
Di tempat lain Yuela Amnesta telah menerobos api di depannya tanpa ragu, dia mengayunkan pedangnya akan tetapi sosok musuhnya yang dikenal sebagai Zirah Api dapat menghindarinya dengan melompat ke atas begitu tinggi, dari sebelumnya dia menggunakan pedang kini berubah menjadi busur, ketika kakinya menyentuh langit-langit ruangan tersebut dia melesatkan panah api yang dengan tepat meluncur di atas kepala Yuela.
Yuela sendiri tidak begitu lengah untuk dapat dilukai begitu saja, di detik terakhir dia membenturkan panah tersebut dengan pedangnya.
Ketika debu dan asap di sekelilingnya menghilang Yuela telah membuat pedangnya bersinar keemasan lalu dia menembakannya seperti sebuah laser. Zirah Api mengelak dengan melompat jatuh ke bawah naas baginya bahwa Yuela tidak melewatkan kesempatan tersebut, dia muncul di depan Zirah Api lalu memberikan tebasan beruntun.
Beberapa bisa ditangkis saat dia jatuh dan sisanya benar-benar melukai tubuhnya sebelum keduanya melompat untuk saling menjaga jarak.
"Benar-benar pedang yang mengerikan," katanya frustasi.
Fakta pedang itu tidak melukai zirahnya memang benar, akan tetapi pedang itu secara tidak terduga melukai tubuh di dalamnya secara langsung.
Pedang yang memiliki efek untuk menembus zirah besi.
"Walau mengerikan pedang ini sangat ampuh untuk membunuh iblis seperti kalian."
Zirah Api kembali melesatkan beberapa panah akan tetapi semuanya ditebas seperti sebelumnya.
Wosss.
Bam.
Bam.
__ADS_1
Bam.
Yuela menghancurkan lantai pijakannya untuk melesat maju dengan kecepatan tinggi, sebelum Zirah Api sempat mengganti pedangnya kembali Yuela sudah lebih dulu menghabisinya membuatnya tumbang sekejap mata.
"Bahkan aku tidak memiliki kesempatan untuk melawanmu."
Yuela tidak menjawabnya, baginya pertarungan seperti ini sudah sering dia alami. Dia gadis yang dikenal membunuh ribuan iblis dan monster seorang diri bahkan ketika umurnya masih sangat muda, dia bukan pahlawan dari dunia lain walaupun demikian dia masih memiliki status kekuatan cukup kuat jika itu diperuntukkan untuk berhadapan dengan raja iblis.
Ketika ia kembali bergerak sebuah pedang menembus perutnya dari belakang. Dia memuntahkan darah sebelum pedang tersebut ditarik kembali.
Ia memastikan siapa pelakunya dan jelas bahwa musuh yang sebelumnya dia kalahkan masih terbaring di lantai.
Yuela merasakan gerakan yang tiba-tiba datang ke arahnya, kilatan cahaya tercipta di udara saat dia membenturkan pedangnya dengan sesuatu yang tidak tampak sebelum akhirnya dia melihat bahwa sosok Zirah Emas muncul sedikit jauh darinya.
"Benar-benar licik," katanya singkat.
Yuela merasakan tubuhnya sedikit berbeda dari sebelumnya, dia tidak bisa menggerakkan tangannya dan kakinya juga ikut gemetaran.
"Pedang ini telah diracuni olehku, bahkan jika dia memiliki resistensi racun sangat tinggi dia tidak akan bisa menahannya."
"Pedangmu berwarna emas itu akan cocok jika aku yang menggunakannya."
Zirah emas berjalan dengan santai namun Yuela memilih untuk tidak menyerah jadi dia menebas ke arahnya, Zirah Emas yang terkejut melompat sebelum tubuhnya menghilang di udara, jika diibaratkan zirahnya memiliki kemampuan yang sama dengan pakaian yang digunakan anggota Shadow Hunter walaupun pakaian Shadow Hunter lebih ke arah erotis untuk digunakan wanita.
__ADS_1
Hanya suaranya yang masih terdengar.
"Tidak terduga kau masih bisa bergerak, aku sebaiknya harus membunuhmu dulu sebelum.."
Srak!
Satu tangan Zirah Emas telah terbang ke udara, dia tidak tahu apa yang terjadi meski begitu dia hanya melihat bahwa Yuela masih berdiri di sana.
"Bagaimana bisa?"
"Apa tebasanku lebih cepat dari apa yang bisa kau lihat."
"Bukan itu, kenapa kau tahu keberadaanku?"
"Sudah jelas karena aku terlahir seperti itu."
Zirah emas yang kehilangan momentum menerima tebasan berikutnya dari Yuela sampai dia ditumbangkan.
Yuela sendiri tampak terengah-engah dengan wajah kesakitan yang semakin pucat.
"Percuma saja, racunnya sudah menyebar hanya menunggu waktu sampai kau mati."
Yuela tidak menjawabnya melainkan menembuskan pedangnya pada dirinya sendiri, pedang tersebut bersinar kemudian menyembuhkan tubuhnya secara otomatis.
__ADS_1
"Bagaimana bisa pedang memiliki kemampuan seperti itu?"
Sampai kematiannya datang. Zirah Emas tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya.