Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 12 : Fenomena Alam Di Kota Pelabuhan


__ADS_3

Sudut pandang Mesna.


Malam itu aku keluar dari sistem untuk duduk di samping ranjang Adi sembari melihat bulan yang sedikit demi sedikit keluar dari kegelapan awan. Aku belum mengatakan ini bahwa aku sebenarnya bisa keluar dari sistem yang ada di kepalanya semudah saat seseorang berjalan keluar rumah.


Semenjak para pahlawan dikalahkan, aku selalu menantikan hal-hal seperti ini, terutama kenapa orang-orang yang aku kirim selalu kalah bahkan saat mereka sepenuhnya belum menunjukkan kekuatan mereka sesungguhnya.


Ini hanya dugaanku, tapi kemungkinan iblis berfikir untuk menghabisi pahlawan sebelum mereka menjadi kuat bahkan jika harus mengerahkan seluruh pasukannya.


Cara yang efektif untuk menekan kekuatan musuh tentunya, aku sekali lagi melirik ke arah wajah tidur Adi. Aku benar-benar mengandalkanmu dari sekarang jadi jangan sampai mati.


Sudut pandang Adi.


Hal yang membangunkan Adi di pagi hari adalah nyanyian burung yang bertengger di jendela yang sudah terbuka, dia menguap lebar lalu menutup jendela. Seingatnya dia sudah menutupnya dengan rapat, aneh jika jendela ini ditinggalkan seperti ini.


Adi tidak ingin memikirkannya jadi dia kembali duduk di ranjang sembari membuka jendela menunya, akan bagus jika sistem belanja online seperti sebuah pengaturan game yang membuatmu bisa menjadi lebih kuat hanya tetap berada di ruangan, sayangnya sistem yang dimiliki Adi tidak demikian, sistem ini hanya membuatnya bisa belanja apapun yang dia suka, yang mungkin membuatnya lebih baik karena dia bisa membeli senjata seolah itu memang sering diperjual belikan seperti itu.


Dia memilih katalog untuk makanan ringan, dan memilih puding.


Jika ia mengarahkan pandangan di tepi jendela menunya ada tampilan Mesna yang tertidur selagi menggulung tubuhnya layaknya seekor kucing. Adi menekannya dan Mesna berteriak terkejut.


"Kyaaa... apa yang kamu lakukan? Padahal aku sedang bermimpi jadi raja iblis."


"Maaf soal barusan, aku hanya penasaran ketika kamu disentuh apa kamu juga merasakannya."


"Kamu penasaran dengan sensasi dadaku, silahkan sentuh semaumu dan puaskan dirimu."


Adi merenggut sakit.


Ia lebih tertarik dengan pembicaraan sebelumnya.


"Mimpi jadi raja iblis, itu bukan sesuatu yang dipikirkan dewi."


"Tidak, aku terkadang ingin meluapkan kekesalan dengan menghancurkan kota."


Niat buruknya terbongkar.


Adi memilih untuk memasukan puding ke layarnya agar Mesna bisa menikmatinya. Sementara dia membeli sebuah mie cup seperti biasanya sebagai cemilan pagi.


Dia membuka penutupnya menggunakan sihir air yang dipanaskan sebelum menunggu beberapa menit untuk menikmatinya. Seharusnya para gadis sedang tidur saat ini. Mereka terkadang agak sedikit telat bangun khususnya saat mereka melakukan hal-hal gelap di malam hari.


Setelah menghabiskan sarapan paginya Adi memeriksa kamar para gadis, ia mengetuk pintu dan dari sana suara Mebel terdengar.


"Kami sedang mengganti pakaian, mohon tunggu sebentar."

__ADS_1


"Aku akan menunggu di bawah saja."


Pernyataan itu tidak mendapatkan jawaban apapun walaupun sebenarnya Elsa hendak membuka pintu ketika dia telanjang yang dihentikan semua orang.


Beberapa saat menunggu Adi bisa melihat bahwa para gadis telah turun tangga, mereka mengambil sarapan pagi di kedai sebelum berjalan-jalan di kota. Tidak ada hal yang dilakukan selain itu.


Mereka menghabiskan waktu bersama dan kembali ke penginapan setelah matahari terbenam, terkadang hujan turun cukup lama dan Adi hanya memperhatikan dari balik jendela.


