Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 24 : Wajah Sesungguhnya


__ADS_3

Itu melegakan bahwa putri dan pengawalnya akan tinggal sementara waktu di sini, setiap aku berpergian dengan pria bernama Adi ini, dia selalu bertingkah bodoh.


Ia tersenyum selagi selalu bercanda, terkadang dia bermain dengan anak-anak dan menggoda para demi-human dengan caranya sendiri.


Banyak pria yang mencemoohnya dan wanita juga beberapa membencinya, meski begitu dia seolah tidak peduli dan bahkan menanyakan beberapa hal memalukan padaku di tempat umum seperti ukuran dadaku dan sebagainya.


Apa dia sudah sangat bernafsu padaku?


Aku takut.


Setelah kepergian putri aku dipanggil ke kamar Adi, aku dengan ragu membuka pintu dan berfikir mungkin inilah akhirnya. Aku akan kehilangan kesucian dan bahkan dari yang aku dengar pria suka wanita yang belum berpengalaman.


Ketika aku membuka pintu dengan bayangan gelap memenuhi kepalaku aku dikejutkan dengan sesuatu yang tidak terduga.


Adi duduk di kursi dengan tangan menopang dagunya, sementara jendela yang terbuka membawa udara ke ruangan ini seolah bercampur dengan aura misterius darinya.


Sosok Adi tidak terlihat seperti orang bodoh saat ini, atau bahkan dia terlihat penuh keagungan melebihi raja sendiri, sementara itu para wanita yang berbaris di sekitarnya tersenyum ke arahku.


"Apa ini?"


Terhadap aku yang kehilangan kata-kata Adi menjelaskan.


"Maaf untuk beberapa hari yang lalu, sebenarnya."


Adi menjelaskan semua situasi dan alasan raja memberikan wilayah khusus ini, ia juga menjelaskan siapa dirinya dan juga siapa gadis-gadis yang bersamanya.


Singkatnya dia merupakan pemimpin Shadow Hunter sekaligus seorang pahlawan. Dalam waktu singkat dunia di sekitarku benar-benar berubah menjadi sesuatu yang tidak terduga.


Untuk beberapa hari aku mengurung diri di kamar.


"Ayolah Daria, kamu marah... aku minta maaf."


"Berisik, beraninya kamu menipu gadis polos sepertiku."


"Aku minta maaf."


Setelah seminggu aku baru bisa keluar.


Sudut pandang Adi.


Adi mulai kembali menyisir wilayah khusus sembari menentukan lokasi seperti apa yang dia akan bangun nanti, di sebelahnya Daria terus mengembungkan pipinya membuat Adi menunjukkan senyuman masam.


Ia memberikan coklat walau begitu sama sekali tidak membantu.


Adi pikir dia akan kembali kepribadiannya nanti.


"Jadi apa yang Anda lakukan saat ini?"


"Aku ingin membangun pemukiman untuk naga juga."


"Naga akan tinggal di sini?" tanya Daria spontan.


"Bukannya Brietta itu naga juga."


"Satu naga tidak masalah tapi jika banyak naga, itu terdengar luar biasa? Seharusnya mereka merupakan ras penyendiri bukan."


"Menyebut naga ras penyendiri terlalu berlebihan," balas Adi datar yang membuat Daria tertawa kecil.


Ia memberikan seluruh rencananya pada Brietta.

__ADS_1


"Seharusnya ini sudah cukup, kamu bisa membawa seluruh ras naga kemari lalu mulai tahap pembangunannya."


"Laksanakan desu... aku melihat guild di sini."


"Tidak lengkap rasanya jika tidak ada, pastikan membangunnya juga."


Brietta memberikan hormat sebelum akhirnya terbang dengan menumbuhkan sayap di punggungnya. Tak lama Melty muncul dengan gaun berenda barunya.


"Tuan bagaimana penampilanku sekarang?"


"Itu sangat bagus, kamu cocok mengenakannya."


"Begitu."


Melty akan bertugas menjadi sekertaris kedua setelah Daria, membuat pekerjaan Adi akan jauh lebih mudah juga.


Jika mendengarkan opini orang-orang akan terdengar seperti, Adi hanya bermalas-malasan dan menyerahkan semua tugasnya pada Brietta dan kedua sekertarisnya.


Orang-orang akan yakin bahwa dia hanya seorang sampah yang dibuang oleh raja kepinggiran wilayah.


Setelah selesai dengan rencana pembangunan Adi bersama dua sekretarisnya mengunjungi sebuah toko apotek satu-satunya di sini, mereka menyediakan obat serta ramuan yang dikelola oleh seorang pria dengan telinga serigala.


"Yo pemilik tanah baru, apa ada yang kau butuhkan?"


"Aku hanya ingin mampir dan memeriksa ketersediaan stok di sini."


"Untuk orang yang berpura-pura bodoh Anda terlalu giat, bukan begitu."


