
Sekembalinya ke wilayah khusus Adi memperkenalkan no.11 pada semua orang, dia diterima baik dan juga ia malah langsung diajari berbagai permainan yang sebelumnya menjadi hits di tempat ini, itu meliputi catur, ular tangga dan lainnya.
Adi yang mengawasi dari kejauhan tersenyum masam, sudah jelas semua orang di tempat ini ingin membuatnya frustasi akan kekalahan. Sayangnya hal yang mereka inginkan tidak pernah terjadi, hanya sekali main No.11 tidak terkalahkan bahkan oleh Yorin yang dikenal sebagai jenius.
Adi melirik ke arah sudut ruangan dimana Melty, Daria, Brietta dan juga Mesna terduduk memeluk lutut frustasi, di sudut lain anggota Shadow Hunter juga mengalami hal sama.
Untuk No.11 dia tersenyum cerah.
"Permainan ini sangat mudah, apa ada lagi yang bisa aku mainkan?"
Dia monster, Adi juga berharap bisa menghindari permainan apapun saat berhadapan dengan No 11.
Di hari berikutnya di ruangan khusus di kediaman Daria, Adi telah memanggil tim inti Shadow Hunter yang terdiri dari Mebel, Elsa, Yorin, Kamui, Misa dan terakhir Vern.
Vern sendiri diputuskan untuk bergabung ke dalam Shadow Hunter inti karena memiliki banyak kontribusi terlepas kepribadiannya yang sedikit eksentrik.
Dia berpose seperti biasanya.
"Yataa, apa ini waktunya kami menjalankan misi khusus?"
"Sudah jelas kan, kuharap Elsa tidak merepotkan kita."
"Ara, Mebel... bukannya kamu yang belakangan ini merepotkan, apa kamu masih menstruasi."
"A-apa yang kau katakan?"
__ADS_1
Yorin dan Misa menambahkan.
"Sudah lama aku merindukan suasana seperti ini."
"Aku akan berjuang."
Adi jelas merasa dirinya benar-benar sudah ada di rumah. Dia mulai menjelaskan.
"Apa dari kalian sudah mengenal pahlawan Yuela Amnesta?"
Elsa yang lebih dulu menjawab.
"Pahlawan itu kah, dia tidak mencolok jadi kami berfikir tidak ada yang menarik padanya, dia juga dikenal hanya melindungi orang-orang di perbatasan saja."
"Sesungguhnya aku bertemu dengannya beserta Rinko di kerajaan Starpiest."
"Apa kami harus turut ikut serta juga?"
Adi menggelengkan kepala atas pertanyaan Kamui yang membuatnya sedikit kecewa.
"Aku punya sesuatu yang lain yang ingin kalian lakukan yaitu membantu pahlawan Yuela, hanya sekedar misi yang biasa kalian lakukan, mengambil alih wilayah menara surga."
Mebel berdeham sekali.
"Masih ada waktu sampai salju mencair, mari kita hubungi anggota lainnya untuk mempersiapkan diri."
__ADS_1
Vern memotong.
"Kalau begitu urusan pengintaian aku yang ambil alih."
"Kamu dan Elsa yang melakukannya," kata Adi dan keduanya mengangguk mengiyakan.
Untuk sisanya menyiapkan peperangan yang akan dimulai nantinya.
Setelah kepergian semua orang Adi bersandar pada kursinya selagi menarik nafas panjang, Daria muncul dengan teh yang dia taruh di dekat Adi.
"Kerja bagus untuk hari ini, ini hadiah dariku."
"Kau tidak mencoba memasukan hal aneh-aneh kedalamannya kan?"
"Yah sudah jika tidak mau."
Adi segera menghentikan gelas teh yang akan ditarik kembali oleh Daria.
"Aku cuma bercanda."
Daria duduk di sebelah Adi selagi menjatuhkan wajahnya di meja, menatap Adi dengan bola mata besarnya.
"Ada apa? Aku peringatkan tidak ada kenaikan gaji."
"Kau pikir aku mata duitan, yahh... aku hanya senang bahwa kamu telah kembali lagi kemari."
__ADS_1
Adi tersenyum masam sembari bergumam dalam hatinya, jangan bilang bahwa Daria telah menumpuk banyak pekerjaan yang harus aku lakukan besok.
Daria sendiri tidak mengatakan apapun seolah hanya menikmati momen berdua itu dalam kesunyian.