Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 122 : Jebakan Sesungguhnya


__ADS_3

Seolah ditarik oleh kenyataan, Yuela mengesampingkan masa lalunya untuk terus menaiki menara. Dia merasakan hawa dingin yang mencekam di salah satu lantai dan menemukan bahwa ada dua bongkahan es yang masing-masing memenjarakan satu orang.


Tidak sulit untuk mengenali siapa di antara salah satunya, dia adalah Rinko dan yang lain mungkin seseorang yang disebut Zirah Es.


Apa sebaiknya aku tolong?


Yuela hendak mendekat ke arah Rinko sembari menarik pedangnya akan tetapi bongkahan tersebut telah lebih dulu hancur dengan sendirinya.


"Yuela, kenapa kau ada di sini?"


"Tentu saja aku perlu naik ke atas menara ini bukan?"


"Dengan kata lain kau sudah selesai melawan orang sebelumnya."


Rinko membenarkan kacamatanya lalu mengambil pedang yang tergeletak di lantai sebelum menyarungkannya kembali.


"Apa dia sudah mati?"


"Iya."


Bongkahan es tersebut hancur termasuk Zirah Es di dalamnya, yang terlihat sekarang hanyalah butiran kristal yang mulai berjatuhan.


***


Di lantai 80 Adi bisa merasakan bahwa kakinya mulai terasa kelelahan, wajar jika menara sebesar ini dilaluinya dengan berjalan kaki efeknya akan seperti ini.


"Sebaiknya kamu beristirahat dulu Adi, bagaimana kalau makan puding?" ucap Mesna dengan nada khawatir yang patut dipertanyakan.


"Bahkan di saat seperti ini, kamu tetap melakukan modus."


"Aku tidak mengerti apa maksudmu?"

__ADS_1


Adi ingin membantah akan kepura-puraan Mesna namun dia memilih untuk menyerah sembari memesan beberapa puding untuk dimakan olehnya juga. Ketika dia duduk bersantai Yuela dan Rinko menemukannya selagi menatap dengan tatapan dingin seolah itu juga bisa menembakkan laser untuk membunuh seseorang.


"Ugh, kelihatannya kalian marah akan sesuatu?"


Rinko dan Yuela sudah bertarung cukup sengit sementara Adi sejauh ini hanya melalui semuanya dengan lancar terlebih dia bisa terlihat santai dengan banyak makanan di sekitarnya.


Rinko dan Yuela memegangi lengannya sembari tersenyum mengerikan.


"Aku mengerti, aku mengerti, aku juga akan berbagi! Tolong lepaskan tangan kalian."


Adi merasa nyawanya akan terancam jika dia tidak melakukan itu, di depannya pemandangan gadis biasanya terlihat cukup menghangatkan hati.


Ternyata mereka juga bisa terlihat seperti gadis pada umumnya, katanya dalam hati.


Selepas beristirahat mereka akhirnya sampai di lantai 100, seharusnya akan ada seseorang yang menunggu mereka di dalam dan ketika itu dibuka sosok yang mereka pikirkan tengah duduk sembari menopang pipi tampak kesal.


Yue Ling atau di dalamnya adalah raja iblis Shion.


Yuela dan Rinko menarik pedang mereka begitu juga Adi, awalnya mereka belum menyadarinya sampai beberapa saat kemudian mereka tahu apa yang terjadi.


"Rinko?"


"Aku tahu, ruangan ini adalah kekai.... itu menyerap energi mana kita."


Shion menyeringai.


"Aku tidak perlu repot-repot membuat jebakan karena aku yakin bahwa dengan hanya ini juga itu cukup melemahkan kalian."


Adi melihat tangannya dan ia juga bisa tahu bagaimana mana di tubuhnya mulai terhisap. Itu tidak akan membunuh ketiganya hanya saja mereka hanya bisa menggunakan 10 persen dari kekuatan sesungguhnya.


Singkatnya ruangan ini akan terus menghisap energi mereka, semakin banyak yang dikeluarkan maka semakin banyak pula yang dihisap.

__ADS_1


"Merepotkan."


Dari bawah lantai menyeruak tangan bayangan yang sekaligus menyerang keberadaan ketiganya hingga melompat menghindar.


Sementara Yuela dan Rinko mengatasinya, Adi memilih untuk menghancurkan dinding ruangan ini akan tetapi pedangnya seolah terpantul oleh sebuah pelindung.


"Pelindungnya lebih kuat dariku."


Yuela melemparkan pedangnya ke udara sama seperti yang terjadi pada pedang Adi, pedangnya sendiri terpantul kembali sebelum terbang ke tangannya sedia kala.


"Ini buruk Rinko."


"Aku akan melakukan sesuatu."


Rinko hendak mengambil pedang Izanagi dan Izanami namun bayangan dari pantulan dirinya lebih dulu mengambilnya lalu melemparkannya ke arah jendela, kedua pedang itu menembus pelindung lalu keduanya ditangkap oleh iblis yang terbang di sana. Dia tidak mengenakan pakaian apapun dan hanya telanjang apa adanya.


"Kerja bagus Shion, dengan begini aku mendapatkan dua pedang ini."


"Kau?"


"Biar aku perkenalkan, namaku Orpelia raja iblis yang mewakili nafsu, salam kenal."


Ketiganya memasang wajah terkejut. Sosok yang lebih kuat bahkan melebihi Primordial Demon muncul di depan mereka. Arc Demon sudah lebih buruk dan sekarang musuh mereka bertambah. Atau sejujurnya tidak demikian.


Orpelia sendiri tampak tidak menaruh minat bertarung saat ini.


Shion menyela.


"Aku sebenarnya tidak ingin bekerja sama dengan orang sepertimu, akan tetapi kau mengatakan pedang itu sangat berbahaya."


"Pedang ini bisa memutar waktu dan mengubah kenyataan, walau iblis tidak bisa menggunakannya paling tidak kita bisa mengurangi kekuatan tempur manusia, aku akan mengambil ini... jangan khawatir kekainya akan aktif selama seharian, kau bisa membunuh mereka sebelum itu, sampai nanti."

__ADS_1


Orpelia terbang semakin menjauh memberikan penderita yang lebih menyulitkan untuk ketiganya.


__ADS_2