Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 39 : Kunjungan Ke Wilayah Viscount


__ADS_3

"Bangsawan memang seperti ini," Adi mengutuk hal itu saat kepergiannya ke wilayah Viscount. Dia ingin menyelesaikan soal anggur dengan sistemnya sayangnya anggur tidak dijual online.


Apa benar begitu?


Di dalam kereta khusus yang hanya bisa diisi dua orang. Daria duduk di sebelah Adi selagi mengelus perutnya yang besar dan bertingkah seperti seorang ibu dengan senyuman lembut di wajahnya.


"Kamu akan pergi ke rumah kakek dan nenek, apa kamu senang?"


Adi yang geram memasukan tangannya ke perut Daria, lalu melemparkan bantal tersebut ke luar jendela.


"Kamu membuang bayi kita."


"Sudah aku katakan hal seperti itu tidak akan bekerja lagipula aku baru saja tinggal di wilayah khusus mana mungkin kamu sudah mengandung lagi."


"Tidak masalah kan, jika aku terlihat hamil maka orang tuaku akan langsung percaya."


Rencananya benar-benar sembrono.


Adi memegangi kepalanya.


"Menjadi pasangan juga sudah cukup bukan."


"Hal itu tidak mungkin bisa meyakinkan mereka, kita harus benar-benar menikah."


"Kau benar-benar... kau sama sekali tidak keberatan menikah denganku."


"Apa boleh buat, ini terpaksa."


Jangan mengatakannya dengan senyuman iblis di wajahmu.

__ADS_1


Bagi bangsawan bisa menikah dengan orang yang akan berkedudukan tinggi bukanlah sesuatu yang salah terlebih Daria juga mungkin sedikit menyukai Adi dalam lubuk hatinya.


Vern yang membawa kereta tertawa.


"Tuan akan menikah aku yakin semua orang akan menutut Anda menikahi yang lainnya juga."


Itulah yang ditakutkan Adi jika dia melakukannya, jika demikian kemungkinan dia bisa menyelamatkan dunia akan berkurang.


Terganggu oleh masalah keluarga akan muncul di sana. Terkadang Adi berfikir untuk melupakan urusan dunia dan membiarkan pahlawan lain untuk melakukannya namun setelah melihat Mesna yang hanya mager, dia menjadi prihatin?


Itu mengingatkannya bagaimana dia hidup dengan Mesna.


"Adi dimana pudingku?"


"Adi aku lapar?"


"Adi, air panasnya tidak ada?"


"Pokoknya apapun itu, kita hanya jadi orang yang bertunangan paham?" atas pernyataan Adi, Daria tidak bisa membantahnya.


Adi sedikit kehilangan sosok Daria yang jual mahal dan tidak peduli padanya. Bukan karena dia masokis dia hanya tidak memiliki waktu untuk hal-hal seperti ini.


Ketika dunia dipertaruhkan, pahlawan malah membentuk Harem dan berkembang biak setiap harinya.


Apa kata dunia? Walaupun kekaisaran menjadikan pahlawan seperti itu.


Adi mendesah pelan sebelum ia menyadari telah sampai di perbatasan wilayah Viscount.


Perlu seharian untuk sampai kemari dan bisa dilihat di sekelilingnya di penuhi ladang anggur yang luas dengan pekerja di setiap area, melihat Daria semuanya tidak pernah berhenti menyapanya.

__ADS_1


"Paman, Bibi, lama tidak berjumpa."


Vern membawa kereta ke sebuah rumah megah dengan pagar besi mewah, ada pelayan yang membukakan pintu lalu membawa mereka menghadap pria berambut pirang yang duduk di kantornya.


"Lama tidak bertemu ayah?"


"Apa kamu datang untuk melakukan perjodohan."


"Maaf sekali ayah, tapi aku sudah bertunangan dengan pria ini."


Adi merasakan udara dingin menembus punggungnya, ia merasa dicurangi karena Vern memilih untuk tetap tinggal di kereta.


"Hoh, jadi pria ini?"


"Benar ayah, kami sering melakukan itu hari-hari ini."


Pria itu mengambil pedang yang terpajang di dinding.


"Tunggu, tunggu, apa yang kau lakukan?"


"Aku senang bahwa aku selalu menempatkan pedang di dekatku.. sekarang matilah."


Dia menyergap Adi dari atas namun sebelum pedang itu terayun, seorang wanita dengan gaun mewah muncul, dia memiliki penampilan mirip Daria agak sedikit lebih tua tentunya.


Dia memukul pria itu hingga menabrak jendela dan jatuh di perkarangan rumah.


"Sayangku benar-benar tidak sopan menyambut tamu, kuharap kamu bisa melupakan hal barusan."


Adi memucat.

__ADS_1


Apa-apaan dengan keluarga ini? Aku ingin pulang.


Jika dia ketahuan dia pasti akan dibunuh.


__ADS_2