Mungkin ini yang dikatakan para pemilik kapal tentang badai yang sering terjadi di tempat ini secara teratur.


Di hari ketiga badai belum reda membuat para nelayan turut kebingungan, jika diperhatikan hujan tidak pernah berhenti saat turun terakhir kali.


Kelompok Adi mendekati para nelayan dengan jubah hujan melindungi mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Bukannya seharusnya hari ini cerah."


"Aku juga tidak tahu, di laut ini hidup seekor Siren yang mengatur cuaca, kami sudah membuat kesepakatan bahwa badai hanya akan turun dua kali selama seminggu seharusnya tidak seperti ini."


Jadi itu sebabnya fenomena cuaca ini terjadi.


Elsa berkata.


"Siren ini pasti kuat hingga bisa memiliki kekuatan mengatur cuaca."


"Jika itu kurasa mudah, mari ledakan lautnya."


Beruntung bahwa para nelayan telah pergi saat Yorin dengan semangat mengutarakan keinginan terdalamnya.


"Itu bukan ide bagus untuk membuat musuh baru di tempat ini."


"Ini seolah dia tidak ingin membiarkan kita lewat, aku kesal," kata Mebel menendang tanah.


Untuk memastikan Adi memilih menyelidikinya sendiri, ia menggunakan perahu kecil untuk sampai ke tengah laut, dia tidak terlalu jauh dari pelabuhan hingga ia masih bisa melihat bagaimana para gadis menatapnya di sana.


Ada cahaya di bawah laut yang membuatnya sedikit tertarik untuk memasukan kepalanya ke dalam.


"Aku tidak bisa melihat apapun."


"Wajar saja karena letaknya cukup dalam," balas Mesna.


Adi memunculkan sistemnya untuk membeli peralatan selam, dengan menyemburkan dirinya ke dalam ia terus berenang dan menemukan seorang gadis dengan ekor ikan serta bagian tubuh manusia sedang menangis di atas seekor kerang raksasa, ia memiliki empat telinga yang terlihat seperti sirip, rambut biru serta hanya mengenakan bra dari kerang laut.


Adi ingin mengobrol tapi dia bukan seorang yang bisa berbicara di dalam air.

__ADS_1


Menyadari kemunculan Adi, gadis itu terlihat bingung, Adi memberikan isyarat untuk naik membuat gadis itu mengangguk dan berenang ke permukaan.


"Kamu pasti Siren yang dikatakan penduduk kota?"


"Apa kamu punya urusan denganku?"


"Kudengar kamu membuat cuaca seperti ini, apa kamu bisa menghentikannya."


Gadis itu melihat ke atas langit, baru akhirnya menyadari bahwa tempat ini lebih gelap dari seharusnya.


"Ah, maafkan aku seharusnya hari ini cerah, aku seharusnya tidak boleh menangis."


"Menangis? Apa cuaca seperti ini terjadi karena itu."


"Benar, aku tidak ingin membuat penduduk kota terganggu jadi aku hanya menangis dua hari dalam seminggu."


Adi menunjukkan wajah bermasalah.


Bisa-bisanya ada hal seperti ini, lebih dari itu.


"Apa kamu memiliki hobi menangis atau sebagainya?"


"Tidak mungkin aku punya hobi seperti itu.. aku hanya sesekali ingin meluapkan kesedihan, kamu tahu aku tinggal di sini sendirian.. aku sesekali ingin punya teman untuk mengobrol namun."


Perasaan buruk menusuk hati Adi.


"Jadi kenapa kau bisa ada di sini?"


"Aku terdampar kemari dari jauh, aku tidak bisa mengingat apapun ataupun namaku sendiri."


Adi pikir itu alasan kenapa dia sejak awal tidak memperkenalkan dirinya.


(Jangan bilang jiwa Adi yang ingin mengumpulkan Harem telah muncul, cepat lari gadis muda, kamu akan dimakan oleh Adi)


(Oi, jangan buat aku seperti monster atau sesuatu yang mengerikan seperti itu?)


"Namaku Adi, jika kamu mau kamu bisa ikut denganku sementara waktu."


"Apa boleh? Dengan senang hati."


(Gadis ini terlalu polos)


(Bisakah kau diam)

__ADS_1


__ADS_2