Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 20 : Demonic


__ADS_3

Walau demikian tubuhnya seolah memuntahkan peluru tersebut kemudian menutup kembali.


"Jadi kekuatan seperti itu yang diberikan oleh iblis padamu."


"Tepat sekali, lebih dari itu."


Pria tua yang dilihat Adi sekarang mulai berubah menjadi lebih muda, tulang punggungnya yang bongkok kini kembali tegak, diisi oleh otot-otot yang kuat serta rambutnya yang putih kembali menghitam. Penampilannya seolah telah diperbarui ke arah kejayaannya.


"Aku sebelumnya tidak menyangka bahwa kekuatan ini juga membuatku menjadi awet muda haha, akui saja Adi.. iblis itu memiliki kekuatan besar dibandingkan manusia, dibandingkan dihancurkan akan lebih bijak jika memilih untuk bergabung dengan mereka untuk mendominasi dunia."


"Hal-hal yang kau katakan semuanya omong kosong, menjual jiwa pada iblis tidak akan membuat hidupmu lebih baik lagipula kekuatan besar itu akan selalu mengambil bayaran yang sepadan."


Pria itu menghentakkan kaki untuk melesat maju, kekuatan dari tubuhnya yang baru membuatnya seratus kali lebih cepat dari tubuh manusia biasanya, Adi mengirim tinjunya namun sayangnya kepala sekolah sudah ada di bawahnya untuk memberikan tendangan berputar yang membuat Adi memuntahkan darah sebelum dia benar-benar melesat menabrak puluhan bangunan penduduk. Orang-orang di sekitarnya mulai berlarian.


"Kekuatanku tidak seberapa dengan iblis, tapi bisa kau lihat hasilnya... ini sudah sangat luar biasa."


Adi menembakan senjatanya sementara kepala sekolah menangkap mereka dengan santai melalui tangan kosong sebelum dijatuhkan ke bawah kakinya.


Terdengar gemerincing peluru saat dia melakukannya.


"Ini buruk Adi, larilah," kata Mesna.


"Apa maksudmu dengan lari, pertarungan baru dimulai."


Adi meletakan revolver untuk menggantinya dengan sebuah pedang yang sering dia gunakan. Tepat saat pria itu di depannya dia menebas dengan kecepatan tinggi memotong udara dengan setiap bangunan di sekelilingnya terpotong dalam sekejap mata, musuhnya juga ikut terpotong namun hanya sesaat sebelum menyatu kembali.


Wajahnya memucat.


"Aku benar-benar harus mengarahkan semua kekuatanku untuk ini aaaaaaarhg."


Tubuh kepala sekolah diselimuti warna merah darah, kedua tangannya mulai membesar membentuk cakar mengerikan, jelas sekali saat di kota orang yang membunuh para penjaga adalah orang ini.


Sebelum dia bereaksi kedua tangannya di potong ke udara.


"Apa yang?"


Belum terkejut dengan itu, kini kepalanya yang terpenggal sebelum kembali menyatu kembali.


"Bagaimana orang sepertimu memiliki kemampuan besar seperti ini, jangan bilang kau seorang pahlawan?"


Srak.


Setiap tubuh pria itu beregenerasi maka saat itu juga tubuhnya terpotong-potong, setelah 30 menit melakukannya kepala sekolah itu masih berdiri selagi tertawa.

__ADS_1


"Percuma saja, tubuh ini hampir mendekati keabadian."


"Aku pikir tidak begitu."


"Apa maksudmu?"


Dari tubuh kepala sekolah daging segar mulai keluar darinya, itu menciptakan tonjolan mengerikan yang secara terus menerus membesar dan besar menutupi anggota yang lainnya.


"Apa yang kau lakukan?" terhadap musuhnya yang panik, Adi menjelaskan dengan santai.


"Aku tidak melakukan apapun, itulah efek dari penggunaan kekuatanmu, jika kau menggunakannya dalam jangka panjang tubuhmu akan kehilangan kewarasannya tapi jika kau menggunakannya secara berlebihan dalam waktu singkat maka kau bisa membayangkan apa yang terjadi?"


"Mu-mustahil?"


"Dari awal iblis dan manusia saling bermusuhan, apa mungkin iblis akan begitu saja menggunakan manusia sebagai tangan kanannya, tentu saja tidak... beginilah dunia, ketika kau memilih jalan salah maka itu adalah akhirnya."


"A-aku tidak mau mati, tunggu selamatkan aku... aku akan."


Tubuh kepala sekolah semakin bertambah besar hingga pada akhirnya meledak dahsyat memuntahkan seluruh daging, darah ke segala arah serta menyebarkan aroma menjijikan ke siapapun yang berada di dekatnya.


Adi menghilangkan lingkaran sihir yang dijadikan pelindung tubuhnya sebelum memasukan kembali pedangnya.


Mesna tersenyum bangga.


"Lebih tepatnya itu benar-benar melukaiku, tulang rusukku patas dan organ dalamku terluka parah."


"Mustahil."


