Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 35 : Tembakan Akhir


__ADS_3

Seberapa banyak sihir yang mereka tembakan tidak pernah menyentuh keduanya, melalui sihir pelindung Adi, ia memblokir serangan tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


Dorman mengerenyitkan alisnya namun saat itu juga Mebel menerobos maju, pedangnya menebas udara hingga darah menyembur dari tubuh Dorman yang tidak menyadarinya.


"Bagaimana bisa?"


Sebelum pedang berikutnya dilancarkan, Dorman sudah menjaga jarak.


"Apa yang kalian lakukan? Serang mereka berdua!"


Sesuatu telah menggerakkan mereka untuk menyerang Adi dan Mebel, tidak perlu waktu lama untuk mereka berdua mengalahkan mereka. Dorman yang panik segera melarikan diri tapi jelas tidak ada celah untuk bisa melakukannya.


Dia terpojok ke dinding dengan nafas yang memburu. Mebel mendekat dengan niat membunuh.


"Kau pikir aku muncul tanpa persiapan?"


Mebel menyembunyikan wajahnya saat Dorman mengeluarkan bola kecil dari tangannya, bola itu memiliki warna biru pucat yang menyilaukan.


"Mebel?" panggil Adi.


Dorman memasukan bola tersebut ke dadanya. Melihat itu Adi secepat mungkin menarik tangan Mebel untuk berlari dengannya.


"Kalian pikir bisa lari dariku?"


Adi menembakan revolver ke arah jendela, setelah enam tembakan dia membenturkan diri dengan tubuhnya sebelum berlari ke pekarangan istana, beberapa saat kemudian tanah mulai berguncang bersamaan kehancuran istana.

__ADS_1


"Apa itu tuan?"


Bagi Mebel yang belum pernah menjelajahi Dungeon merupakan hal wajar akan ketidak tahuannya, singkatnya yang Dorman pegang adalah inti core.


"Bukannya inti core berwarna putih?"


"Warna inti core selalu berbeda."


Kemungkinan Mebel hanya tahu inti core yang dia pindahkan bersama Elsa ke pertambangan. Dari reruntuhan istana enam kaki tajam menyeruak ke luar bersama kepala tengkorak raksasa dengan rambut menjuntai sampai tanah.


"Kalian akan membayarnya!"


"Dia menggunakan inti core untuk merubah dirinya menjadi monster, berhati-hatilah Mebel."


"Iya."


Enam kakinya bergerak seperti apa yang dia mau menghancurkan apapun yang menghalangi. Adi berlari selagi menembakan senjatanya tentu saja itu hanya menciptakan percikan saja tanpa melukai tubuhnya.


"Kau benar-benar mengerikan."


Mebel di sisi lain menyerang sayangnya hanya satu ayunan kaki dia berhasil terhempaskan, jika diibaratkan kini mereka sedang melawan ratusan monster dungeon walaupun hanya satu ekor.


Natasya muncul selagi mengangkat tangannya.


"Kalian sedang bersenang-senang, aku juga akan bertarung."

__ADS_1


Dia juga terlempar setelahnya.


Adi tersenyum masam sementara Dorman kini lebih mengarahkan serangannya padanya.


"Aku tidak tahu kenapa kau malah lebih suka menyerang padaku, namun akan aku layani."


Adi menjatuhkan sepuluh paku besi raksasa dari langit, masing-masing menusuk setiap kaki termasuk tubuhnya. Dia mengarahkan tangannya dan dari sana sebuah meriam raksasa muncul.


"Aku menyebutnya railgun, cobalah ini."


Serangan mirip laser menghantam wajah Dorman, membuatnya meledak menciptakan kawah raksasa berdiameter 500 meter.


Mebel dan Natasya hanya tiarap selagi melindungi wajahnya.


"Hebat... jadi ini kekuatan Adi sesungguhnya, dia jauh lebih kuat daripada saat melawan Casandra."


"Coba perhatikan itu."


"Benar-benar tidak masuk akal."


Walau kepalanya hancur dan tubuhnya terkoyak, Dorman masih bergerak dan berlari ke arah Adi.


"Dasar keras kepala, melawanmu sama sekali tidak ada apa-apanya... tujuanku hanyalah melawan seluruh raja iblis."


Adi menarik revolver-nya siap menembak saat jarak keduanya terpaut 10 meter.... 8 meter ... 5 meter, ketika lebih dekat timah panas ditembakkan menembus inti core lalu menghancurkannya hingga tubuh itu roboh ke samping.

__ADS_1


Inti core merupakan benda yang memiliki kekuatan luar biasa namun disisi lain benda itu juga benda yang rapuh.


__ADS_2