Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 145 : Alex Vs Esper


__ADS_3

Esper menggerakkan tanah pijakan Alex saat dia mengangkatnya ke udara, Alex sendiri melompat dengan cepat hingga pergerakannya tidak bisa diikuti oleh matanya.


Esper menahan tendangan Alex yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Ke kiri kemudian ke kanan lalu melompat mundur saat Alex memberikan tendangan gunting dari atas menyebabkan retakan tanah kehancuran.


"Kekuatanmu sedikit unik, bahkan dengan Demon Eye aku tidak begitu sempurna menebak pergerakanmu, eksperimen dari Sage Lumina memang tidak bisa diremehkan."


Alex tidak menanggapi perkataan tersebut, dia merubah kedua tangannya menjadi cakar, ketika Esper bersiap untuk mengarahkan tangannya Alex telah menghilang dan muncul di belakang Esper setelah melukai tangannya.


"Cepat sekali," katanya datar sebelum membalas Alex dengan menghantamnya dengan batu hingga dia terlempar beberapa ratus meter ke samping, kaki dan tangannya berputar di udara sebelum kepalanya menembus batu.


"Cih."


Esper melayang di udara sembari memperhatikan Alex yang susah payah memperbaiki posisinya, dia memuntahkan bebatuan yang tidak sengaja di makannya.


"Jadi seperti ini kekuatan iblis tingkat atas."


"Kau akan melihat seberapa manusia itu tidak berdaya dihadapan kami."


Dua bongkahan tanah raksasa terangkat di udara, alih-alih melemparkannya sekaligus, Esper memilih membenturkannya hingga berjatuhan menjadi puing-puing kecil.


Alex segera bangkit untuk berlari menghindarinya, deretan ledakan tercipta di belakang kakinya.


Wosh!

__ADS_1


Boom.... Boom... Boom... Boom.


Ketika tubuhnya dihentikan oleh teknik Esper berikutnya Alex diledakkan dengan serangan dahsyat.


"Walau kau kuat selagi aku bisa menjaga jarak darimu di udara, seranganmu tidak berarti."


"Memangnya cara seperti itu bisa mengalahkanku?"


"Sejak kapan?"


Esper mendongak ke asal suara namun sayangnya dia sudah terlambat, dua tangan monster telah menembus tubuhnya kemudian merobeknya menjadi dua bagian hingga tubuhnya jatuh ke tanah.


Di detik kematiannya Esper bisa melihat Alex yang keseluruhan tubuhnya telah berubah menjadi seekor monster menyerupai serigala.


"Demon Eye memang kuat akan tetapi mata itu tidak bisa menanggulangi apapun jika musuhnya menyerang dari titik buta, sayang sekali."


"Pikirkan itu di neraka nanti."


"Begitu."


Esper kehilangan nyawanya begitu saja.


Setelah pertarungan Alex berjalan ke arah dua gadis yang terus mengawasinya beberapa waktu, mereka telah mengenakan pakaian mereka kembali yang membuat Alex bisa mengambil jaketnya.

__ADS_1


"Sudah selesai jadi sudah waktunya untukku kembali."


"Tunggu sebentar?"


"Hah? Ada apa lagi?"


"Seharusnya dia bisa meledakan pakaianmu tapi kenapa dia tidak melakukannya?"


"Pakaianku telah diberikan sihir anti magic oleh seseorang karena itulah dia tidak bisa melakukannya, asal kau bergerak cepat dari pandangan matanya mudah untuk melawannya."


Liza dan Natasya masih menatap heran bagaimana pria di depannya bisa mengetahuinya bahkan saat Alex tiba-tiba dipindahkan oleh sihir misterius dan menghilang setelahnya.


Bagaimana pun Alex tidak bertarung tanpa persiapan, semuanya sudah terkendali sejak awal terlebih semua arahan tersebut berasal dari seorang yang bisa melihat masa depan.


Tidak ingin memikirkannya lagi keduanya memilih untuk membantu yang lainnya yang sedang bertarung akan tetapi dihentikan dengan kemunculan monster yang bermunculan dari hutan.


"Mereka terganggu dengan pertarungan sebelumnya," kata Liza.


"Apa boleh buat, kita sepertinya harus mengalahkan mereka dulu," atas perkataan Natasya, Liza mengangguk kecil.


Natasya memunculkan tentara tengkorak sebelum berlari maju dengan Liza di sampingnya.


Sementara di tempat lain sosok Berfield dan Markes masih berurusan melawan iblis pengguna tombak, dia mengayunkan senjatanya dan itu menciptakan hempasan udara untuk memberikan sedikit jarak pertarungan.

__ADS_1


"Ayo, ayo, aku yakin bukan hanya itu kekuatan kalian.. jika kalian tidak serius kalian bisa mati loh."


Berfield menerima tendangan langsung di perutnya sementara Markes dihantam sisi tombak di wajahnya. Rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya bersamaan darah yang menyembur dari mulut mereka.


__ADS_2