Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 32 : Pertemuan


__ADS_3

Ketika kecil Natasya selalu bermain sendirian di dalam hutan, karena ia merupakan gadis tomboi ia tidak terlalu disukai teman sebayanya yang membuatnya berakhir seperti ini.


Ia akan mengumpulkan banyak hewan di dekatnya dan bermain dengan mereka, tentu saja hewan di sini bukan hewan yang menggemaskan melainkan sesuatu yang disebut hewan buas.


Saat ini dia sedang bergulat dengan seekor beruang hitam dalam pertarungan satu lawan satu. Beruang tersebut menggeram sembari mendorong tubuh Natasya.


Natasya memilih untuk melonggarkan sesaat kekuatannya kemudian menggunakan kekuatan yang jauh lebih besar untuk melemparkan beruang tersebut ke sisi arena mereka.


Si beruang terlempar menghantam tanah, dia hanya mendecapkan giginya sebelum akhirnya memilih berjalan pergi.


"Sampai nanti beruang, lain kali lawan aku lagi ya," teriak Natasya melambaikan tangan.


Untuk umur 5 tahun, Natasya benar-benar telah diberkahi dengan kekuatan luar biasa. Dia membaringkan dirinya di tanah sembari menatap langit berawan dengan nada bosan.


Ketika dia menutup mata, ia menyadari bahwa dirinya telah ketiduran cukup lama hingga ia bisa mengetahui langit telah berubah kelabu. Tak perlu hitungan lama untuk tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Dengan terburu-buru Natasya berlari ke gua menghindari hujan, gua tersebut memiliki pencahayaan sendiri melalui kristal-kristal cahaya di dindingnya.


Untuk gadis seusianya tidak ada rasa takut yang menyelimuti, sebaliknya ia berjalan untuk menyisir seberapa dalam dia bisa terus masuk ke dalam gua, gua tersebut tidak memiliki apapun untuk diceritakan meski begitu ia menemukan sebuah peti mati yang kemudian dia buka dan di dalamnya ada seorang wanita berambut putih terbaring.


"Kamu tidak memiliki wajah, tidak, lebih tepatnya.. siapa yang meninggalkan mayat di tempat seperti ini."


Mayat itu menangkap wajah Natasya hingga ia berteriak.


"Dia hidup."

__ADS_1


"Siapa yang mengganggu tidurku, hmm gadis kecil?"


Ketika wanita tanpa wajah melepaskan tangannya, Natasya kecil buru-buru mundur untuk menjaga jarak.


"Siapa kau?"


"Aku, benar juga namaku Vensil raja iblis perwakilan kemalasan."


Raja iblis memang banyak tapi raja iblis yang memiliki gelar dosa mematikan sangatlah sedikit, ada tujuh dari mereka.


"Raja iblis? Apa kau berniat menghancurkan wilayah elf."


"Aku terlalu malas untuk melakukannya, lagipula aku tidak suka perselisihan, aku datang kemari karena wilayah ini yang aman dari raja iblis lainnya, aku bisa tidur dengan santai di sini."


"Wajahku, aku menghilangkannya... kau tahu, aku terlalu cantik dan itu sangat merepotkan."


Natasya tersenyum masam dengan caranya.


"Untuk sementara waktu aku terjebak di sini karena hujan tidak masalah untukku tinggal bukan, kau tidak akan membunuhku atau bahkan memakanku kan."


"Aku ini bukan iblis bar-bar kau tahu, aku hanya terlalu malas melakukan apapun jadi tinggallah semau yang kau inginkan."


Sementara Vensil membaringkan kembali dirinya dalam peti, Natasya duduk sembari melihatnya.


Dari luar dia seperti wanita pada umumnya, jika ia menghilangkan tanduknya seharusnya ada bekas di kepalanya namun tidak ada apapun yang terlihat di sana. Natasya meletakkan tangannya di dada Vensil dan menyadari bahwa dia tidak memiliki detak jantung, dengan kata lain dia sudah mati. Alih-alih disebut iblis ia lebih disebut mayat hidup.

__ADS_1


Sejak saat itu Natasya terus mengunjungi gua tersebut hanya untuk mengganggunya, tahun demi tahun mereka habiskan waktu bersama. Saat seusia Natasya telah pergi ke akademi ia akan mengunjungi gua sembari meminum teh.


"Aromanya sangat harum, jadi kenapa kau masih datang kemari? Bukannya sudah waktunya kamu pergi untuk meraih impianmu seperti yang lainnya," kaya Vensil.


"Aku tidak benar-benar memiliki impian, entahlah... bahkan aku juga tidak benar-benar memiliki rumah, kalau tidak keberatan bisakah kau mengajariku semacam sihir tertentu."


"Sihir seperti apa? Apa kau mau sihir necromancer? Sihir yang bisa mengendalikan mayat hidup."


"Sepertinya itu bagus, walaupun terdengar mengerikan, aku ingin mempelajarinya."


Setiap harinya Natasya mempelajarinya hingga suatu hari salah satu penduduk memergokinya lalu mengusirnya dari desa.


"Ya ampun, aku tidak tahu bahwa akan diusir seperti ini saat menggunakan sihir seperti itu... apa boleh buat, ini mungkin sudah waktunya aku pergi."


"Aku tidak masalah jika kau mau pergi, tapi kenapa aku juga harus ikut," teriak Vensil dalam peti.


"Tentu saja kau harus ikut, aku akan kesepian jika kau tidak ada, lagipula kau bisa bermalas-malasan di dalam sana."


"Benar-benar egois."


"Mari berpetualang bersama."


"Dasar, lalu apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku rasa aku akan menjadi petualang."

__ADS_1


__ADS_2