Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 97 : Melawan Lizardman


__ADS_3

Kini yang menghadang mereka adalah gerombolan lizardman yang mengenakan armor tebal dan pedang melengkung sebagai senjata mereka,


Lizardman sediri merupakan makhluk kadal yang bisa berjalan dengan dua kaki, seharusnya mereka makhluk yang cerdas seperti ras demi-human ataupun elf namun ditempat ini mereka hanyalah mesin bertarung.


Yuno menjelaskan.


"Jangan ragu untuk membunuhnya, mereka hanya makhluk buatan sama seperti lawan-lawan kita sebelumnya."


"Dimengerti."


Adi menangkis dua Lizardman yang sama-sama menyerangnya dengan pedang, dia pertama melukai kaki mereka untuk mematikan semua pergerakan sebelum mengakhiri dengan tebasan diagonal, berkat Yuno dia bisa lolos dari rasa bersalah.


Yuno sendiri tahu benar dengan makhluk-makhluk yang ada di tempat ini, di alkemis sendiri ada istilah homunculus yang merujuk pada teknik untuk membuat manusia buatan, hal itu tidak berbeda dengan apa yang mereka hadapi sekarang, hanya saja entah bagaimana Lumina membuatnya dari monster.


Ada kemungkinan ia mengambil DNA mereka untuk melakukannya, Yuno sendiri tidak tertarik dengan hal itu pada akhirnya dia tidak berniat membuat sesuatu sebagai alat peperangan masal layaknya kekaisaran dengan golem knight mereka.


Semakin lama pertarungan melawan Lizardman menjadi menyulitkan, Adi menjatuhkan bom asap dan di saat itu mereka memiliki celah untuk mundur.

__ADS_1


Maju saat mereka diuntungkan dan mundur saat dirugikan adalah sebuah hal yang diperlukan saat seseorang mencoba memasuki dungeon. Bagi Adi sendiri ini pertama kalinya dia mundur. Dari setiap dungeon yang pernah dia lalui tempat ini memiliki monster berada di peringkat A dan S. Tidak ada hal-hal semacam goblin yang berada di peringkat E setelah F yang merupakan slime.


Sonya memegangi bahunya yang berdarah sebelum Adi menggunakan sihir suci untuk menyembuhkannya. Pedang Lizardman diracuni hingga jika itu hanya 'Heal' tidak akan berdampak apapun.


Dia juga melakukan penyembuhan untuk yang lainnya juga. Yuno bertanya bagaimana Adi bisa menggunakan sihir suci yang hanya bisa dimiliki oleh para pendeta atau singkatnya orang-orang yang mengabdi pada dewi dan Adi sedikit terlihat bingung menjelaskannya.


Dia sebenarnya mencuri buku milik Arc Priest dari kota suci untuk mempelajari berbagai sihir mereka, bukan sesuatu yang bisa dia katakan begitu saja.


Pada akhirnya dia hanya menjawab dengan sesuatu yang aman untuknya.


"Aku hanya pernah meminta seseorang mengajariku."


"Aku akan membuat sesuatu untuk mengalahkan Lizardman nanti, untuk sekarang kita bisa beristirahat di sini."


"Dimengerti."


Yuno mengeluarkan jam pasir lalu membaliknya untuk mengingat waktu semua orang di tempat ini, setiap dia melakukannya dia akan mencatatnya di buku. Itu merupakan cara manual untuk mengetahui berapa lama mereka tinggal di tempat ini.

__ADS_1


Untuk Adi sendiri dia sudah membeli jam digital hal itu jelas lebih tepat penggunaannya, akan sulit menjelaskan tentang jamnya jadi Adi memilih untuk tidak menunjukannya pada siapapun, paling tidak mereka sudah menghabiskan waktu dua Minggu untuk sampai di sini.


Semua orang kembali menikmati rebusan yang sama sebelum akhirnya tidur untuk beristirahat, Adi sendiri bisa membuatkan makanan yang lain akan tetapi semua orang ingin menikmatinya untuk kedua kalinya, jadi dia berfikir membuat sesuatu yang beda pada esok pagi.


Sarapan selalu merupakan makanan ringan namun di situasi tertentu makanan berat juga adalah pilihan tepat, sebelum semua orang bangun Adi telah membuat kari.


Kari identik dengan cita rasa pedas walau begitu dia memilih membuatnya tidak terlalu pedas agar bisa dinikmati.


"Sudah selesai."


Adi membangunkan mereka kemudian memberikan masing-masing porsi makanan mereka, entah kenapa Aizen tampak menangis saat memakannya.


"Aku jadi teringat kampung halamanku."


Yue Ling membalas.


"Melihat pria paruh baya menangis seperti itu, rasanya bukan pemandangan yang bagus."

__ADS_1


"Berisik."


Adi bersyukur selalu ada mereka yang mencairkan suasana di tempat seperti ini.


__ADS_2