"Jadi kamu menyadarinya."


"Tentu saja, aku sudah banyak melihat orang, ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang seperti Anda, tubuh anda diselimuti kekuatan khususnya."


"Berhentilah memperhatikan tubuh pria."


Pria itu tertawa sementara istrinya yang sejak tadi menyusun botol di rak mendekati mereka.


Istrinya manusia dan terlihat lebih muda.


"Suamiku memang seperti ini jadi jangan terlalu menganggapnya serius."


Melty menimpali.


"Obrolan pria terkadang terdengar liar dari kita."


"Seperti itulah, namaku Jessy dan suamiku ini namanya Carlos.. jika kalian butuh sesuatu jangan ragu mengatakannya."


"Kami akan mengingatnya."


Jessy memberikan daftar apa saja yang dijual di tokonya, dari ramuan penyembuh serta obat-obatan sederhana untuk kebutuhan sehari-hari juga tersedia.


"Ini sudah bagus, aku tadinya akan menambah beberapa tapi kurasa aku bisa mempercayakan semuanya pada toko kalian," ucap Adi yakin.


"Memangnya apa yang sedang kau lakukan?"


"Kami ingin membuat guild petualang, jadi ketersediaan obat-obatan sangat bagus untuk membantu mereka nanti."


Carlos tertawa.


"Kamu serius ingin membuat hal seperti itu, kami senang jika banyak pelanggan kemari tapi untuk menarik banyak petualang ke tempat ini agak mustahil, mereka tidak akan datang untuk memburu slime atau sebagainya bukan?"

__ADS_1


Slime adalah satu-satunya monster di tempat ini, dari sudut pandang Carlos dan semua orang itulah kenyataannya.


Adi mengalihkan pandangan ke arah Daria.


"Daria, aku dengar di sini ada lokasi pertambangan yang sudah tidak terpakai."


"Memang ada... tunggu, kamu berniat membangun semacam dungeon di tempat itu."


"Itulah yang aku inginkan, membuat dungeon memang sulit tapi bukan berarti sesuatu yang mustahil... kita bisa mengambil inti core dari dungeon lain lalu memindahkannya ke sana."


Wajah semua orang kecuali Melty memucat.


"Kamu ini bukan orang biasa yah."


"Seperti yang diharapkan dari tuan, Anda selalu luar biasa."


"Apa-apaan semua ini?"


Para naga mulai bermunculan dari langit, itu menjadi pemandangan yang luar biasa bagi siapapun yang melihatnya. Brietta berperan menjadi seorang pemimpin dan mulai menyuruh mereka untuk membangun.


"Sudah aku duga, pemimpin sesungguhnya naga itu."


"Benar, pemilik tanah ini hanyalah badut, itu wajar kenapa dia hanya menjadi bangsawan Baron."


"Apapun itu, dengan adanya naga wilayah ini akan semakin berkembang, aku beruntung bahwa masih tinggal di sini sampai sekarang."


Reputasi Adi semakin jatuh bahkan sebelum dia mengetahuinya.


Rumah Daria sudah disulap menjadi rumah dinas, hampir seluruh tempat ini mempekerjakan pelayan yang merupakan anggota Shadow Hunter.


Daria yang melihat ke jendela sembari memperhatikan para pelayan hanya bisa menyentuh kepalanya pusing. Mansionnya telah berubah seutuhnya.


"Aku sudah tidak tahu lagi sekarang."


Dia beralih menghadap Adi yang duduk dengan berkas-berkas di mejanya.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa hanya saja aku merasa kamu lebih baik dari penampilanmu."


Adi memiringkan kepalanya, dia tidak tahu itu pujian atau ejekan.


Setelah tiga bulan pembangunan, keseluruhan wilayah khusus telah dikerjakan, Riho diangkat sebagai kepala guild petualang, Melty dan Brietta sebagai sekretaris Hib nyaris semuanya berjalan dengan lancar.


Di ruangan Adi, dua orang gadis yang sama-sama mengenakan topeng berdiri untuk memberikan laporan.


"Kami sudah membuat dungeonnya, seharusnya itu akan baik-baik saja sekarang."


"Kerja bagus, maaf sudah merepotkan kalian padahal kalian baru kembali."


"Jika merasa bersalah jangan lupa mengajak kami jalan-jalan nanti."


"Oh, kamu jadi lebih terbuka sekarang elf Tsundere."


"Dan kamu sendiri jadi lebih terbuka dengan penampilanmu."


"Aku semakin dewasa."


Keduanya sama-sama membuka topeng di waktu bersamaan, yang satu adalah seorang elf dengan rambut perak yang disamarkan menjadi pirang Mebel. Dan yang lain adalah seorang demi-human rubah bernama Elsa.

__ADS_1


Keduanya merupakan tim inti dari Shadow Hunter, seharusnya Misa, Yorin dan Kamui juga sudah ada di wilayah ini.


__ADS_2