Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 131 : Kembali Pulang


__ADS_3

Semua orang menyambut kepulangan Adi, dari para anggota Shadow Hunter, Ras Lamia, Harpy, Dwarf, Demi-human, Elf, Naga serta manusia juga.


Adi berfikir wilayah khusus kini semakin besar dengan beberapa tambahan Orc juga.


Dia sekarang tidak harus menyamar menjadi orang lain lagi, pada dasarnya semua orang di wilayah khusus sudah mengetahui kebenaran seperti apa sosok Adi sesungguhnya.


Iblis juga sudah mengetahui keberadaan Adi maka alasan tersebut jelas tidak lagi dipikirkannya, yang berbeda dari sekarang dia telah mengumpulkan orang-orang kuat di wilayah ini bahkan jika iblis menyerang mereka akan berfikir dua kali untuk menargetkan tempat ini.


No.11 dan No.12 saling berpelukan untuk melepaskan perasaan rindu keduanya.


"Aku senang kamu juga ada di sini."


"Begitu aku, kurasa kita akan selalu bersama mulai sekarang."


Keduanya melirik ke arah Adi yang memperhatikan dengan senyuman hangat.


"Kalian benar-benar mirip, jika kalian menggunakan gaya rambut yang sama sulit untuk aku bisa membedakannya."


"Kami memiliki tanda tahi lalat yang berbeda di tubuh kami, tuan bisa memeriksanya untuk membedakan kami berdua," balas No.11 dengan semangat.


"Aku rasa aku tidak akan melakukannya."


Daria dan Melty muncul untuk mengundang Adi naik ke atas podium yang telah disiapkannya.


"Heh, apa aku harus melakukan hal seperti itu?" tanya Adi lemas, hal-hal seperti itu sering dia serahkan pada Daria atau Melty dan kini Adi jelas harus melakukannya sendiri.


"Kau merupakan pemimpin di wilayah khusus jelas harus melakukannya."


"Benar tuan, sebaiknya Daria kamu menemani tuan."


Daria yang dimaksud tampak memerah.


"Eh aku, tapi.."


Melty berbisik di telinga Daria tanpa terdengar siapapun.


"Hari ini aku memberikan tempat spesial untukmu lebih dulu, lain kali tidak akan."


"Aku akan melakukannya."


"Nah, sekarang majulah kalian berdua."


Daria merangkul lengan Adi yang kebingungan, apa dia benar-benar harus berjalan sangat dekat seperti ini namun dia merasa tidak ingin mengatakan apapun dan hanya melakukannya dengan baik.


"Nah Adi, hmm bagaimana aku mengatakannya... kamu sedikit berbeda dari saat kita bertemu."

__ADS_1


"Hmm aku merasa masih sama."


Daria menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.


"Sekarang kau lebih terlihat percaya diri."


"Begitu."


Sesampainya di podium Daria melepas tangannya untuk berdiri selangkah ke belakang saat Adi berdeham sekali.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa?"


Teriakan datang dari para penonton.


"Santai saja tuan pemilik tanah, kami siap menunggumu."


"Benar."


Adi tersenyum kecil.


"Hmm itu.. kita sudah mengalami banyak untuk memajukan wilayah khusus dan kini aku rasa wilayah khusus sudah semakin berkembang, tidak.. aku rasa jauh lebih dari itu, semuanya terjadi karena berkat kita semua yang terus bekerja keras, aku sangat berterima kasih."


Semua penonton yang awalnya diam langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kaku sekali, bukan aku tidak menyukai sifat Anda yang seperti biasanya tapi bisakah Anda jadi pria tidak bermoral lagi."


"Itu benar."


Suara pria dan wanita saling sahut menyahut membuat Adi sendiri bingung, Daria berjalan mendekat.


"Aku rasa berbicara formal untukmu tidak cocok."


"Rasanya kalian hanya sedang mengejekku, pokoknya kita akan kedatangan warga desa baru yang merupakan para Orc, mereka orang-orang yang baik jadi kuharap kalian semua bisa akur, untuk menyabut mereka mari adakan perayaan malam ini."


Dan semua orang berteriak semangat.


Dalam perayaan tersebut tanpa diketahui siapapun, Daria telah memanggil Adi ke kamarnya, Adi sendiri tidak tahu kenapa di saat seperti ini Daria memintanya untuk menemuinya yang jelas ia hanya berfikir mungkin ada sesuatu yang ingin dikatakannya.


"Jadi Daria apa ada yang ingin kamu bicarakan?"


"Malam ini maukah kau menghabiskan malam denganku."


"Ugh, itu... Daria bukannya kau seharusnya memintanya pada orang yang kau sukai."


Daria memerah walau begitu dia sudah membulatkan tekadnya.

__ADS_1


"Aku menyukaimu, tolong menikahlah denganku."


Adi sendiri bingung jadi ia sedikit tertawa.


"Ya ampun, aku kira kau membenciku."


"Berisik."


"Dan juga apa di dunia ini seorang gadis yang melamar?"


Daria mengembungkan pipinya, Adi pikir dia akan menolaknya namun ia berubah pikiran bagaimana melihat ekspresi Daria yang begitu kuat.


"Yah, jika kamu tidak keberatan denganku.. aku rasa aku akan sangat senang."


"Itu artinya?"


Ekpresi Daria lebih menyilaukan dari sebelumnya, sementara itu di luar kamar Mebel, Elsa dan Melty menguping.


"Kau yakin memberikan malam pertama pada Daria, bukannya kau selalu ngotot dengan hal seperti itu, Elsa "


"Bagiku tidak masalah, aku bisa melakukannya di malam-malam berbeda, yang penting tuan menikahiku juga, kau sendiri."


"Kurasa aku juga mungkin berfikir sama sepertimu."


"Mengejutkan baru kali ini kita satu pemikiran."


"Kurasa kau benar, tuan Adi masih banyak memikirkan soal dunia jadi dia akan kesulitan jika langsung menikahi kita sekaligus, mari lakukan secara bertahap."


"Setuju."


Melty yang mendengarkan menunjukkan ekspresi lelah.


"Bukannya kita terlihat sangat memaksa."


"Siapa peduli, yang penting aku mencapai tujuanku."


"Begitu juga aku."


Melty merasa kasihan pada Adi dan keesokan paginya dia juga merasa kasihan pada Daria yang mengurung dirinya untuk menangis.


"Dia tidak menyetuhku, dia hanya mau melakukannya setelah kami menikah.. apakah aku tidak menarik?"


"Tenanglah Daria, bukannya itu bagus mari kita buat jadwal untuk pernikahannya."


Hanya satu pernyataan itu Daria kembali bangkit.

__ADS_1


"Benar sekali."


"Kamu benar-benar bisa sangat cepat berubah."


__ADS_2