Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 135 : Sebuah Konser


__ADS_3

Demi mengabulkan keinginan Vern Adi telah masuk ke lokasi pertambangan yang kini telah berubah jadi dungeon, tempat ini dibuat untuk para petualang guild yang dikelola Riho menjadikannya lokasi utama bagi mereka mencari nafkah.


Adi tidak mengira bahwa dungeon bisa tumbuh sebesar ini.


"Lihat tuan Adi, aku menemukan satu," yang berkata demikian adalah Riho sendiri yang mengenakan seragam guild. Saat Adi bilang dia ingin menjelajahi Dungeon Riho memutuskan untuk ikut.


Bagi keduanya sudah sejak lama mereka tidak bersama.


"Sepertinya masih kurang, mari menjelajah lebih dalam."


"Baik."


Dari lantai satu sampai lima hanya diisi oleh slime yang tidak terlalu berbahaya yang dengan satu pukulan pelan langsung bisa dikalahkan.


"Tuan Adi benar-benar luar biasa, saat aku pertama kali bertemu denganmu sangat berbeda jauh."


"Apa begitu."


"Aku senang melihat bagaimana pertumbuhan Anda, terlebih Anda juga sudah menikah hueeeh."


"Kenapa kamu menangis?"


"Aku senang, walaupun sekaligus merasa kesepian sekarang tidak ada yang mampir untuk mencoba masakanku."


"Jika soal itu aku masih akan mampir."


"Benarkah? Tapi akan sedikit aneh.. bagaimana kalau kita menikah juga."

__ADS_1


Adi tampak kebingungan.


"Aku hanya berfikir mungkin suamiku dan putriku juga ingin melihatku bahagia."


Keluarga Riho sebelumnya terbunuh saat serangan pasukan raja iblis, selama ini dia selalu menutup hatinya dan baru saat ini Riho mengatakan hal demikian.


"Itu."


"Aku akan mencari kristal energi di sana."


Adi hanya tersenyum sebagai balasan. Dia menemukan kristal energi jauh lebih banyak di lantai 5 dan setelah ia merasa cukup ia baru kembali ke wilayah khusus.


"Riho, soal barusan?"


"Jangan khawatir aku akan menunggu, Anda bisa menolaknya juga."


"Aku rasa aku tidak akan menolaknya."


"Ugh, rasanya aku tidak bisa menyangkalnya."


"Jadi aku harus menjawab seperti apa?"


Riho tersenyum yang mana membuat seolah waktu di sekitar mereka berhenti untuk sesaat.


"Kalau begitu sampai nanti."


Adi merasa kesulitan untuk memahami semua orang di desanya, dia segera menemui Yorin untuk memberikan kristal yang dikumpulkannya. Semua anggota Shadow Hunter sedang berlatih jadi hanya Yorin yang tetap bekerja di dalam ruangan.

__ADS_1


"Dengan ini semuanya sudah selesai, tuan Adi bisa datang besok lagi aku pastikan sudah selesai."


"Dimengerti."


Pagi berikutnya Adi memeriksa lebih dulu para Orc yang sedang berlatih serta tembok yang sedang dibangun sebelum akhirnya kembali ke bengkel Yorin yang tidak jauh dari tempat sebelumnya.


Yorin kerap membuat keributan dengan eksperimennya karena itu dia mendapatkan bangunan khusus hanya untuk dirinya.


"Silakan dilihat tuan."


Itu hanya dua pasang kubus yang terhubung dengan kubus lainnya.


"Yang besar untuk menampilkan sementara yang kecil untuk merekam."


"Kamu benar-benar bisa membuatnya."


Adi menekan kubus kecil dan itu melayang begitu saja di udara dan berfungsi layaknya kamera, sementara kubus yang lain saat di tekan mengeluarkan gambar.


"Ini benar-benar luar biasa."


"Fufu Anda bisa terus memujiku."


Satu kubus diletakan di ibukota demi-human dan yang lain di ibukota Erdan. Saat pertunjukan idol dimulai maka rekamannya secara otomatis di mainkan di kedua tempat sebelumnya.


Kubus sendiri dilengkapi pengaman jika seseorang mengambilnya mereka akan tersengat listrik dan pingsan.


Orang-orang yang menyaksikan hal tersebut terlihat bahagia, ini semacam sebuah televisi di era fantasy.

__ADS_1


"Sebaiknya aku juga mendukung Vern sesekali."


Adi mengenakan kaos bergambar Vern sembari membawa lightstick.


__ADS_2