Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 115 : Gerbang Pertama Menara Iblis


__ADS_3

Adi memarkirkan mobilnya di depan sebuah menara berwarna merah yang berada di pinggir laut, jika dilihat sekilas itu menyerupai sebuah menara suar akan tetapi ukurannya jauh lebih besar. Di sekitarnya tidak tumbuh apapun menjadikannya seluruhnya lapang tandus dengan tebing berbatu.


Ketiganya memasuki gerbang tersebut dan menemukan bahwa di setiap ruangan memiliki tangga spiral yang menjulang ke atas, tidak ada monster di dalamnya hanya sebuah ruangan kosong tanpa apapun.


Jelas sekali tempat ini tidak digunakan selayaknya dungeon atau hal lainnya, hanya sebuah kediaman yang dibentuk seperti ini.


Meski begitu ketiganya tidak pernah melemahkan penjagaan. Di lantai 10 akhirnya mereka bisa menemukan seorang yang memakai zirah api menunggu mereka, dia berdiri layaknya kesatria dengan pedang yang ditancapkan di lantai.


"Dari sini hanya satu orang yang tinggal dan sisanya bisa melanjutkan perjalanan ke atas."


"Kalau begitu biar aku saja."


Yuela mengajukan diri sementara sisanya mengangguk mengiyakan sebelum menaiki tangga kembali, Adi maupun Rinko bisa menebak apa yang diinginkan Shion.


Selain memisahkan mereka dia juga berharap anak buahnya bisa sedikit melemahkan semua pahlawan, jika pun mereka kalah itu akan jauh lebih baik untuknya.


Rinko berjalan di depan dan Adi mengikuti di belakang. Di lantai 20 keduanya menemukan orang yang sama seperti di lantai 10, hanya saja sekarang yang menunggu adalah Zirah Es.


Rinko meminta Adi yang melanjutkan perjalanan ke atas, baginya dia cukup tertarik saat berhadapan dengan sesuatu pengguna elemen yang sama.

__ADS_1


Adi pun mengiyakan. Mesna yang selama ini diam di dalam sistem miliknya berkata.


"Ini mengejutkan bahwa ternyata tidak ada jebakan apapun untuk kita, seolah raja iblis Shion hanya ingin bertarung secara terang-terangan satu lawan satu di tempat ini."


"Jika demikian dia sangat mempercayai kekuatan bawahannya."


"Bisa dibilang begitu."


Giliran Adi yang menemukan musuhnya sendiri yaitu Zirah Angin yang merupakan pengguna tombak yang berbeda dari dua sebelumnya.


"Aku sudah menunggumu, sekarang kita bisa bertarung sekuat tenaga."


Zirah angin melesat dengan langkah kaki cepat, Adi juga sudah memegang pedang untuk menangkis serangannya, menghasilkan percikan api ke udara.


Zirah angin melompat mundur sebelum kembali memberikan gaya tusukan lebih dari sebelumnya.


"Kau tidak ingin menyebutkan namamu sebelum bertarung?" kata Adi sembari menepis serangan tersebut.


"Kami tidak memiliki nama, kau bisa memanggilku zirah Angin atau sebagainya."

__ADS_1


Serangan mereka tertahan satu sama lain di jarak begitu dekat, Adi tidak tahu wajah seperti apa yang ditunjukkan dari orang di depannya yang jelas mungkin dia iblis yang kuat.


Keduanya melompat mundur, Zirah Angin menyelimuti tombaknya dengan angin lalu mendorongnya ke depan, itu menciptakan angin yang kuat yang bisa menghancurkan dinding menara di belakang Adi dengan sebuah ledakan besar.


Dia membalas dengan ayunan pedang yang menciptakan bilah angin, dan ketika menghantam zirah tersebut anginnya langsung memudar.


"Jadi tidak mempan."


Adi melanjutkan dengan serangan jarak dekat, dia mengambil celah dari samping dengan tebasan melintang akan tetapi Zirah Angin memprediksi lalu menahannya sebelum memutar tombaknya di lingkar pinggangnya yang menghembuskan udara untuk menghempaskan Adi ke belakang.


"Ia memiliki pertahanan kuat," kata Mesna menyela.


"Jelas sekali, kemungkinan dua yang tadi juga sama... hey, apa zirah yang kau kenakan dibuat secara khusus?"


Adi tidak berharap dia mau menjawabnya akan tetapi di luar dugaan, dia mengatakannya.


"Zirah ini tadinya dimiliki manusia dari kekaisaran, kami memperbaikinya dan meningkatkannya sedemikian rupa dalam penggunaannya."


Bisa dikatakan bahwa iblis juga mengambil pengetahuan dari manusia membuat mereka semakin berkembang.

__ADS_1


__ADS_2