
Selama pertarungan goresan besar muncul di setiap sudut perahu memungkinkannya tidak akan bertahan cukup lama, sebuah tendangan menghantam Yuela hingga dia menembus sisi pengendali perahu.
Di saat yang sama pedang dengan bilah mengkilap baru saja melukai pipi Rinko saat dia menghindar lalu menyerang kembali sebagai gerakan antisipasi. Pedangnya mengeluarkan udara dingin memungkinkan untuk membekukan lantai perahu ini walaupun targetnya mundur.
Draken menaikan pedangnya lalu menjatuhkannya dengan hembusan angin, satu gerakan itu membelah perahu menjadi dua bagian sementara dirinya segera menghilang untuk muncul di tanah.
Rinko menyarungkan pedangnya lebih dulu untuk membantu Yuela yang terjebak, dia meraih tangannya walaupun dirinya juga jatuh mengikuti reruntuhan di sekitarnya lalu memeluk Yuela.
Adegan sesama gadis yang berpelukan memang terlihat indah untuk disaksikan. Terlepas dari itu Rinko menggunakan beberapa lingkaran sihir untuk membantunya mendarat dengan aman.
"Well, itu gerakan yang bagus untukmu, lalu bagaimana dengan ini?"
Empat bilah angin diayunkan dari senjata Draken, itu membelah tanah menjadi sebuah gelombang kehancuran. Yuela yang tidak ingin dibantu terus menerus menarik pedang emasnya yang bersinar, dengan satu ayunan mematahkan serangan Draken walaupun imbasnya meledak di tengah pertempuran yang terjadi.
Draken tersenyum masam setelah dia mengingat pedang seperti apa yang dipegang oleh Yuela.
"Pedang emas itu tersegel di atas batu, mengingat bahwa seorang gadis biasa bisa menariknya, benar-benar tidak masuk akal."
Rinko menatap Yuela yang terdiam tanpa membalas pernyataan tersebut. Pedang di tangannya mengeluarkan cahaya keemasan lalu membentuk dirinya menjadi tubuh dari seekor ular naga.
Kekuatan pedang emasnya berada di bentuk maksimal hingga Rinko bisa menyadari mungkin ini akhir pertempurannya.
__ADS_1
"Pedang ini telah membawa perubahan pada hidupku dan sekarang akan membawa perubahan yang sama pada dunia ini," katanya demikian.
Yuela mengayunkan pedangnya, mengikuti gerakan tersebut ular naga menerjang maju dengan kecepatan tinggi, beberapa kali menghantam pedang Draken sebelum pedangnya hancur, mulut naga yang meraung menggigitnya, membawanya menghantam bebatuan di sekitarnya sebelum ditarik ke atas langit. Bersamaan teriakannya tubuhnya hancur begitu saja.
Semua pertarungan yang sebelumnya terjadi segera terhenti, para Demonic menjatuhkan senjata mereka tanda menyerah. Alex sendiri tidak ingin berhenti sebelum akhirnya Lidia mencengkeram kepalanya jatuh ke tanah.
"Guakh."
Berfield dan Markes saling berbisik.
"Aku penasaran apa sebenarnya hubungan mereka?"
Para Demonic ditangkap dan akan diadili di wilayah kekaisaran, pada dasarnya Starpiest tidak memiliki wewenang untuk menghukum mereka jika kekaisaran terlibat, aturannya sendiri mengatakan kekaisaran berhak mengambil alih urusan raja iblis atau kaki tangannya jika itu diperlukan.
Beberapa hari berikutnya kelompok Adi telah keluar dari dungeon tersegel, tidak seperti sebelum kini ada satu orang tambahan bernama No.11 yang mengikuti mereka. Untuk dungeon sendiri akan ditinggalkan begitu saja.
Tepat saat mereka memasuki alun-alun kota Signe, Kelompok Rinko serta kelompok Yuela menghentikan mereka dari arah berbeda.
Rinko melangkah ke depan sembari meletakan tangannya di pedang. Aizen yang panik bertanya.
"Tunggu sebentar, ada apa ini?"
__ADS_1
Rinko membalas dengan datar.
"Adi menjauhlah dari gadis itu, dia berbahaya."
"Dia pewaris kekaisaran, bukannya kamu membutuhkannya."
Adi bergerak ke depan sementara itu Yue Ling tertawa sembari meletakan tangannya di wajah. Itu membuat semua orang terkejut bahkan untuk Yuno sendiri. Hanya dalam hitungan detik semua orang terlempar ke segera arah termasuk merusak rumah-rumah di sekitar. Sesuatu telah menghempaskan mereka atau lebih tepatnya dua buah tangan raksasa dari bayangan muncul di bawah kaki Yue Ling.
"Sungguh menyenangkan mengawasi kalian para manusia, aku benar-benar tertarik bagaimana kalian selalu bekerja sama dalam mengatasi segala hal dan itu memang pantas untuk dihancurkan."
Sebuah kursi tahta muncul di belakang Yue Ling dan dia duduk di atasnya sembari menyilangkan kakinya.
"Apa-apaan ini?" tanya Adi yang dijawab dengan senyuman kecil.
"Tubuh ini milik Yue Ling akan tetapi di dalamnya bukanlah dia, biar aku perkenalkan diriku... namaku Shion, salah satu raja iblis dari sekian raja iblis yang ada."
Rinko dan Yuela menerjang maju termasuk kelompoknya namun itu hanya berakhir dengan mereka dijatuhkan oleh tangan-tangan bayangan yang mencengkram mereka ke tanah.
"Jika aku bertarung saat seperti ini, itu akan terlalu mencolok, begini saja.. Hoshimiya Rinko, Adi Yudistira dan juga Yuela Amnesta datanglah ke menara iblis di perbatasan dua Minggu setelah salju mencair hanya kalian bertiga, aku akan menyambut kalian di sana dan mengakhiri semuanya... tentu saja, jika kalian peduli dengan tubuh gadis ini... jika aku membunuh kalian kemungkinan besar aku bisa menjadi raja iblis yang menyandang dosa mematikan dan prestasiku jelas akan diakui raja iblis lainnya."
Bayangan menelan keseluruhan tubuh Shion dan kemudian menghilang seutuhnya tak tersisa. Bagi Adi semuanya terlihat tidak masuk akal, dia memerlukan seseorang untuk menjelaskan semuanya.
__ADS_1