Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 88 : Serangan Monster


__ADS_3

Malam hari sebelumnya Baret telah mengetuk kamar penginapan Adi cukup keras memaksanya keluar dengan wajah mengantuk.


"Owh, Baret... ada apa?"


"Maaf mengganggu waktu tidurmu, kota ini perlu bantuanmu, kita diserang monster."


"Bukannya petualang guild merupakan tingkat atas, kamu pasti bercanda bukan?" untuk membutuhkan bantuan Adi jelas hal itu tidak masuk akal.


Adi sendiri merasa demikian melihat bagaimana semua petualang merupakan orang-orang yang angkuh.


"Tidak aku serius, mungkin setelah kamu melihatnya sendiri kamu akan percaya."


Adi melirik ke arah dua gadis yang masih tertidur di atas ranjang, mereka sudah bekerja cukup keras seharian dalam memburu kelinci jadi wajar jika mereka agak kesulitan untuk bangun.


"Mari pergi."


Adi mengunci kamar penginapannya lalu memasukan kuncinya di sela pintu, seharusnya mereka akan baik-baik saja sekarang.


Mengikuti Baret dia sampai di luar kota dengan banyak monster yang mati serta kumpulan mayat petualang, mereka adalah orang-orang yang menertawai dirinya saat masuk ke dalam guild.


"Ini?"

__ADS_1


Jumlah mayat monster lebih banyak meski begitu Adi tidak menemukan petualang yang masih hidup. Baret menunjuk ke arah hutan.


"Beberapa petualang yang hidup berusaha memancing monster yang paling kuat."


"Dengan kata lain hanya satu.?"


Baret mengangguk sebagai balasan.


"Aku benci dengan sistem guild yang hanya terpaut dengan petualang kuat, jika banyak petualang di sini mereka pasti bisa mengatasinya dengan bekerja sama."


Yang dikatakan Baret memanglah benar, bagaimanpun jumlah orang selalu menjadi keuntungan tersendiri saat dalam pertempuran, alasan kenapa Adi lebih membuat organisasi Shadow Hunter karena hal itu juga.


Seberapa kuat seseorang masih tetap memiliki batasan tertentu. Sungguh disayangkan bahwa iblis juga memikirkan hal sama.


"Adi berhati-hatilah."


Adi berlari sembari meninggalkan perkataan itu di belakangnya, ia mulai masuk ke dalam hutan. Dengan mengikuti pepohonan yang tumbang serta ranting-ranting semak-semak yang hancur ia melihat sekitar 5 orang yang saling membantu untuk memblokir serangan seekor monster kuat.


Monster itu apa yang disebut sebagai Minotaurus dengan empat tangan serta ekor ular, tingginya sekitar 7 meter dengan nafas yang mengeluarkan api ke udara.


"Jangan bunuh aku, jangan!"

__ADS_1


Seorang yang meminta belas kasih tersebut mati dengan kepala terbelah dua, yang lainnya memilih kabur namun salah satunya telah kehilangan satu bagian tubuhnya begitu saja.


Satu orang lagi terbelah kembali, dan sisanya hancur dengan kepala mereka yang remuk karena diinjak.


Organ dalam tubuh mereka berserakan dengan noda darah yang membasuh warna hijau rerumputan.


Tidak ada yang selamat. Jika dibiarkan, selanjutnya kotalah yang akan bernasib sama.


Tidak ingin hal tersebut terjadi, Adi segera melemparkan bom di bawah kaki Minotaurus, menciptakan ledakan yang mampu membuat dengungan di telinga. Minotaurus masih berdiri dan kini pandangannya terarah pada Adi. Dia tidak membawa pedang ataupun senjata di tangannya meski begitu cakarnya bisa membunuh seseorang dengan mudah.


Adi bersiap saat Minotaurus menerjang padanya dengan sebuah tanduk. Adi menjatuhkan beberapa paku raksasa dari langit yang berhasil dihindari Minotaurus tersebut.


"Tidak berhasil, bagaimana dengan ini?" teriaknya.


Dia menembakan revolver sayangnya kekuatan dari monster tersebut di luar akal sehat. Adi menciptakan beberapa lapis pelindung namun satu persatu hancur.


Tanduk yang keras itu menghantam tubuhnya secara langsung memaksa Adi menyemburkan darah dari mulut hingga dia terpelanting beberapa kali di tanah sebelum menembus batu hingga meledak.


Dia berdiri sembari merapalkan sihir penyembuhan, untuk bertemu monster sekuat seperti ini diluar keinginannya. Walau begitu, Adi tersenyum senang lalu mengganti senjatanya dengan pedang yang muncul secara otomatis.


"Kau lawan cocok untuk mengukur kemampuanku saat ini, majulah."

__ADS_1


Merasa terpancing dengan provokasi Adi, Minotaurus mengeluarkan suara lengkingan sebelum akhirnya berlari kembali.


Menggunakan pelindung sesuatu yang percuma. Adi memilih menghindarinya dan melihat apa dia bisa memberikan serangan balasan atau tidak.


__ADS_2