
Salah satu pelayan menuangkan teh untuk Adi, dia adalah kepala pelayan bernama Sonya yang menjadi ketua pelayan bagi seluruh pelayan yang dimiliki Casandra.
Adapun penampilannya dia tidak seperti pelayan yang lainya yang dituntut terlihat ramah serta lembut, melainkan terlihat seperti pejuang dengan mata merah ruby yang sedikit tajam.
Adapun rambutnya ia memiliki rambut merah sebahu dengan hiasan jepit rambut di kedua sisinya, kemungkinan jepit itu berfungsi untuk membuatnya terlihat imut sayangnya aura intimidasi darinya tidak hilang begitu saja.
"Silahkan."
"Terima kasih," balas Adi sedikit tertekan.
"Jika Anda perlu pelayanan malam hari jangan sungkan untuk memintanya dari saya, saya belum berpengalaman tapi saya akan melakukan yang terbaik."
Air teh menyembur dari mulut Daria hingga dia terbatuk-batuk.
"Apa-apaan itu? Kamu mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan pada orang lain begitu saja."
"Apa ada yang salah?" kata Sonya datar sementara Casandra tersenyum menyeruput tehnya tanpa terganggu sedikitpun.
"Tidak biasanya Sonya menggoda seseorang, aku harap Adi bisa menerima tawarannya."
"Tawaran jidatmu, aku berfikir ada apa dengan orang-orang yang kutemui di tempat ini."
__ADS_1
"Maaf jika aku membuat Anda tidak nyaman."
"Yah bukan begitu, hanya saja aku akan menerima efek buruk jika melakukan itu."
Casandra melirik ke arah Daria dan ia tahu efek seperti apa yang terjadi.
"Yap, kurasa kamu harus menahan diri dulu Sonya, biarkan Adi menikah dengan orang yang dicintainya dulu sebelum kamu meminta sesuatu seperti itu."
"Dimengerti."
Adi merasa tidak ada yang mendengarnya bahkan setiap saat dia harus diuji untuk menahan dorongan menyentuh wanita di dekatnya.
Adi menyeruput tehnya untuk menenangkan diri saat Casandra mulai mengeluh.
Adi tersenyum masam menanggapi, sekilas Casandra seperti seorang yang suka melatih seseorang bertarung, namun sesungguhnya tidak demikian. Dia hanya ingin membuat Adi kuat agar ketika waktunya tiba mereka berdua bisa bertarung secara habis-habisan. Adi terbilang maniak bertarung namun jauh dari itu Casandra berada di atasnya.
Dia super maniak bertarung sesungguhnya.
Rasa sakit seolah menyeruak dari perut Adi seolah ia ingin memuntahkannya dari mulut, tentu itu hanya perumpamaan yang bisa digambarkan darinya.
"Ngomong-ngomong aku dengar saat musim dingin tiba kau akan pergi lagi dari sini?"
__ADS_1
"Impianku adalah berpetualang, aku rasa aku akan pergi ke kota Signe."
"Kota itu kah, kota yang diisi para petualang kuat yang ada di wilayah kerajaan Starpiest... kudengar itu wilayah tropis jadi tidak ada salju turun di sana."
"Benar, saat melawan kaisar aku tidak cukup baik dalam bertarung jika aku bisa bertemu dengan orang-orang kuat aku harap aku bisa meningkatkan kemampuanku."
Daria hanya mengawasi pembicaraan keduanya.
"Bagaimana kalau aku ikut, kita bisa berlatih juga?"
"Jika nyonya melakukannya, tuan Adi tidak akan fokus untuk meningkatkan pengalamannya dari orang-orang berbeda... lagipula Anda mungkin akan mengganggu pekerjaannya yang lain, dari yang saya lihat kemungkinan tuan Adi memiliki hal lain untuk dilakukan di sana."
"Kurasa kamu benar."
Giliran Casandra yang dituntut untuk menyerah.
"Musim dingin ini akan membosankan," katanya pelan.
"Di musim dingin semua orang dilarang keluar jadi mohon untuk bersabar," potong Daria.
Mereka sedikit khawatir namun sejujurnya Adi sudah punya rencana untuk mengatasinya.
__ADS_1
"Sonya selalu menemaniku kemanapun hingga ia jarang ke tempat berbeda, bisakah kau membawanya juga?"
Adi ingin menolaknya akan tetapi akan buruk jika dia melakukan penolakan dua kali terhadap orang yang sama di waktu yang sama pula jadi ia menerima permintaan Casandra, setelahnya hanyalah obrolan ringan bersama.