
Hanya lima orang elf saja yang mau pindah ke wilayah khusus, dengan lima lagi pelayan dari Casandra maka jumlahnya 10 orang.
"Kenapa semuanya wanita?" pertanyaan Adi tidak pernah mendapatkan jawabannya.
Terlepas dari itu jumlah ini sudah cukup, untuk lima orang yang pandai membuat kerajinan mereka bisa mengajari yang lainnya untuk maju.
Tak lama teriakan Natasya yang mengemudi kereta terdengar.
"Lihat ini Adi, apa wilayah khusus seperti itu?"
Mebel yang duduk di sebelahnya juga menimpali dengan perkataan tidak percaya.
Dalam pikiran Adi kemungkinan Melty dan Brietta telah menghancurkan wilayahnya namun semua itu terbantahkan saat ia melihat secara langsung, para elf mengikuti dan takjub dengan pemandangan saat ini.
Di depan pemukiman telah tertanam ladang-ladang yang dipenuhi segala sesuatu yang sebelumnya diminta oleh Adi untuk menanamnya.
Mereka turun saat disambut oleh Melty dan Brietta.
"Senang bahwa semuanya kembali dengan selamat," Melty membungkuk sopan dan Brietta sedikit sombong dengan membusungkan dadanya selagi menempatkan tangan di pinggang.
"Bagaimana pekerjaan kami, kami membuat kalian terkejut bukan desu?"
Adi tidak bisa menahan untuk tidak mengelus kepala Brietta untuk memujinya. Setelah sering melakukan ini Brietta tidak menolaknya walaupun dia tidak menyukainya.
"Apa semua ini karena Yorin?"
"Benar tuan, beliau memberikan kami sebuah ramuan yang dapat menumbuhkan sayur dan buah-buahan dengan cepat," balas Melty.
"Ia sudah sejauh itu, untuk sekarang tolong bawa semua orang ke penginapan tamu, mereka perlu beristirahat."
"Biar aku saja desu, silahkan ikuti aku."
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa bersantai," ucap Natasya girang.
Para elf mengikuti Brietta dan hanya meninggalkan Adi dan Melty berdua. Adi ingin bersantai tapi dia tidak bisa melakukannya karena harus memikirkan pengembangan wilayah berikutnya. Singkatnya pekerjaan sudah menunggunya.
Siapa bilang bahwa orang di atas hanya bekerja dengan menyuruh-nyuruh orang saja? Faktanya mereka juga dituntut untuk berkerja dua kali lipat dari bawahannya.
Di ruangan kerjanya Adi menerima laporan tentang perkembangan desa, ia bertanya soal Daria yang tidak terlihat di manapun dan Melty menjawab bahwa ia sedang mencoba melakukan kesepakatan dengan para Dwarf.
"Ia melakukan itu?"
"Katanya ia juga ingin mengambil beban tuan dalam pengembangan desa."
"Begitu, tapi kenapa di sini banyak surat keluhan?"
Melty mendesah pelan seolah telah menderita sudah sejak lama untuk itu.
"Vern setiap harinya membuat pertujukan, itu cukup menggangu walaupun suaranya merdu."
Adi akan mencoba untuk membatasi apapun yang dilakukan Vern saat ini. Dia beralih ke arah berkas penting untuk melihat-lihat semuanya.
"Ini?"
"Kita kedatangan banyak orang yang ingin menetap di sini, beberapa kami perlu persetujuan tuan."
"Persetujuanku? Bukannya demi-human dan manusia diizinkan tinggal?"
Itu adalah dasar dari wilayah khusus yang tidak bisa dibantahkan.
"Mungkin Anda harus melihatnya lebih teliti."
Adi melihatnya dan menemukan bahwa orang yang meminta adalah ras Lamia dan juga Harpy.
__ADS_1
Lamia makhluk setengah manusia dan ualr sementara Harpy setengah burung.
"Kedua ras ini tidak memiliki pria di dalamnya, dan juga beberapa Anda tahu selalu dijadikan budak *** dan hal lainnya."
Adi sedikit memikirkannya dalam-dalam.
"Kemungkinan mereka ingin mencari tempat baru yang aman."
"Benar, lalu keputusan Anda?"
"Jika mereka menginginkan rumah yang nyaman maka tolong terima saja dan bawa masing-masing perwakilan mereka termasuk Brietta untuk menemuiku besok."
"Dimengerti."
Besok paginya Adi hanya menutup matanya bingung. Terhadap dua ras yang telanjang dan satu naga yang bahkan sedang makan seolah tidak peduli.
"Apyaa yang kamyu butuhkyan hari inyyi?"
"Habiskan dulu makananmu jika mau bicara, lalu apa ras Harpy dan Lamia selalu telanjang?"
Kedua ras itu saling menatap satu sama lain.
"Apa ada yang salah?"
Adi menggebrak meja.
"Tentu saja salah, Melty tolong berikan mereka pakaian dulu."
"Dipahami."
Ada yang salah dengan dunia ini termasuk moralnya.
__ADS_1