
Adi maupun Brietta hanya diam untuk mendengarkan apa yang dikatakan Mebel, seperti yang diduga ia memang seorang bangsawan dari wilayah elf yang dikenal dengan nama berbeda sebagai pewaris kerajaan.
Di sana pewaris tidak ditentukan dari keluarga kerajaan melainkan dari warna rambut perak, jika seseorang terlahir memiliki rambut seperti itu maka dia akan di angkat menjadi ratu terlepas dimana di dilahirkan.
Bukan berarti orang-orang yang memiliki rambut perak lahir dengan jumlah banyak, biasanya hanya ada satu setiap generasi, ketika generasi sebelumnya meninggal barulah akan lahir generasi selanjutnya. Begitulah yang selalu terjadi.
Negeri elf dibuat oleh seorang wanita bernama Karina Erkana, ia memiliki rambut perak yang menyamai cahaya rembulan malam, menurut para elf ketika ada seseorang yang berambut perak itu artinya bahwa ia telah bereinkarnasi menjadi dirinya yang sekarang walaupun sebenarnya hal itu masih diragukan, mengingat bahwa masing-masing dari mereka tidak bisa mengingat kehidupan sebelumnya.
Itu memberikan pertanyaan sederhana? Jika elf berambut perak selalu dipilih maka bagaimana dengan keluarga kerajaan sebelumnya.
Atas pertanyaan itu Mebel membalas.
"Mereka harus diusir dari kerajaan, agar pemimpin berikutnya tidak terancam atau sebagainya."
"Aku memang mendengar peraturan aneh kalian, itu juga yang membuat elf ada di mana-mana, tapi untuk menjadi budak sesuatu yang langka desu.. menjadikan mereka harganya sangat mahal, ah benar mereka sangat ahli dalam bercinta hingga bisa melakukannya tiga hari tiga malam tanpa henti," Brietta menimpali dengan sesuatu yang tidak penting di akhirnya.
Mebel sedikit memerah walaupun Adi tidak memperhatikan poin itu untuk menerka apa yang terjadi di sana.
"Jika peraturan itu diterapkan, apa kemungkinan keluarga dari generasi sebelumnya mulai merencanakan pemberontakan untuk merebut kerajaan elf?"
"Benar, mereka bergabung untuk menyerangku. Aku bisa selamat karena menawarkan diri menjadi budak hingga bisa keluar dari sana. Mereka tidak bisa memulai reformasi baru untuk kerajaan elf sebelum bisa mengeksekusiku di depan umum, dalam skenario terburuk mereka akan menuduhku dengan hal-hal yang tidak pernah aku lakukan sebagai samaran untuk mengangkat penerus baru."
"Sebuah keberuntungan bahwa kau belum ketahuan desu, akan lebih bagus jika rambutmu bisa berubah jadi warna berbeda agar tidak mencolok."
Adi memiliki sebuah ide untuk itu, dia memunculkan katalog dari jendela sistem belanja onlinenya.
"Aku sedang mandi bisa lakukan nanti."
Adi memasang wajah pucat melihat bagaimana Mesna sedang berendam dalam bak dengan bentuk Chibinya.
"Nyamannya."
Ia akhirnya memilih mengabaikannya untuk menunju ke jendela pembelian.
"Mari kita lihat apa ada cat rambut... ini dia, elf kebanyakan berambut pirang kah, mari pilih itu."
Brietta hanya bertanya-tanya apa yang Adi lakukan saat ini, ketika sebuah bungkusan aneh keluar dari lingkaran sihir dengan tidak terduga.
"Yap ini dia, mari kita warnai rambutmu Mebel."
Mebel memiringkan kepalanya, di dunia ini konsep mewarnai rambut tidak ada jadi ini pertama kalinya diterapkan pada seseorang.
Mebel melirik penampilan barunya di cermin dengan rambut pirang.
__ADS_1
"Owh, ini terlihat asli."
"Dengan ini sudah tidak masalah, meski tidak mencolok tapi kemungkinan seseorang akan mengetahuinya jika mereka benar-benar mengenalmu, jadi tetap harus baik-baik."
"Baik, te-terima kasih."
"Kamu mengatakan sesuatu?"
"Bukan apa-apa, pokoknya aku akan memanggil semua orang untuk cepat bergegas!"
Keduanya hanya melihat bagaimana Mebel berjalan masuk ke dalam gunung merapi.
Brietta mengadakan sedikit penyambutan untuk kelompok Adi, tidak mewah namun dibandingkan sebelumnya sekarang mereka lebih diterima baik di tempat ini.
