
Para Lizardman mulai bergerak kembali lalu meledak saat mereka menginjak bom yang dilemparkan oleh Yuno, tidak seperti sesuatu yang digunakan Adi. Yuno punya bomnya sendiri yang merupakan bom racun.
Setelah mereka menunggu sampai asap racun tersebut menghilang maka mereka mulai bergerak kembali, sebelumnya melawan Lizardman sesuatu yang merepotkan akan tetapi sekarang mereka melaluinya seperti tidak ada apa-apanya.
Sonya menemukan jalan untuk sampai ke bawah dan mereka dikejutkan dengan apa yang mereka lihat sekarang, itu merupakan hamparan tanah lapang hijau yang luas dengan banyak pohon apel yang tumbuh serta danau berada di tengahnya. Jika melihat ke atas itu bukan langit-langit gua melainkan sebuah langit biru cerah berawan yang indah.
"Luar biasa, mengingat ini dibuat oleh seseorang aku ragu ada yang bisa membuatnya lagi seperti ini."
Aizen mengangguk atas pernyataan Yue Ling, sementara Yuno memeriksa sekitar termasuk pijakannya.
Dia menyimpulkan ada sebuah mekanisme sihir yang menghalangi monster dan iblis agar tidak bisa masuk jika pun mereka berusaha memasuki tempat ini maka akan ada sebuah sihir yang menghantam mereka, bisa dikatakan ini merupakan tempat beristirahat orang-orang yang datang kemari termasuk pertahanan terkuat untuk menahan kedua makhluk tersebut.
Adi melompat untuk memetik satu apel dan dia menggigitnya lalu mengunyahnya di mulut.
"Ini manis dan sangat berair."
Penasaran dengan hal itu Aizen memanjat untuk mengambil satu untuknya dan yang lain untuk Yuno sementara Adi mengambil beberapa untuk Sonya dan Yue Ling juga.
"Ya ampun, ini sangat segar... di desaku memiliki apel yang sama tapi tidak terasa seperti ini."
__ADS_1
"Apa boleh saya mengambil beberapa untuk nyonya Casandra maupun yang lainnya juga tuan Adi?"
"Aku pikir hanya kita yang ada di sini, kita bisa mengambil sebanyak yang kita mau."
Yuno juga memiliki pemikiran yang sama dengan Adi, belum tentu mereka bisa datang kemari lagi akan jauh lebih efisiensi jika mereka bisa mengambil sebanyak apa yang mereka temukan.
Adi memunculkan beberapa kotak-kotak kayu untuk masing-masing orang, melihat itu Yuno sedikit penasaran bagaimana Adi bisa menyiapkan hal-hal seperti ini. Sama sepertinya Adi baru pertama kali memasuki tempat ini namun dia seolah mengetahui barang apa yang berguna.
"Hanya kebetulan saja, sebenarnya di tempat kami juga sering menempatkan buah-buahan di kotak-kotak seperti ini, aku tidak sengaja turut menyimpannya di sihir penyimpananku."
"Begitu."
Masing-masing kelompok mulai menumpuk kotak-kotak masing-masing yang berisikan penuh apel.
Yuno 50 kotak sementara Adi 60 kotak, semuanya didapatkan setelah menghabiskan waktu lima hari lamanya. Karena sihir penyimpanan atau tas penyimpanan Yuno menghentikan waktu apapun yang ada di dalamnya maka mereka tidak perlu khawatir apel-apel itu membusuk.
Aizen terbaring di rumput setelah banyak menghabiskan makanan buatan Adi.
"Enak sekali, aku merasa ini tidak seperti kita sedang masuk ke dalam Dungeon, lebih tepatnya seperti berpiknik haha."
__ADS_1
Yue Ling membantahnya.
"Kau benar-benar mengatakan hal itu setelah apa yang kita lewati sebelumnya."
"Aku sudah melupakannya."
"Pria tua memang cepat pikun."
Yuno di sisi lain hanya membaca Grimore yang dibawanya. Dia tidak bisa menggunakan sihir akan tetapi kenapa orang sepertinya malah membaca buku seperti itu? Aizen berbisik ke arah Adi.
"Buku tersebut diberikan oleh kekasih pangeran, aku mungkin harus mengatakannya mantan kekasih."
"Mantan kekasih?"
"Aku dengar ia memutuskan pangeran untuk pergi menjadi seorang pendeta."
"Mungkinkah pendeta dilarang menikah?"
"Tidak, tidak ada hal seperti itu.. jika seorang pendeta sampai di umur tertentu dia bisa menikah, yah aku juga tidak terlalu tahu urusan pribadinya, yang terpenting pangeran juga tidak sedingin yang terlihat."
__ADS_1
Adi mengangguk mengiyakan.