Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 103 : Yuela Amnesta


__ADS_3

Beberapa minggu sebelumnya di medan perang di salah perbatasan negara, seorang gadis tengah bertarung seorang diri, setiap dia mengayunkan pedang emasnya itu membelah daratan menjadi dua bagian tak terkecuali para Demonic yang menjadi korbannya.


"Sial, kenapa ada orang ini di tempat ini...Aaaah."


"....Gackh..."


Mereka mulai mengeluh namun tidak ada yang bisa menghentikan kematian mereka hingga pada akhirnya sekitar 100 orang telah mati di tangan gadis tersebut. Jika dikatakan penampilannya, gadis tersebut mengenakan armor emas dengan bagian bawah mengenakan rok panjang putih.


Rambut pirangnya tergerai sampai pinggul dengan hiasan pita di belakangnya serta memiliki mata berwarna hijau jade cerah, alih-alih seperti seorang wanita pejuang dia terlihat seperti gadis feminim yang memiliki wajah yang mampu membuat seorang pria ingin melindunginya. Tentu itu berarti dia memiliki wajah yang cantik.


Kharismanya sudah terkenal dan terkadang kerap di salah artikan sebagai seorang gadis tidak berdaya.


Dia bernama Yuela Amnesta, pahlawan yang tidak berasal dari dunia lain dan sudah diakui semua orang.


Tak lama seorang pria berambut hijau dengan syal melilit di lehernya muncul dan berjalan padanya, dia tidak mengenakan apapun di balik jaketnya serta celana panjang yang terkesan sobek-sobek.


"Seperti biasanya kau menghabisi mereka semua Yuela sebelum kami datang."


"Sepertinya begitu."


Di sebelah pria tersebut adalah gadis lain yang dibalut dengan full armor hitam.


Tidak seperti Yuela ia sepenuhnya menyembunyikan setiap kulitnya termasuk wajahnya sendiri, yang mencengangkan bahwa dia menggunakan perisai dengan jeruji di pinggirnya sebagai senjata alih-alih pedang ataupun tombak.


"Alex dan Libia, kalian baru tiba."

__ADS_1


"Jangan berbicara terkesan seperti salah kami yang datang terlambat."


"Yang barusan aku hanya terbawa suasana, rasanya musuhnya tidak sebanyak biasanya," Yuela tersenyum dan itu membuat Alex mengerenyitkan alis.


"Kenapa untuk orang sepertimu punya senyuman seperti itu."


"Setuju, dunia ini terlihat tidak adil," potong Libia.


"Apa yang sebenarnya kalian katakan?"


Yuela melompat dari tumpukan mayat lalu berjalan setelah membersihkan wajahnya yang penuh darah dengan sapu tangan.


Alex memotong.


"Ada informasi bahwa para Demonic telah pergi ke negara Starpiest, mereka tengah mencari seorang gadis bernama Yue Ling."


"Apa tidak ada libur untuk kami? Hey, kau belum menjawabnya Yuela."


"Sudahlah Alex, kita sangat sibuk sekarang paling tidak jika pekerjaan ini selesai kita bisa beristirahat."


"Aku harap begitu."


Ketiganya berjalan melintasi hutan sembari ditemani nada bersenandung dari Yuela yang merdu. Semenjak kampung halamannya dihancurkan iblis, Yuela memilih untuk bertarung dan jalan seperti ini yang akan dia pilih seterusnya.


Libia berkata.

__ADS_1


"Kekaisaran telah hancur dan kini sementara waktu dipegang oleh Rinko."


"Jika Rinko melakukan hal sejauh itu, maka dia sungguh-sungguh akan memperbaiki negara tersebut."


"Kau seperti sudah cukup mengenalnya?" ucap Libia.


"Rinko datang saat iblis menyerang desaku, walau begitu dia terlambat menyelamatkan keluargaku."


"Sungguh disayangkan."


"Sekarang aku tahu kesulitan yang dia lalui, kita juga terkadang tidak bisa menyelamatkan semua orang."


Libia menaikan bahunya sebagai balasan sementara Alex mendesah pelan.


"Jika kita melalui rute ini, kita akan sampai lebih cepat, masalahnya kita harus punya perahu untuk melakukannya."


"Satu perahu bukan sesuatu yang sulit, serahkan padaku."


Yuela memotong pohon dengan pedangnya lalu membentuknya menyerupai bentuk yang diinginkannya.


Kedua orang terkejut dengan hal itu untuk Yuela hanya tersenyum lebar.


"Sudah selesai."


"Orang ini wajahnya cantik dan manis namun sesungguhnya monster di dalamnya."

__ADS_1


"Aku juga berfikir sepertimu Alex."


__ADS_2