Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 42 : Pengembangan Desa Tahap Tiga


__ADS_3

Tiga hari semenjak para Dwarf tinggal di wilayah khusus, menjadikan desa yang kecil semakin jauh lebih besar. Melty dan Daria mulai membahas soal pemasukan desa ini, dengan kata lain sebuah perdagangan.


Untuk masalah setiap ras telah terselesaikan, adapun rinciannya seperti ini.


Elf membuat kerajinan sembari mengajari beberapa pekerja baru.


Harpy dan Lamia bisa bekerja di ladang untuk penanaman sayuran dan buah-buahan, sedangkan para Dwarf membuat perkakas pertanian termasuk senjata seperti pedang, tombak dan perisai. Untuk senjata sendiri mereka hanya berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan di sini.


Daria memberikan usulan.


"Aku menyarankan kita merekrut orang untuk membentuk tim dagang yang berpergian ke setiap kota di wilayah kerajaan Erdan ataupun demi-human."


Melty menyela sebagai tanggapan.


"Itu memang rencana bagus tapi mengingat bahwa keadaan setiap wilayah tidak pasti hal itu tidak bisa kita lakukan, para pedagang kemungkinan harus bergerak sembari mempertaruhkan nyawanya, kita tahu pasukan raja iblis selalu muncul tanpa terduga."


"Itu akan jadi sulit, kalau begitu bagaimana kalau kita menyewa tempat saja? Semacam pertokoan di ibukota demi-human atau Erdan."


"Kurasa itu bagus."


Keduanya mengalihkan pandangan ke Adi dan ia menyetujuinya dengan sedikit perubahan.


"Kita tidak akan membuat toko untuk kerajaan Erdan hanya di ibukota demi-human saja, utusan kerajaan sering datang kemari aku rasa itu sudah cukup."

__ADS_1


"Jadi kau berfikir lebih mengembangkan perdagangan di wilayah demi-human?" atas pernyataan Daria, Adi mengiyakan.


"Demi-human tidak terlalu banyak memiliki tanah subur, kita memiliki keuntungan untuk itu, tentu saja kita tidak akan mengambil keuntungan tinggi, hanya menjual dengan normal."


Daria dan Melty menyetujuinya lalu meminta Misa dan Elsa yang melakukannya. Mereka berdua adalah demi-human terlebih mereka ahli dalam segala hal.


"Kalau begitu, aku mengandalkan kalian," kata Adi di gerbang masuk desa.


"Apapun yang tuan inginkan aku akan melakukannya," Elsa seperti biasa selalu menggoda Adi dengan bentuk dadanya sementara Misa terlihat pemalu.


"Aku akan berjuang."


"Jika berhasil aku akan membuatkan menu spesial untuk kalian berdua."


Keduanya naik ke atas kereta sebelum akhirnya menjauh begitu saja. Adi meregangkan tangannya sembari berkata.


"Masih banyak pekerjaan tapi akan aku lakukan setelah tidur siang."


Ia memilih berjalan ke penginapan yang selalu dihuni oleh tamu, jika di kantor Daria kemungkinan akan menyeretnya lagi.


Sudut pandang Misa.


Hari ini aku dan Elsa diminta untuk pergi ke ibukota demi-human, jujur saja semenjak aku dijual sebagai budak aku tidak berfikir akan kembali menginjakan kaki di tempat tersebut, sama seperti Elsa kami berdua sesungguhnya hanyalah korban dari pasukan raja iblis.

__ADS_1


Semenjak iblis menghancurkan rumah kami, kami tidak punya tempat tinggal dan makanan, satu-satunya yang kami bisa lakukan menawarkan diri menjadi budak. Itu terdengar seperti rencana gegabah namun kami beruntung bisa memiliki tuan yang baik seperti saat ini.


Tidak sepertiku, Elsa sempat mendapatkan tuan yang buruk hingga sebelumnya dia mendapatkan siksaan yang kejam, jika ia menaruh banyak perasaan pada tuan kami yang sekarang, aku sama sekali tidak keberatan.


Pada dasarnya semua orang harus bahagia termasuk Elsa yang menjalani kehidupannya lebih sulit dari anggota Shadow Hunter lainnya.


Aku duduk di sebelah Elsa yang membawa kereta sembari membersihkan senjata laras panjangku sampai Elsa berseru.


"Berhubung kita ada di wilayah Demi-human, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"


"Bukannya kita seharusnya bekerja?" tanyaku demikian.


"Aku bertanya pada tuan, katanya kita bisa berlibur tiga hari jika sudah selesai."


"Benarkah?"


"Iya."


"Kalau demikian aku akan memikirkannya setelah pekerjaan kita selesai."


Elsa mendesah pelan.


"Kamu terlalu fokus saat bekerja."

__ADS_1


Yang dikatakan Elsa mungkin benar. Tapi, aku tidak membenci sifatku yang seperti ini.


__ADS_2