Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 82 : Kota Petualang Signe


__ADS_3

Beberapa monster berbeda kerap mereka temui, tentu tidak hanya kelompok Adi, beberapa petualang yang turut mengawal pedagang juga membantu.


Mereka menumbangkan beberapa goblin dan Orc yang cukup mengganggu. Di sisi lain Adi dan Sonya membunuh para Kabold.


Kabold bisa berjalan dengan dua kaki dan tangannya layaknya seorang manusia yang mampu menggenggam apapun, salah satunya membuka mulutnya sambil berteriak memaksa semua orang menutup telinganya.


Sonya langsung berlari, dia melompat ke atas memberikan tebasan kuat dari atas ke bawah yang mana memotong Kabold itu menjadi dua bagian.


Itu kekuatan yang luar biasa, seseorang tidak mungkin bisa melakukannya bahkan untuk mengangkat pedang besar tersebut.


"Sudah selesai," katanya pelan.


Perlu seharian untuk sampai di kota Signe dan saat mereka sampai semua orang berpisah begitu saja, Baret menawarkan rumahnya untuk beristirahat dan Adi menolaknya.


Ia memutuskan untuk tinggal di sini cukup lama jika dia tinggal di rumahnya jelas sekali ia akan merepotkannya.


"Begitu, sayang sekali.. kurasa kamu perlu lebih banyak privasi saat berduaan dengan pelayan, semoga beruntung."


Adi ingin membantah hal tersebut sayangnya Baret sudah lebih dulu berjalan pergi.


Berbeda dari penginapan di perbatasan ada dua ranjang yang bisa digunakan Adi namun Sonya langsung menghancurkan ranjangnya dengan pedangnya.


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Ranjangnya sudah dimakan rayap, apa boleh buat kita harus berbagi tempat tidur lagi."


Adi memasang wajah pucat. Dia sebelumnya tidak tidur dan malam ini dia tidak peduli jika terjadi hal-hal aneh saat dirinya tertidur pulas.


Adi membuka jendela untuk membiarkan cahaya masuk ke dalam kamar, hari ini telah turun hujan karenanya dia tidak pergi sebelum benar-benar reda.


Dia mengalihkan pandangan ke arah Sonya yang masih tertidur sembari menyelimuti dirinya dengan selimut, dia terbangun sembari meregangkan tangannya.


"Selamat pagi tuan Adi, terima kasih untuk malam yang indah."


"Selamat pagi Sonya."


Dia sengaja melakukannya untuk membuat Adi gelisah, lagipula Sonya masih mengenakan pakaiannya dan jelas tidak terjadi apapun saat malam tadi.


"Selamat datang di guild kota Signe, apa ada yang bisa aku bantu hari ini?"


"Kami ingin mendaftarkan diri di guild."


"Baik."


Adi menyerahkan kartu guildnya namun secepatnya dikembalikan.


"Maafkan kami, kami memiliki persyaratan tinggi. Hanya petualang di peringkat 3 sampai satu saja yang boleh bergabung."

__ADS_1


Adi menyadari bahwa dirinya di peringkat 8, para petualang disekitarnya menertawainya.


"Apa-apaan itu, petualang tingkat delapan mau bergabung ke guild kita, dia pasti mati."


"Haha jangan mengejeknya mungkin dia salah mengira bahwa dirinya peringkat satu."


Sonya meletakan tangannya di pedang dan itu cukup membungkam setiap orang hanya dengan intimindasinya saja.


Adi merasa bahwa Sonya akan membunuh mereka jika Adi tidak memperhatikan.


"Tak apa Sonya, kita pergi saja."


"Tapi?"


"Meski mereka menolak, kita bisa menjual material monster di tempat lain, kurasa itu lebih menguntungkan."


"Jika Anda bilang begitu."


Sonya menyarungkan kembali pedangnya sebelum berjalan mengikuti Adi keluar pintu.


"Apa Anda tidak marah?"


"Yah mau bagaimana lagi, aku melewatkan peraturannya, itu salahku. Untuk merubah suasana mari berburu sesuatu di luar kota."

__ADS_1


Sonya mengangguk mengiyakan.


__ADS_2