Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 66 : Rahasia Keabadian


__ADS_3

Sudut pandang Elsa.


Di atas punggung seekor naga yang terbang Elsa telah mendapatkan perawatan oleh Liza, tepat saat meteor jatuh salah satu naga memberikan tumpangan pada mereka termasuk dua lainnya, Berfield dan Markes, keduanya babak belur dan terlihat kesulitan bahkan untuk menggerakkan tubuh mereka.


Liza mulai menggunakan mantra healing yang mana menyambungkan kembali tangan Elsa yang terputus.


"Terima kasih, aku hanya bisa menawarkan tubuhku sebagai gantinya, silahkan nikmati."


"Tidak butuh, dan juga tolong berhenti mengatakan sesuatu yang vulgar seperti itu," teriak Liza demikian sebelum mengalihkan pandangan ke bawah mereka dimana pertarungan Adi dan Rinko masih berlanjut.


Mengejutkan bahwa Rinko tiba-tiba saja ambruk.


"Aku tidak melihat Nona Rinko melakukan sesuatu tapi dia terlihat kelelahan."


Elsa berpikir selagi menopang dadanya.


"Kemungkinan itu efek dari penggunaan pedangnya."


"Mungkinkah ia memutar waktu."


"Kemungkinan seperti itu."


Jika mereka tidak menguping pembicaraan sebelumnya hampir mustahil untuk mengetahuinya, lebih dari itu Liza menanyakan soal bagaimana Kaisar masih hidup setelah jantungnya ditusuk oleh pedang Adi.


Elsa pun menggelengkan kepalanya akan ketidak tahuannya dan memilih melihat pertarungan Adi dan Kaisar berikutnya tanpa bantuan Rinko.


Adi menggunakan sihir pendukung untuk memperkuat dirinya, sihir Buff yang ditimpa beberapa kali hingga tubuhnya sendiri terlihat memunculkan petir ke udara.


Ledakan terjadi ke segala arah, hampir keduanya saling membalas serangan.


Bagaimana pun melihatnya Adi tidak diuntungkan bahkan setelah membunuh Kaisar dia akan hidup lagi.

__ADS_1


"Ini buruk," gumam pelan Elsa saat tangannya ditarik untuk melihat ke arah berbeda.


"Ada apa?"


"Lihat itu."


Elsa mengikuti pandangan Liza hingga menemukan beberapa wanita tampak mencoba memanggil mereka dari luar area pertarungan.


"Kita ke sana," katanya selagi menepuk punggung naga yang mereka tunggangi, naga tersebut mengangguk sebelum mendaratkan tubuhnya ke tanah.


Salah satu perwakilan dari para wanita berkata ke arah Elsa.


"Mungkin kami harus memberitahu bagaimana cara mengalahkan Kaisar, ia tidak akan mati beberapa kalipun dibunuh, cara yang bisa digunakan adalah menemukan jantung aslinya yang ditaruh di dalam sangkar."


"Jantung asli? Sangkar?" Liza mengulang kata penting yang dikatakannya sementara Elsa berusaha memikirkan soal itu.


Dia merasa pernah mendengar benda yang serupa hingga akhirnya teringat sesuatu.


"Tolong jelaskan padaku?" tuntut Liza mendapatkan jawaban secepatnya.


"Seperti namanya sangkar itu dibuat dari campuran burung Phoenix, jika seseorang menaruh jantungnya di dalam sangkar tersebut ia akan hidup beberapa kalipun dibunuh."


"Jika dia punya itu, seharusnya dia tidak perlu mengambil energi kehidupan mereka bukan?"


"Sangkar itu hanya menjaga nyawanya bukan memperpanjang nyawanya, bukan begitu?"


Elsa mengalihkan pandangan ke arah para wanita yang mengangguk kecil.


"Sebenarnya umurku baru 16 tahun, tapi karena Kaisar itu yang terus mengambil energi kami lewat hubungan intim aku terlihat seperti 30 tahunan sekarang."


Liza terbelalak.

__ADS_1


"Jangan bilang kalian juga?"


Mereka mengangguk mengiyakan.


"Ada 50 gadis yang mengalami nasib yang sama, ketika mereka benar-benar sudah tua mereka akan dibuang."


Hanya mendengarnya semua orang bisa merasakan emosi telah membanjiri hati mereka.


Elsa menahannya untuk menanyakan soal keberadaan sangkar tersebut.


"Seharusnya ada di dalam kota, pemiliknya tidak boleh jauh dari jantungnya agar dia bisa terus hidup."


"Di dalam kota, tapi kotanya sudah hancur bahkan istananya juga," balas Liza namun Elsa mendapatkan satu petunjuk.


"Masih ada satu tempat."


Elsa menunjuk ke arah tembok yang mengelilingi kota ini.


"Kaisar tidak ragu untuk menghancurkan kota karena tidak ada jantungnya di sana, namun bagaimana jika dia meletakkannya di dalam tembok."


"Kita harus memeriksa temboknya, ayolah apa kau tidak berfikir mungkin ada Titan di dalamnya."


"Imajinasimu terlalu liar, tidak ada apapun di sana selain pasir, batu dan semen."


Perwakilan para wanita mulai mengingatnya.


"Dulu ada serangan iblis ke kota yang menghancurkan tembok sisi barat, semenjak itu dibangun. Kaisar jarang keluar dari kota lagi."


"Maka di sana tempat yang perlu kami cari, kalian pasti ingin segera kembali ke rumah bukan, aku akan meminta para naga untuk mengantarkan kalian semua pulang."


"Terima kasih banyak."

__ADS_1


Tatapan mereka dipenuhi kebahagiaan.


__ADS_2