
Markes mengayunkan kapaknya bersama dengan pisau Berfield untuk melukai kedua kakinya, sayangnya masih diperlukan tenaga lebih dari itu untuk menumbangkannya.
Dengan injakan ke bumi, keduanya terhempas oleh sebuah gelombang beberapa meter jauhnya. Beruntung aku dan Liza berhasil melewatinya dengan melompat ke udara, tepat saat kami kembali menyentuh tanah kami berdua melesat maju.
Iblis tersebut mengambil sedikit bangunan rumah di sebelahnya lalu melemparkannya pada kami berdua, aku menebasnya dengan pedangku membelahnya jadi dua bagian.
Liza yang lebih dulu menerjang ke depan melompat lalu memberikan pukulan kuat di depan keningnya hingga sedikit terdorong ke belakang.
Berganti posisi denganku, aku sudah bersiap menempatkan pedangku di dalam sarungnya. berniat menggunakan teknik tarikan pedang.
Iblis tersebut mengulurkan kedua tangannya dan di waktu yang sama entah seluruh jarinya ataupun tangannya semuanya terpotong-potong hingga kepalanya terpenggal.
Markes dan Berfield mengerenyitkan alisnya.
"Itu terlalu berlebihan."
"Benar sekali."
Kami mulai mencari informasi di bangunan yang hancur dan menemukan bahwa Yue Ling berada di kerajaan Starpiest.
Untuk sebuah kerajaan yang tidak jauh dari sini.
"Sekarang bagaimana?" tanya Markes padaku selagi mengawasi beberapa penjaga dari dalam gang yang kami gunakan untuk bersembunyi.
"Kita akan pergi ke sana, jika apa yang ditulis dokumen ini benar maka dia dalam masalah."
__ADS_1
"Siapa yang menduga seorang gadis diincar seluruh Demonic sampai seperti ini," tambah Berfield sebelum berjalan mengikuti kami keluar gang.
Sudut pandang Adi.
Setelah terjatuh dari lantai pertama, entah kelompok Adi ataupun Yuno kini mulai lebih berhati-hati lagi. Para zombie mulai kembali berdatangan dan mereka saling bahu membahu untuk bekerja sama.
Adi melompat dari belakang bebatuan, mengakhiri beberapa zombie dengan pedangnya, Sonya melakukan hal sama sebelum berdiri bersebelahan dengan Adi.
"Rasanya mereka tidak ada habisnya tuan Adi, lebih baik kita pergi ke lantai berikutnya sembari mengalahkan mereka."
"Tidak ada jalan lagi, Yuno bagaimana menurutmu?"
Adi melirik ke arah pria yang sibuk melemparkan bola api dari tangannya, dia dibantu Aizen dan Yue Ling di belakangnya.
"Kita lakukan."
"Fire Bolt."
Ketika jalan mereka terhalangi Adi akan melemparkan bom cahaya lalu meminta semua orang menutup matanya sebelum kembali berlari.
"Siapa duga dungeon tersegel ternyata memiliki banyak monster sebanyak ini," kata Aizen yang dibalas Yue Ling dengan nafas terburu-buru.
"Karena tersegel itulah, monster di dalam sini tidak ada yang membasminya."
Yuno berteriak sembari menunjuk sebuah dinding.
__ADS_1
"Di sana jalannya, kita harus menghancurkannya."
"Serahkan padaku."
Sonya memutar pedangnya untuk memberikan gerakan tusukan, pedang itu dengan baik menghantam bebatuan membuatnya berlubang agar bisa dilewati semua orang.
Adi mengarahkan tangannya untuk menutup lubang itu dengan sihir tanah. Aizen yang masuk paling belakang menghela nafas panjang, di usianya yang tidak muda lagi berlari dengan cepat membuatnya cukup kerepotan.
"Kita selamat."
"Aku pikir terlalu cepat untuk mengatakan hal itu," potong Yue Ling sembari menunjuk area yang mereka masuki.
Itu bukan ruangan seperti dua sebelumnya, melainkan area jurang sangat dalam seolah terlihat tanpa dasar.
Adi sebelumnya pernah masuk ke dungeon yang diisi oleh para goblin namun semua itu tidak apa-apanya dengan yang dia lihat sekarang, dari areanya yang luas serta musuh yang beragam. Tempat ini memberikan nuansa yang mengagumkan sekaligus mengerikan.
Setiap lantai di tempat ini berada di dalam tanah dan tidak aneh jika mereka harus bergerak ratusan atau bahkan ribuan km ke bawah untuk mencapai lantai terakhir.
Hanya ada jalan kecil berbentuk spiral untuk mereka turun dan semakin lama ukurannya semakin sempit.
Yue Ling memucat.
"Ini mengerikan," katanya panik.
Adi memilih memegang tangannya untuk membuatnya sedikit merasa baik. Sonya juga meminta hal sama untuknya walaupun ekpresinya tetap biasa.
__ADS_1
"Kita juga pangeran?" tanya Aizen yang dibalas dengan penolakan dingin.