Setelah menghabiskan waktu seperti yang dijanjikan, mereka menaiki kapal kembali dengan Brietta dan Melty turut ikut bersama.
Melty yang merupakan Siren merupakan hal mengejutkan bagi setiap awak, sekarang dengan ditambahnya Brietta yang merupakan naga loli mereka jauh lebih terkejut selagi bersujud padanya.
"Naga loli yang agung, tolong injak aku."
"Aku juga, aku mohon."
"Berhenti memanggilku naga loli dan juga kenapa aku harus menginjak kalian?"
Adi hanya mendesah pelan, semua orang di kapal ini saraf.
"Kalian semua."
Elsa meregangkan tangannya di belakang puluhan budak yang dia kirim kemari lebih dulu. Semuanya wanita dengan berbagai ras dari demi-human, wanita biasa dan bahkan yang terlihat seperti harpy juga.
"Kejutan tuan... kami membawa banyak anggota untuk Shadow Hunter, dengan ini pekerjaan kita akan jauh lebih banyak."
Adi memang terkejut tapi ke sisi yang berbeda, semua orang mulai membercirakannya sebagai orang tidak bermoral.
"Aku terluka."
Kamui di sebelahnya tertawa.
"Nikmati saja tuan, anggap saja mereka tumpukan daging segar untuk Anda lahap."
"Itu jelas tidak membantu."
Pada akhirnya Melty dan Brietta saja yang mendapatkan kamar sementara sisanya di bawa ke sebuah gua yang tidak banyak orang ketahui.
__ADS_1
"Untuk sementara, ini akan menjadi markas kita."
Semua orang terlihat senang, di sini mereka akan dilatih bertarung dan hal lainnya, tentu saja semua orang akan diserahkan pada kelima orang yang telah mengundang mereka, yang Adi lakukan sekarang hanyalah menukar seluruh uang miliknya di sistem untuk kebutuhan harian.
Dia duduk bersila untuk memilih apa saja yang mereka butuhkan, tempat tidur, peralatan mandi adalah hal yang diprioritaskan di sini termasuk makanan dan pakaian.
Elsa, Mebel, Yorin, Kamui, Misa, Melty dan Brietta mulai membagikan barang-barang tersebut pada setiap orang.
"Kamu seperti seorang yang sedang membuat organisasi jahat di dunia ini Adi, aku bangga padamu."
"Berhentilah bersikap menyebalkan seperti itu."
Mesna yang ada di layar tertawa kecil.
"Dengan ini aku harus bekerja lebih keras lagi untuk pembiayaan operasional Shadow Hunter."
"Memang benar, tapi kelihatannya kamu lebih menyukai hal seperti ini."
"Dibandingkan dengan dulu aku rasa ini jauh lebih baik."
Adi tersenyum kecil sembari melihat bagaimana puluhan gadis di depannya tampak bahagia satu sama lain, akan buruk jika mereka hanya bersembunyi di tempat ini. Kedepannya Adi juga harus memikirkan pekerjaan seperti apa yang mereka bisa lakukan.
Di siang hari mereka akan jadi penduduk biasa sementara di malam hari mereka berubah menjadi anggota Shadow Hunter yang sanggup membunuh siapapun jika mereka bersalah. Begitulah apa yang dipikirkan Adi sekarang. Semua itu tidak perlu dia lakukan secara tergesa-gesa melainkan pelan-pelan dan pasti.
Tanpa disadari para raja iblis, mereka akan didekatkan dengan sesuatu yang mereka sulit atasi.
"Ngomong-ngomong Adi, aku hanya penasaran apa kamu mungkin suka pada cowok?"
Adi memasang wajah bermasalah atas pernyataan Mesna yang tiba-tiba.
"Aku lihat kamu biasa saja di depan mereka, tidak menggoda bahkan menodai mereka"
"Aku juga tertarik dengan hal itu, tapi bukan waktunya untuk memikirkannya.. yang ingin aku lakukan hanya terus bertambah kuat hingga aku tidak akan mati cepat seperti pahlawan lainnya."
"Haha aku senang mendengarnya, jadi apa selanjutnya?"
"Aku ingin belajar sihir suci."
"Jika demikian kota suci adalah tujuanmu berikutnya, jika Arch Priest di sana macam-macam tendang saja pantatnya."
"Kamu telihat sangat mengenalnya?"
"Dia adalah orang aneh dan super masokis, ketika aku memberikan petunjuk dia berusaha mengendusku."
__ADS_1
"Dipikir-pikir aku ingin belajar di tempat lain saja."
Kesimpulan dari dunia ini bahwa seperempat di dalamnya adalah benar-benar M.