Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 111 : Latih Tanding


__ADS_3

Di tempat lain Adi masih disibukkan dengan latihannya yang sangat keras, kini setelah dua hari akhirnya dia tidak perlu terbaring lagi di lantai walaupun untuk bisa berdiri sangatlah terasa mustahil untuk dilakukan saat ini.


Adi menguatkan dirinya dan setelahnya dia terbaring kembali di lantai, adapun yang bersantai dengan segelas teh di tangannya hanyalah Casandra yang mengawasi.


Di berkata setelah mengingat sesuatu tentang salah satu muridnya.


"Aku baru ingat, Karina memiliki satu yang bisa membuat seseorang tidak terpengaruh Demon Eye, kurasa gadis bernama Yuela yang kau katakan tersebut tidak akan pergi sia-sia."


"Itu melegakan, aku meminta para Shadow Hunter juga turut membantunya, hanya sebatas membuka jalan untuk masuk ke dalam menara."


Casandra bisa mengerti hal itu, para iblis takut ada sesuatu yang bisa memutar balikan keadaan mereka dalam peperangan, semenjak Sage dikalahkan mereka jauh lebih waspada.


Dua hari berikutnya Adi mulai bisa berdiri, dia mencoba untuk berjalan dan hanya beberapa langkah yang bisa diambil.


Setelah salju mencair Adi baru bisa menahan tekanan di ruangan ini dan pelatihan yang dia lakukan adalah menyesuaikan semuanya dalam pertarungan, tidak melawan Casandra melainkan Sonya sebagai lawan latihan.


Sonya mengayunkan pedangnya dengan dua tangan, Adi menahannya dan di saat yang sama dirinya sedikit terpental ke belakang.


Sonya yang tidak memberikan lawannya mengambil istirahat kembali mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.

__ADS_1


Dentrang!


Percikan dari dua logam yang berbenturan tercipta bersama tubuh Adi yang terlempar menabrak dinding. Dia bisa merasakan punggungnya terasa sakit.


"Anda baik-baik saja?"


"Iya."


Adi menerima uluran tangan Sonya yang membantunya berdiri.


"Tidak disangka, Sonya sudah terbiasa di ruangan ini."


"Saya sudah cukup lama berlatih di sini juga, lebih dari itu."


"Saya menghabiskan waktu sampai 10 tahun di masa lalu, tapi tuan Adi bisa melakukannya hanya beberapa hari bahkan beberapa Minggu, tuan yakin manusia? Mungkin Anda elf juga."


"Yah, aku manusia," balasnya tersenyum masam.


Casandra memotong dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Kau sudah mengambil waktu latihan cukup lama, aku sarankan untuk mengambil waktu istirahat."


Adi jelas menolaknya, pertama dia hanya memiliki dua Minggu untuk pergi ke menara iblis serta tidak ada jaminan dia tidak akan bertemu dengan pengguna mata tersebut.


Setelah berisitirahat sebentar Adi mulai kembali melakukan latihan, setiap hari Sonya hanya bisa melawannya dua kali sehari, pagi dan malam, di sela jam tersebut Adi akan berlatih sendirian.


"Mohon bantuannya untuk hari ini juga Sonya."


"Saya akan melakukan yang terbaik."


Mereka saling berhadapan lalu setelahnya sama-sama melesat maju, kedua pedang mereka saling berbenturan di udara, Adi menyadari bahwa dengan satu pedang dia tidak akan bisa mengalahkan Sonya karena itu ia menambah satu pedang lagi di tangan kiri, ketika Sonya menebas dia segera menyilangkan pedangnya untuk menahannya.


Udara berhembus ke sekeliling membuat Casandra harus kehilangan gelas teh di tangannya.


"Tehku yang berharga," teriaknya namun tidak ada yang memperdulikannya. Semenjak ada Sonya, Casandra sendiri nyaris tidak ikut terlibat melatih Adi secara langsung.


"Adi mungkin kamu harus menggunakan enam pedang seperti Rinko?" katanya menyela.


"Aku tidak mungkin bisa melakukannya."

__ADS_1


Adi terdorong ke belakang lalu dengan gerakan berputar yang dibarengi tendangan, Adi terhantam kaki Sonya diperut dan sekali lagi ia terlempar ke belakang.


Jelas sekali Sonya tidak menahan diri, dia bertarung dengan semua apa yang dimilikinya.


__ADS_2