
Adi membeli banyak roti dari sistemnya yang dibagikan ke semua orang sampai kelompok Kamui muncul dengan kapal yang sedikit rusak sembari menyeret tubuh Kraken di belakangnya.
Kamui melambai-lambaikan tangannya sementara yang lain memucat, seharusnya begitulah ekpresi ketika seseorang telah selesai mempertaruhkan nyawanya namun untuk Kamui masih tersenyum cerah layaknya matahari pagi.
Kamui melompat ke arah Adi untuk memeluknya. Hubungan mereka tuan dan pelayan, atasan dan bawahan serta pemilik dan budak. Bahkan jika melakukan lebih dari itu tidak ada yang akan komplain tentang mereka.
"Aku melakukannya dengan baik tuan."
"Kerja bagus Kamui."
"Sulit aku percaya apa itu Kamui yang kita lihat beberapa waktu sebelumnya?"
"Aku juga merasa begitu."
Mereka berhenti berbicara saat ditatap tajam oleh Kamui.
"Yah, bagaimanpun naiklah ke perahu.. kita akan kembali ke pelabuhan sekarang," kata kapten merubah arah pembicaraan dengan senyuman pahit di wajahnya.
Sesampainya di sana para penduduk yang diselamatkan mengucapkan terima kasih, menurut kapten ia akan membawa mereka ke desa terdekat, kebetulan desa tersebut tidak keberatan menampung bahkan menjadikan mereka sebagai penduduk baru di sana.
Adi merasa lega lalu memutuskan untuk kembali ke wilayah khusus bersama kraken yang dia bawa menggunakan sihir penyimpanan. Adapun Kamui berjalan di sebelahnya bersenandung.
Selagi Kamui memiliki perasaan baik Adi lebih memilih membiarkannya. Tak lama kemudian seorang pemabuk tiba-tiba menabraknya.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja."
"Hah?"
Dia akan mati jika Adi tidak buru-buru menahan tangan Kamui lalu menyeretnya menjauh.
"Sepertinya di sekitar sini ada makanan enak, mari pergi."
"Tuan, aku belum memberikan pelajaran."
__ADS_1
"Membunuhnya bukanlah sebuah pelajaran."
Keduanya akhirnya berjalan menembus kerumunan orang.
Beberapa Minggu setelah Kraken dimasukan ke dalam gudang penyimpanan makanan, Melty, Daria dan Brietta memberikan laporan terakhir mereka sebelum akhirnya libur.
Melty melaporkan soal stok panen dan makanan.
Daria melaporkan jumlah pengeluaran dan pemasukan desa dan Brietta soal pembangunan.
"Terima kasih atas kerja kerasnya, dari sini kita hanya akan tetap berada di dalam rumah sampai salju benar-benar mencair, sampai saat itu anggap saja sebagai liburan panjang."
Brietta melompat kegirangan sedangkan dua yang lainnya terlihat lega, siapapun orang di sini mereka telah bekerja keras.
Para pengrajin telah menyelesaikan tugas mereka dan sekarang mereka telah keasyikan untuk memainkan papan permainan bersama yang lainnya, seharusnya semuanya akan baik-baik saja.
Brietta berkata.
"Semua orang akan menyukainya, aku juga suka malah," balas Daria.
"Bukannya segala hal kamu menyukainya."
"Apa katamu? Semua orang harus berolahraga sesekali."
Melty menyela.
"Kalian tenanglah, kedua lokasi itu dekat dengan pemandian air panas... saat musim dingin pasti banyak orang yang akan pergi ke sana walaupun salju kemungkinan hanya berhenti setiap satu sampai dua hari perminggu."
Walau larangan untuk keluar rumah telah diterapkan beberapa orang masih harus keluar untuk melakukan tugasnya. Khususnya saat pengambilan makanan jika seseorang kehabisan stok musim dingin mereka.
Untuk kayu bakar juga telah disediakan jadi tidak ada siapapun di tempat ini yang benar-benar merasa khawatir tentang itu.
"Untuk sekarang bagaimana kalau kita merayakannya dengan piknik bersama, mari sebut sebagai piknik perusahaan," kata Adi memberikan usulan.
__ADS_1
"Itu ide bagus."
"Aku ikut."
"Kalau begitu aku punya tempat yang bagus untuk kita lihat."
Dengan rekomendasi dari Brietta, ia membawa semua orang ke sebuah tempat yang di sekelilingnya dihiasi air terjun.
Melihat pemandangan ini pasti semua orang tahu bahwa mereka berada di tengah hutan tertentu yang rimbun.
"Bukannya ini indah."
Daria maupun Melty mengembungkan pipinya.
"Aku pikir itu merupakan sebuah tempat romantis."
"Benar sekali."
"Kalian benar-benar tidak tahu kah, mitos tempat ini mengatakan siapapun yang bisa berendam di bawah air terjun secara berpasangan dia bisa menikah di masa depan."
Sebelum Adi menyadarinya tangannya telah diseret dua orang tersebut.
"Tunggu, apa yang kalian lakukan?"
"Kita akan berendam di bawah air terjun Adi."
"Eh, tapi ini sangat dingin."
"Rasa dingin bagus untuk kesehatan tuan," tambah Melty yang membuat Adi memucat.
"Kalian jadi memaksa hari ini."
Brietta hanya mengawasi dengan senyuman.
__ADS_1