Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 128 : Perubahan Wolf Blast


__ADS_3

Tak perlu waktu lama untuk mereka tidak ketahuan. Kabold sendiri memiliki indra penciuman tinggi yang bisa mencium siapapun yang berada di dekatnya. Alex melompat untuk menebas dua diantara mereka sebelum beralih ke kabold lainnya.


Membayangkan bahwa anak kecil sudah seperti mesin pembunuh mungkin sesuatu yang tidak ingin dilihat siapapun. Satu persatu Kabold ditumbangkan bahkan sebelum mereka bisa membalas hingga bos yang selama ini berdiam diri muncul.


Kabold tersebut memiliki tinggi enam meter dengan tubuh kekar serta berpenampilan sangar, di tangannya dia membawa pedang besar dan ketika diayunkan melemparkan Alex menabrak dinding gua.


Itu membuktikan bahwa meski tubuhnya besar gerakannya masihlah cepat. Alex berdiri kembali untuk menyerang.


Kabold yang merasakan keberadaannya menjatuhkan pedangnya di bawah sementara Alex menghindar setipis rambut, dia mengayunkan tangannya namun Kabold juga tidak ingin kalah, dia menahannya dengan pedang yang dia tarik ke belakang.


Clang.... Clang... Clang... Trang.


Tebasan mereka menciptakan kilatan di udara.


"Hoh, Kabold ini sangat kuat, Alex apa perlu aku bantu?"


"Tidak usah, akan aku lakukan sendiri."


"Kau bisa merubah dirimu sepenuhnya, jika kau tidak bisa mengendalikannya aku akan menghentikanmu."

__ADS_1


"Cih, di saat seperti ini kau sangat bersemangat."


Bagi Lumina pengetahuan adalah hal yang ingin dilihatnya, semenjak Alex memiliki kekuatan Wolf Blast dia tidak benar-benar merubah dirinya sepenuhnya.


Alex memberikan luka di satu mata Kabold tapi tidak mempengaruhi apapun, gaya bertarung bos semakin liar dia memutar pedangnya menyerupai tornado hingga Alex kesulitan menyerang, melihat hal itu Kabold melemparkan pedangnya dan selanjutnya berlari hingga memukul tubuh Alex hingga melesat dengan keras.


Alex sendiri hanya anak-anak, satu pukulan Kabold tersebut mencakup seluruh tubuhnya. Alex mengatupkan giginya. Lumina sudah tahu bahwa Alex tidak bisa mengalahkannya hanya dengan ini, alasan mengatakan itu hanya membuatnya merasa tidak berdaya meski begitu Alex tidak ingin melibatkan Lumina dalam pertarungan seperti ini, dia kuat tapi tidak cukup kuat untuk tidak membuatnya terluka.


Tidak seperti Sage Karina Erkana yang bisa mengendalikan berbagai sihir bahkan bisa menggunakan 1.000 Grimore sekaligus, gurunya hanyalah seorang alkemis yang bahkan cara bertarungnya tidak akan cocok melawan iblis tingkat tinggi.


Aura gelap menyelimuti sosok Alex, musuhnya menyadari hal itu dan segera berlari menerjang. Dia mengirim sebuah tebasan kematian setelah mengambil pedangnya yang tergeletak, dengan hanya satu tangan Alex mampu menahannya.


"Groaaaaaaaaar!!"


Melihat perubahan itu mata Lumina terlihat mengkilap seolah anak kecil yang baru menemukan mainannya. Kabold bangkit sembari berteriak juga namun tidak lama sebelum tubuh serta pedangnya terpotong-potong oleh ayunan cakar dari Alex yang sepenuhnya berubah menjadi monster.


Dari belakangnya dua ekor muncul lalu menatap Lumina sebelum menerjang padanya.


"Kurasa itu sudah cukup."

__ADS_1


Dua bongkahan batu menjepitnya di tengah-tengah membuat Alex tidak bisa bergerak, sebelum dia semakin mengamuk Lumina melemparkan sebuah suntikan yang menusuk tubuhnya, secara perlahan tubuh Alex mengecil dan kembali sedia kala.


Lumina mendekat untuk membangunkannya.


Alex mengerang selagi memegangi kepalanya tampak kesakitan, pakaiannya telah rusak dan hanya meninggalkan sedikit kain di area tertentu.


"Yang tadi benar-benar hebat."


"Apanya yang hebat, aku kehilangan kendali."


"Hanya perlu waktu sampai kau bisa mengendalikannya, ngomong-ngomong kau perlu pakaian... mau pakai bajuku?"


"Ogah."


Alex memilih mengambil bulu Kabold yang dikalahkannya untuk menjadikannya sebagai celana walaupun terlihat aneh.


"Kau seperti memakai popok."


"Berisik."

__ADS_1


__ADS_2