Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 137 : Sebuah Perencanaan


__ADS_3

"Jadi begitulah... sementara waktu aku akan menetap di sini, jadi Adi tolong rawat aku dengan baik.. tentu aku mengizinkanmu untuk membasuh punggungku setiap aku mandi."


Daria jelas menolak keras, bahkan Daria yang sudah menikah dengan Adi belum pernah melakukan itu. Hal itu juga berlaku pada Melty yang kini sedang mengatur hasil panen untuk dikirim ke ibukota demi-human.


"Adi, lakukan sesuatu? Dan juga apa itu hal yang pantas dikatakan oleh seorang Arc Priest."


"Karena inilah aku tidak suka dengannya."


"Kamu tidak akan menyesal loh, ketika mandi dengan lawan jenis akan ada hal-hal nakal di dalamnya, aku menantikannya."


"Dia sesat."


"Benar sekali, tapi itu ide bagus."


Dua orang yang sejak awal mengawasi sama sekali tidak membantu. Daria terus mengirimkan protesnya akan tetapi bisa ditepis dengan mudah oleh Flora.


"Bukannya tidak aneh jika pria menikahi banyak wanita di sampingnya, itu juga jika kami berdua tidak sengaja melewati batas."


Daria mengembungkan pipinya dan jelas dia akan mengadu pada Melty.


Adi sendiri memiliki rencana jadi selama Flora berada di wilayah khusus Daria akan mengawasinya bersama Melty jika diperlukan dengan hanya itu semuanya baik-baik saja. Walaupun ketika mereka berada di pemandian air panas. Adi selalu merasa nyawanya terancam.


Bagi Daria dan Melty jika itu orang-orang dari wilayah Khusus tidak masalah, tapi jika Flora jelas mereka penuh penolakan.


"Aku merasa mandi dengan tiga wanita benar-benar tidak masuk akal dan juga, aku malah lebih seperti pesuruh."


"Selanjutnya bagian pinggangku, area itu sedikit sensitif jadi mohon untuk lembut."


Daria dan Melty memilih mengambil alih.

__ADS_1


Adi mengutuk dirinya termasuk keberadaan dewi yang telah melarikan diri entah kemana, ada yang mengatakan ia pergi dengan Sonya jadi seharusnya itu akan baik-baik saja.


"Aku harap semuanya cepat selesai," gumamnya pelan.


Keesokan harinya Adi telah mengumpulkan semua orang untuk rapat membahas serangan pada kota suci. Bukannya takut mereka malah menyambut semuanya dengan senang.


Adi pikir ada yang aneh di sini, tapi mereka mengatakan bahwa ini kesempatan bagus untuk menghancurkan banyak iblis di kota suci, dia merasa lega sekaligus khawatir, terkadang terlalu bersemangat akan membawa seseorang pada kejatuhan. Tentu saja bersemangat di sini lebih ke arah terlalu percaya diri.


Banyak usulan yang dilontarkan para Shadow Hunter dan para naga menjadikannya sebagai diskusi hidup yang terkesan berjalan lancar, sekarang hanya harus memperkuat diri dengan peralatan terbaik saat perang dimulai.


Adi mengambil jeda istirahat di taman saat secara tidak terduga Melty duduk di pangkuannya.


"Melty?"


"Aku sesekali ingin dimanjakan jadi apa tuan Adi tidak keberatan."


Adi membelai rambutnya dari belakang.


Entah Daria atau Melty memilih memanggil Adi seperti biasanya, bagi keduanya itu terasa lebih nyaman diucapkan walaupun jika seseorang melihat mereka tidak akan percaya bahwa mereka pasangan suami istri.


Banyak orang-orang yang melihat dan itu sudah cukup membuat Adi malu untuk beberapa waktu.


Dia sudah dikenal buruk? Jadi siapa peduli.


Melty bertanya.


"Apa kita harus berciuman?"


"Aku rasa tidak baik melakukan hal seperti itu di tempat umum."

__ADS_1


"Benar."


Melty tertawa kecil sebagai tanggapan sementara Adi melanjutkan.


"Aku sebenarnya ingin segera mencari keberadaan keluarga Melty, tapi aku rasa itu harus ditunda lagi... aku minta maaf."


"Hal seperti itu tidak perlu dipikirkan, lebih dari itu bukannya tuan Adi perlu melakukan hal yang lebih penting dulu untuk dilakukan"


"Bagiku Melty lebih penting tapi aku rasa kamu tidak ingin mendengar aku mengatakan itu."


"Ya ampun apa Anda sedang mencoba nakal dengan bertingkah layaknya playboy, tolong hentikan jika iya."


"Aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan tentu saja Daria dan semua orang juga sama pentingnya."


"Anda memang playboy."


Adi menjatuhkan dirinya lemas, dan Melty tersenyum jahil.


"Aku hanya bercanda, sudah saatnya aku bekerja lagi.. aku sangat bekerja keras jadi pastikan nanti malam memanjakanku lagi.. dah."


Adi hanya melambaikan tangan dengan senyuman di wajahnya sebelum dia dikagetkan oleh Casandra yang tidak terduga muncul di sebelahnya.


"Hubungan suami-istri sangat membuat iri."


"Sejak kapan kamu di sana?"


"Baru saja."


Bergerak tanpa disadari, orang ini memang menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2