
Dua melompat ke udara dua menyerang dari kiri dan kanan sementara dua lagi menyerang dari depan. Gerakan mereka saling bersinambung menghasilkan kilatan dari tebasan mereka. Adi sendiri tidak yakin mana Rinko yang asli sekarang.
Trang.... Trang... Trang.. Dentrang.
Tubuh Kaisar telah dilapisi semacam besi baja, itu menangkis seluruh tebasan Rinko membuatnya kesulitan untuk menyerang. Adi sudah tahu melawan orang berkekuatan cheat memang akan menyulitkan.
Dia menyarungkan kembali pistolnya sebelum berlari sembari memunculkan pedang di tangannya untuk menyerang.
Itu bukan sebuah pertarungan adil dimana enam lawan satu kendati demikian yang jumlahnya lebih banyak malah mengalami kesulitan, dua Rinko dipukul ke samping hingga leher mereka patah, dua lagi kehilangan pedangnya sebelum dihabisi dengan sebuah pukulan.
Hanya dua Rinko dan Adi yang masih berdiri yang masing-masing memutari Kaisar.
"Sihir apa yang kau gunakan?"
"Ini hanya sihir sederhana, biar aku tunjukkan yang sesungguhnya."
Kaisar memasang kuda-kuda sembari mengangkat satu tangannya dengan gerakan meninju, ada semacam udara yang berhembus dari sekitarnya.
__ADS_1
Rinko yang menyadari hal itu, menarik Adi untuk segera keluar dari istana lebih tepatnya dua Rinko. Rinko menciptakan sepatu es dan dengan itu ia meluncur di lantai yang membeku.
Ketika hantaman pukulan terdengar sebuah gelombang layaknya tsunami muncul, yang membedakan semua gelombang itu tercipta dari sebuah tanah, material bangunan serta yang lainnya. Di depan pintu mereka terhempas ke depan menelan tanah, satu Rinko lenyap dan Rinko lain membantu Adi untuk berdiri sembari mengambil kembali pedangnya.
"Aku tidak menyangka orang yang selalu duduk di belakang, kuat seperti ini," kata Rinko demikian menatap Kaisar yang melompat keluar dari reruntuhan.
"Apa hanya ini yang kalian punya? haha, ini belum sebagian dari kekuatanku."
"Dia sangat sombong."
Adi diam-diam mengeluarkan granat di tangan lain melemparkannya ke bawah kaki Kaisar, saat itu meledak menghasilkan asap ke udara.
Dari dalam kabut dua pedang menyeruak mengincar leher Kaisar, dia mundur ke belakang menjaga jarak. Walau tubuhnya dibalut dengan baja dia merasakan pedang Rinko yang ini akan bisa melukainya.
Di sisi lain Adi telah muncul dari belakang, dia mengayunkan pedangnya dengan kekuatan besar.
Kaisar tertebas secara langsung membuatnya terlempar puluhan meter menabrak beberapa bangunan yang selanjutnya menghasilkan ledakan besar.
__ADS_1
Seiring asap yang menghilang, Rinko dan Adi berdiri bersebalahan dengan masing-masing pedang di tangan mereka.
"Yang barusan pasti menyakitkan."
"Aku menebasnya dengan kekuatan penuh, walaupun aku rasa tidak bisa melukainya dengan tepat."
Kaisar kembali menyeruak dari reruntuhan, dia menggerakkan lehernya hingga terdengar suara retakan di sana.
"Jika aku tidak benar-benar menyelimuti diriku dengan baja ini, kepalaku pasti sudah terbang melayang."
"Akhirnya kau menganggap kami berbahaya juga," balas Adi santai.
"Ya, sekarang aku benar-benar akan menghadapi kalian dengan seluruh kekuatanku."
Adi dan Rinko menatap langit dan dari sana sebuah meteor telah dijatuhkan, semua orang yang melihat itu mulai panik hingga berlarian keluar tidak terkecuali kelompok Rinko, para naga dan Elsa, meteor yang diselimuti api membara jatuh di tengah kota selanjutnya menciptakan sebuah ledakan yang menelan seluruh kota dalam bola raksasa, setelahnya hanya ada kawah raksasa yang sangat besar di sana.
Kaisar tersebut berdiri tanpa terpengaruh oleh serangan tersebut, ia mendecapkan lidahnya saat melihat sebuah bola besi telah berada di mana Rinko dan Adi sebelumnya berdiri.
__ADS_1
Bola besi tersebut terbuka menampilkan keduanya yang terlihat baik-baik saja.
"Benar-benar merepotkan," gumam pelan Kaisar tanpa terdengar siapapun.