"Lebih baik cepat selesai semuanya, kita punya acara bukan nanti malam."
"Baik."
Sebelum matahari terbenam para pekerja sudah kembali ke rumah masing-masing yang sebelumnya dibangun oleh para naga, mereka bisa memilih rumah seperti apa yang mereka tempati dan berapa banyak orang yang tinggal.
Claudia tinggal bersama empat saudarinya yang sama-sama seorang Harpy, mereka sedang merapikan rambut mereka setelah mandi.
"Aku rasa kalian terlalu rapih sekarang?"
"Kita harus tampil cantik meskipun baru bekerja, ini aturan Harpy."
"Aku baru mendengar hal itu," balas Claudia mendesah pelan.
Setelah mereka selesai Claudia membawa saudarinya ke sebuah bar yang menjadi pertemuan semua pekerja, di sana ada elf, Dwarf, Lamia, Demi-human dan juga manusia.
Yang menjadi pemimpin perkumpulan ini adalah Vern yang dengan senang berdiri di meja sembari mengangkat gelasnya.
"Maaf sebelumnya padahal kalian sudah lelah bekerja tapi aku malah meminta kalian berkumpul di sini, hari ini kita akan merayakan kemajuan wilayah khusus, untuk kita semua, bersulang."
"Bersulang."
__ADS_1
Claudia melirik ke segala arah, kecuali Adi semua orang jelas hadir.
"Tuan Adi benar-benar berusaha untuk membuat perkumpulan ini tidak terasa canggung," gumam Claudia dalam hati.