Adi memuntahkan darah dari mulutnya hingga terduduk di tanah, hanya melawan Demonic sudah sekuat ini, bisa ia bayangkan seberapa kuat iblis saat ini. Dibandingkan manusia mereka terus berkembang setiap harinya sedangkan ketika manusia berusaha untuk menjadi lebih kuat mereka sudah mati lebih dulu.


Sekali lagi Adi berfikir keputusannya untuk bergerak secara sembunyi-sembunyi merupakan keputusan baik. Ketika semua orang sudah kuat melebihi iblis maka di saat itu peperangan ini akan menemukan akhirnya.


Yorin muncul di dekat Adi.


"Tuan?"


"Tidak masalah, aku bisa menggunakan sihir penyembuhan untuk merawat lukaku walaupun membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama."


"Kalau begitu aku bantu untuk Anda bisa beristirahat di kamar Anda."


Adi menerima bantuan Yorin hingga ia bisa berbaring dengan tenang, keesokan paginya seluruh masalah yang terjadi telah diselesaikan dengan baik oleh pihak kerajaan walaupun ia juga harus memberikan laporan kepada raja serta orang yang menyuruhnya terlibat dengan kekacauan ini Edgar.


"Yah, maafkan aku... ketika kejadian terjadi, aku harus pergi memeriksa wilayah luar ibukota, sungguh beruntung bahwa Adi bisa melakukannya tanpa bantuan."

__ADS_1


Adi memasang wajah sinis, satu tangannya diperban sudah dapat menunjukkan pada kedua orang di depannya seberapa sulitnya pertarungan sebelumnya.


"Tidak aku sangka bahwa kepala sekolah akademi adalah dalangnya," kata raja sedikit kecewa.


"Ia hanya segelintir orang yang dimanfaatkan oleh iblis, jika iblis sendiri yang turun tangan akan berbeda hasilnya."


Perkataan Adi akhirnya membawa keduanya dalam pemikiran yang realitis.


"Karena iblis lebih mementingkan menghancurkan kekaisaran maka kita masih selamat, aku beruntung untuk saat ini."


Adi mengangguk kecil saat sebuah gulungan disodorkan padanya.


"Ini?"


"Hadiahmu, bukannya kau ingin aku memberikan wilayah untukmu," balas Edgar.


Vern di sebelahnya membantunya untuk membuka gulungan tersebut, ia membacanya sesaat dan terkejut karenanya.


"Bukannya ini wilayah khusus di perbatasan?"


Seperti namanya wilayah ini adalah wilayah khusus yang bisa ditinggali oleh kedua belah pihak dari dua kerajaan dalam rangka perdamaian antara negara demi-human dan kerajaan Erdan.


"Kamu tahu juga gadis kecil, tadinya aku ingin memberikan tanah gersang tapi jika dipikir-pikir itu merupakan hadiah yang tidak sepadan untuk pencapaianmu, aku dan raja memutuskan untuk memberikannya padamu sebagai gantinya kamu akan jadi bangsawan Baron, bagaimana?"


Mereka jelas sekali ingin mengikat Adi agar tetap menjadi bagian dari kerajaan ini.


"Apa negara demi-human menyetujuinya juga?"


"Jangan khawatir soal itu, mereka sejak awal menyerahkan semuanya pada kita. Tidak seperti kita mereka dilindungi oleh kekaisaran, mereka sepenuhnya tidak membutuhkan wilayah tersebut."


"Aku tidak suka dengan kekaisaran," perkataan jujur Vern membuat kedua orang tua di ruangan ini tersenyum masam.


Edgar menimpali.


"Aku juga tidak suka, pemimpin di sana berusaha untuk menciptakan manusia kuat setiap generasi dengan menyebarkan benihnya ke setiap kerajaan yang bergabung dengan mereka, dia mengatakan itu demi umat manusia namun pada dasarnya hanya untuk dirinya sendiri."


"Dari mana datangnya pikiran tersebut?" tanya Adi demikian.


"Entahlah, kaisar itu memanggil para pahlawan dari dunia lain lalu menikahkan mereka dengan banyak wanita untuk melakukan hal serupa. Bisa dipastikan kekaisaran hampir setengahnya keturunan pahlawan."


"Bagi mereka mungkin itu cara yang terbaik untuk terus membuat manusia bisa bertahan di dunia ini saat melawan iblis, walaupun aku tidak suka caranya, mereka mampu mengusir para pahlawan wanita dan menerima baik para pahlawan pria," timbal raja.


Jika Adi dipanggil oleh kekaisaran, dia kemungkinan sudah menjadi hewan ternak mereka yang setiap harinya harus meniduri wanita dalam jumlah tertentu, pada akhirnya pahlawan juga akan mati karena kekurangan berlatih.

__ADS_1


Jika mengasumsikan hal itu kekaisaran hanya berniat untuk memperkuat dirinya saja, bahkan setelah raja iblis dikalahkan merekalah yang akan menjadi iblis berikutnya.


__ADS_2