Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 136 : Kunjungan Arc Priest


__ADS_3

Dalam seminggu tembok yang mengelilingi wilayah khusus telah dibangun. Adi menggunakan sistemnya untuk membeli bonus makanan manis untuk No.11 dan No.12 di ruangannya.


Sistem ini bisa diupgrade namun Adi sendiri tidak tahu bagaimana cara penghitungannya, tidak ada poin yang bisa ditambahkan ataupun exp level tertentu. Semenjak Mesna tidak terlalu sering berada di dalamnya Adi hanya berfikir mungkin ini lebih terlihat seperti sebuah skill atau semacamnya.


Ketika dia larut dalam pemikiran tersebut Daria telah mengetuk pintu dan mengatakan bahwa seseorang ingin bertemu Adi.


Pintu dibuka dan ekpresi wajah Adi terlihat jelas ingin melarikan diri. Bagaimana pun yang kini bersama Daria adalah seseorang yang tidak ingin dia temui, Flora Arum D'Esta seorang Arc Priest sekaligus Uskup dari kota suci.


Flora tersenyum lalu berlari dan melompat saat Adi membeku di tempatnya, itu begitu intim hingga Daria berteriak.


"Apa yang kau lakukan dengan suami orang?"


"Heh, Adi sudah menikah... itu mengejutkan tapi siapa peduli."


"Tunggu sebentar."


"Selamat makan."


Tanpa menunggu persetujuan Daria, Flora mengigit leher Adi, suara tegukan lehernya terdengar jelas di ruangan yang sunyi, No.11 dan No.12 dari samping juga hanya melihat tanpa berkata apapun.


Untuk Daria segera berusaha memisahkan Flora dari Adi walaupun itu jelas sia-sia, dia menempel seperti sebuah lem, ketika selesai Adi telihat murung di mejanya.

__ADS_1


"Adi benar-benar beraroma dewi Mesna, apa dewi ada di sini juga.. aku bisa menciumnya."


"Oi, berhenti mengendus suami orang."


Tanpa diketahui mereka, Mesna yang mengintip dari kejauhan mulai bergegas mundur untuk menghindari masalah. Dia memutuskan akan pergi ke kota lain untuk sementara waktu.


Setelah tenang Flora mulai memperkenalkan dirinya termasuk tujuannya, kini dia berekspresi serius.


"Kurasa Adi mengambil sesuatu yang bukan miliknya, aku datang untuk mengambilnya... tergantung pilihannya mungkin seluruh pengikutku akan menyerang wilayah ini."


Daria melirik ke arah Adi yang mendesah pelan.


"Jika kamu datang saat ini, biar aku tebak kamu memiliki penawaran?"


"Wanita ini bukan orang biasa... aku bisa merasakan energi aneh dari tubuhnya."


Adi menjawab.


"Ia memiliki kemampuan meramal masa depan, dengan kemampuan itu sejak awal Flora bisa menemukanku dan meminta bukunya kembali tapi ia memilih melakukannya sekarang."


"Memang benar."

__ADS_1


"Dia licik," umpat No.12.


Flora hanya tersenyum seperti biasanya seolah tidak memperdulikan ejekan yang diterimanya.


"Yang Adi lakukan sebuah kejahatan loh, tolong jangan melindunginya.. aku mengizinkannya belajar di kota suci tapi dia malah mencuri bukuku, sungguh kejam."


"Dengan perlakuanmu seperti barusan, aku jelas tidak tahan."


Semua orang di ruangan ini mengangguk mengiyakan, Flora memilih masuk ke intinya.


"Dalam dua Minggu kota suci akan hancur karena penyerangan pasukan raja iblis, aku datang kemari ingin meminta bantuan kalian semua.. aku sudah meramalkannya sejak lama dan aku rasa ini waktu yang pas untuk memintanya."


"Kamu menjadikannya sebagai penawaran untuk bukunya."


"Benar."


Kemampuan meramalnya bukanlah sesuatu yang mengada-ada, dia kuat tapi tidak cukup kuat untuk melindungi semua orang sendiri.


Adi sudah memikirkan hal itu juga jadi ia membangun pasukan seperti ini.


"Padahal kota suci memiliki kesatria kuat, apa tidak bisa kalian bertahan."

__ADS_1


"Tidak, itu mustahil, aku meramalkan bahwa pasukan raja iblis akan berjumlah 500.000 orang yang dipimpin oleh raja iblis Scarlet."


Adi bisa merasakan hawa dingin merambat di punggungnya, dia ingat bagaimana bawahannya berusaha untuk membunuhnya.


__ADS_2