
"Apa? Ternyata Adi dan Sonya."
Suara yang begitu mereka kenal muncul dari belakang keduanya, itu adalah pria yang mereka temui kemarin bernama Baret.
"Kamu sudah pulang suamiku."
"Iya, aku sudah mengantarkan para pedagang sebelumnya seharusnya sekarang baik-baik saja."
Adi bolak-balik memandang antara Baret dan wanita tersebut seolah terkejut, Sonya juga jelas terlihat memiliki pemikiran yang sama dan bergumam.
"Pria ini terlihat menakutkan akan tetapi istrinya begitu cantik."
"Oi, aku bisa mendengarmu," potong Baret sementara istrinya tertawa kecil.
"Semuanya sekitar 200 koin perak, silahkan."
"Terima kasih."
Baret terlihat sedikit kebingungan, harga toko istrinya dan guild petualang memang tidak berbeda hanya saja kenapa untuk petualang seperti Adi ia harus menjual buruannya di luar.
"Adi jangan-jangan bilang guild menolakmu?"
Adi tidak bisa menyangkalnya dan hanya mengangguk mengiyakan.
"Peraturan bodoh itu memang menjengkelkan, jika guild harus diisi orang-orang kuat bagaimana yang lainnya bisa makan... pantas saja beberapa petualang yang aku kenal memilih pergi dari kota ini."
"Apa benar begitu?"
__ADS_1
"Sama sepertimu terkadang ada petualang juga yang datang kemari dari luar tapi itu hanya sebentar sebelum mereka pergi lagi, apa kau juga akan pergi?"
Adi menggelengkan kepalanya.
"Hanya sampai musim dingin berakhir aku dan Sonya baru pulang."
"Begitu, jika kamu punya sesuatu jual saja kemari istriku akan membelinya."
"Tentu."
Adi dan Sonya keluar toko.
"Mari cari kedai dan membagi uang ini," bertepatan saat Adi mengusulkan hal demikian sebuah kericuhan telah menarik perhatian keduanya.
Di atas jembatan semua orang berkumpul selagi berteriak 'ada orang yang jatuh? Namun tidak ada siapapun yang berusaha menyelamatkannya.
Sonya berada di sana memberikan pertolongan pertama, ia tidak ragu untuk memberikan nafas buatan secara berulang sampai dia benar-benar bangun. Ketika dia membuka matanya Sonya menyadari bahwa pakaian gadis itu mengenakan pakaian yang selalu dikenakan di wilayah timur dan pandangannya terarah pada dadanya yang terbuka.
"Bagaimana bisa ini?"
"Apa ada yang salah?"
"Lihat ini tuan."
Adi diminta oleh Sonya untuk melihat dada milik gadis itu, dan menemukan sebuah tanda menyerupai pola air.
"Ini?"
__ADS_1
"Ini adalah tanda dari anggota bangsawan kekaisaran."
Gadis berambut sakura itu buru-buru menarik pakaiannya untuk menutupi dirinya.
"A-apa yang kamu lakukan di depan pria."
"Sonya?"
"Baik."
Sonya yang tahu maksud Adi segera merangkul gadis tersebut lalu membawanya pergi.
Adi pun pergi tapi tidak mengikuti keduanya melainkan menahan beberapa gerombolan orang yang hendak mengejarnya, mereka mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah.
"Kalian sepertinya bukan orang-orang baik, bukan?"
Salah satunya terkejut dengan keberadaan Adi sebelum memberikan perintah untuk membunuhnya.
"Habisi dia."
Mereka mengeluarkan pisau dari pakaian mereka sebelum menerjang maju, Adi hanya menembak mereka dengan peluru karet hingga mereka terbang ke udara sebelum jatuh ke tanah.
Pertama dia mengikatnya lalu mulai mengintrogasi satu persatu.
"Jadi siapa kalian?" Adi mulai dengan pertanyaan sederhana.
Sebelum dia mendapatkan jawabannya semua orang yang dia ikat menggigit sesuatu di mulutnya lalu mati begitu saja. Itu sebuah cara ekstrem untuk melakukan bunuh diri.
__ADS_1