Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 116 : Zirah Angin


__ADS_3

Adi melemparkan mantra api sederhana bernama Fire Bolt dengan peningkatan sihir 10 kali lipat. Berkat latihan yang keras dia kini bisa menahan dampak yang diterimanya bahkan jika 100 kali lipat dia tidak akan pingsan dan bisa menggunakannya beberapa kali.


Zirah angin memutar tombaknya layaknya baling-baling, itu membuat pusaran tornado yang memantulkan fire bolt ke samping hingga meledakan dinding menara untuk kedua kalinya, reruntuhan berjatuhan dan masuk ke dalam air sebelum tersapu gelombang pasang.


Mesna memberikan komentarnya.


"Dia tahu sihir api hanya akan bertambah besar jika berhadapan dengan sihir angin, dia lebih memilih untuk menangkisnya ke luar."


Adi melompat saat bilah angin menerjangnya seperti sebuah peluru, dari jarak dekat akan ada pelindung yang menghempaskannya sementara dari jarak jauh ada serangan kuat yang menerjangnya, entah pertarungan jarak dekat atau jarak jauh lawannya memiliki keduanya.


Adi mengaliri tubuhnya dengan listrik untuk bergerak semakin cepat, menyadari kejanggalan itu, Zirah Angin segera mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, tepat saat Adi muncul di depannya dia menjatuhkannya ke bawah sementara Adi menahannya dengan pedang disilangkan.


Dampak serangannya begitu kuat hingga lantai yang dipijak Adi hancur dan retak.

__ADS_1


Dia ditendang hingga darah menyembur dari mulutnya sebelum hampir terlempar ke arah lubang di dinding, dia berhasil menahan dirinya dengan satu tangan sebelum kembali memanjat naik ke atas.


Ini pertama kalinya seorang mampu memprediksi pergerakannya dalam waktu singkat, iblis memang binatang buas yang bisa dikategorikan sebagai monster akan tetapi mereka memiliki kecerdasan yang jauh melampaui manusia.


Dari kekuatan, kelicikan serta strategi perang mereka selalu satu langkah di atas manusia.


Adi memunculkan pedang lain di tangan kirinya dan memilih penggunaan dua pedang, jika kecepatannya bisa ditebak, maka dia hanya harus meningkatkannya semakin cepat.


Menambah serangannya adalah hal yang bisa dipikirkannya.


"Aku ingin sebisa mungkin menyimpannya untuk nanti," balas Adi cepat.


Last Bos di tempat ini adalah raja iblis Shion, Adi masih berhati-hati dengan keberadaannya walau kemungkinan dia berada di lantai atas tidak ada jaminan bahwa dia tidak melihat pertarungan ini.

__ADS_1


Adi bergerak maju dengan gerakan sebelumnya dan mendapatkan serangan sama seperti sebelumnya hanya saja satu pedang menahannya sementara pedang lain mengirimkan tebasan berikutnya. Zirah Angin melompat tapi tentu saja Adi tidak membiarkan dia terus menghindarinya. Dia menyerang secara bertubi-tubi entah dari kiri ke kanan, atas ke bawah ataupun dari depan ke belakang, seperti yang dia duga perlindungan darinya tidak bisa terus saja digunakan.


Zirah yang digunakan olehnya mulai tergores sedikit demi sedikit, semakin cepat ayunan yang dilancarkan semakin tidak terlihat pedangnya, itu hanya membentuk cahaya yang hampir tidak terlihat. Ketika Adi selesai seluruh zirah yang digunakan hancur di udara membuat serpihan tersebut berjatuhan di lantai, di serangan terakhir pedang Adi hanya merobek gaun di perutnya sebelum Zirah Angin melompat ke belakang.


Setelah zirah dihilangkan hanya ada gaun sederhana di baliknya serta helm yang masih tersisa.


Adi menghentikan serangannya sebelum dia melihat apa yang dilakukan musuhnya, tombaknya masih ada, seharusnya yang dihilangkan hanyalah pertahanannya.


"Sesuai yang diharapkan dari seorang pahlawan, kekuatan Anda benar-benar kuat. Aku merasa terhormat bisa bertarung denganmu."


Suaranya kini semakin jelas ke arah seorang wanita.


"Iblis yang dikenal arogan bisa berbicara seperti itu, ini sebuah kejutan."

__ADS_1


"Aku bisa mengerti yang kau pikirkan."


Dia melepaskan helm yang menutupi wajahnya dan melihat sesuatu yang tidak terduga, dia wanita dengan tanduk kecil, rambut, serta mata berwarna putih.


__ADS_2