
Vern membentangkan peta yang sebelumnya telah dibuatnya lalu menjelaskan semuanya secara terperinci, semenjak salju mencair maka aktivitas iblis kembali sedia kala.
"Ada 10 kemah yang didirikan para iblis, setiap kemah paling tidak diisi 12 peleton dan satu peleton berisi 200 iblis rendah yang setiap kemahnya dipimpin oleh satu High Demon.. itu bisa dibedakan dengan mereka mengenakan armor kuat dan terlihat mewah."
"Jadi sebanyak itu, biasanya satu peleton hanya diisi 30-50 orang... jumlah iblis mungkin berlipat ganda setiap tahunnya," kata Mebel demikian.
"Mereka mengambil seluruh daratan, jadi mereka akan tenang untuk berkembang biak setiap harinya, manusia normal hanya bisa menghabiskan malam satu sampai dua kali naik ranjang sementara mereka bisa puluhan kali."
Mebel jelas sama sekali tidak ingin mendengar sesuatu seperti itu dari mulut Elsa, Vern melanjutkan dan membagi beberapa wilayah menara surga menjadi tiga tahapan.
Itu meliputi area hutan, padang rumput dan area pusat yang merupakan tempat terdekat dengan menara itu sendiri.
"Aku sudah menghafal jebakan seperti apa yang berada di semua area tersebut."
"Kerja bagus, sisanya kita akan bergerak seperti biasanya."
Mereka menunggu malam hari sebelum akhirnya benar-benar melancarkan serangan.
Misa bersiap di atas bukit dengan Yorin menemaninya. Yorin melihat dari teleskop khusus untuk menemukan target.
"Aku sudah siap."
"Baik, di arah jam dua area hutan."
Door!
Bersamaan suara tersebut seorang iblis sedang berjaga kepalanya meledak begitu saja.
__ADS_1
"Kena."
Semua rekannya mulai berdatangan sembari melirik ke arah sekitarnya dengan bantuan obor di tangannya namun itu sia-sia.
Mebel, Elsa, Vern dan juga Kamui menyergap mereka dari bayangan, bahkan sebelum mereka berteriak leher mereka telah digorok hampir putus
"Selanjutnya 20 meter ke jam 9."
Door!
"Kena, lima meter di sebelahnya."
Door.
"Kena."
Setiap wanita telah diikat dengan tali dan seorang iblis telah selesai mengasah kapak di tangannya.
"Bawa dia."
Wanita tersebut berteriak saat dua iblis menyeretnya untuk dipenggal.
"Tidak! Jangan!"
"Dagingmu pasti enak."
Wanita itu terdiam saat darah terciprat ke wajahnya, tentu saja itu tidak datang darinya melainkan dari tiga iblis yang kepalanya telah dihancurkan oleh sebuah cakar, serpihan daging menyebar ke segala arah bersamaan cairan otak yang berceceran.
__ADS_1
"Kalian sangat bersenang-senang, maka giliranku berikutnya."
Semua iblis yang melihat Yorin hendak berlari bersama pemimpinnya yang merupakan seorang High Demon, namun sebelum mereka sadari mereka berjatuhan selagi berteriak kesakitan, mereka bisa tahu bahwa kaki mereka telah terpotong rapih dengan hanya satu benang tipis dari kawat besi yang digunakan oleh Vern.
High Demon mulai merangkak untuk hidupnya sebelum akhirnya diinjak oleh Mebel yang telah membunuh rekannya melalui dua pedang di tangannya.
"Tunggu, jika kau membutuhkan informasi maka."
Mebel menembuskan pedangnya ke dalam tengkoraknya hingga dia mati seketika. Mebel melirik ke arah samping dan Elsa juga telah menembuskan pedangnya pada iblis wanita.
"Konyol sekali, dia terus mengatakan ibu agar bisa selamat," kata Elsa.
Mebel mendesah pelan lalu melepaskan semua wanita yang ditahan tersebut, dia juga memberikan beberapa jubah untuk menutupi tubuh mereka dari kedinginan.
"Vern, bawa mereka ke tempat Yorin.. kau bisa bergabung nanti."
"Laksanakan."
Mebel menutup wajahnya dengan topeng lalu berkata.
"Jangan biarkan ada satu iblis pun yang hidup."
"Tanpa dikatakan pun kami pasti melakukannya."
"Bunuh, bunuh, bunuh hehe."
"Akan aku perlihatkan kemampuan idol sesungguhnya."
__ADS_1
Elsa menutup wajahnya juga disusul yang lainnya. Mereka adalah Shadow Hunter dan bergerak dalam bayangan adalah spesialis mereka.