Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 75 : Pergi Berburu


__ADS_3

Hari ini Adi telah menyewa perahu untuk pergi ke tengah laut demi memburu persediaan musim dingin, Kamui mengatakan akan membosankan jika terus berburu hewan daratan karenanya ia memilih melakukan hal berbeda, kebetulan Adi ingin ikut untuk menghabiskan waktu dan Kamui jelas senang akan hal itu.


Adi sering menghabiskan banyak waktu dengan anggota inti Shadow Hunter sementara untuk Yorin sangatlah sedikit.


Layar dibentangkan dan kru yang mereka sewa telah bergerak pada masing-masing tempat sesuai tugasnya.


Saat bendera dinaikkan ke tiang Adi baru saja menyadarinya.


"Kalian semua bajak laut."


Para kru tertawa termasuk Yorin.


"Memangnya menurut tuan akan ada yang mau menyewakan kapal untuk kita jika bukan mereka, jangan khawatir bajak laut ini baik, mereka sudah diakui banyak negara."


Berlayar bersama orang-orang berbahaya bukan sesuatu membuat hati tenang, bahkan setelah Kamui mengatakan hal demikian.


"Ngomong-ngomong buruan seperti apa yang akan kita buru?"


Pandangan Kamui terlihat mengkilap, dia mengambil kertas yang sebelumnya ditaruh di meja untuk menunjukannya pada Adi.


Adi memucat.


"Seekor Kraken."


"Ini sangat cocok untuk makanan tuan, satu sudah cukup untuk semua orang."


"Ini bukan lagi berburu hewan melainkan monster," balasnya menjatuhkan bahu lemas tapi Kamui hanya tersenyum senang.

__ADS_1


Jika ia tidak berada dalam mode bertarung, ia merupakan gadis cantik yang imut. Rambut coklatnya masih diikat ekor kuda dan untuk pakaiannya ia lebih memilih menggunakan celana pendek dan kaos t-shirt sederhana, biasanya Yorin lebih suka menggunakan pakaian ketat yang biasanya digunakan Shadow Hunter pada umumnya, hanya ketika banyak orang saja ia menyamar.


"Kapten kapan kita sampai?" tanya Kamui yang dibalas dengan menunjuk ke atas langit.


"Tengah hari kita baru sampai, kalian bisa bersantai sampai saat itu tiba."


"Baiklah."


Adi diam-diam bertanya.


"Kesepakatan apa yang kamu miliki dengan mereka?"


"Kraken terkadang berenang cukup jauh hingga melukai banyak nelayan, para bajak laut ini hanya ingin membantu penduduk."


"Heh, ternyata mereka benar-benar orang baik."


Sembari menunggu Adi memutuskan untuk membuat masakan sederhana dari kepala ikan tuna yang hendak dibuang oleh para bajak laut, untuk tubuhnya sendiri mereka sudah menjualnya di pasar.


"Kamu yakin akan memasaknya, kami sering melemparkan kepala ikan di laut agar ikan-ikan kecil di sekitar sini bisa tumbuh dengan baik."


"Jangan khawatir, kepala ikan bahan yang cocok untuk dijadikan sup."


"Benarkah."


Yorin menepuk dadanya dengan bangga.


"Tuan sangat pandai memasak, bahkan batu juga bisa dia olah jadi makanan."

__ADS_1


"Mana mungkin aku bisa melakukannya, berhentilah bercanda."


"Itu hanya perumpamaan tuan."


Adi mulai mengeluarkan berbagai bumbu yang dia dapat dari sistemnya, termasuk kuali yang dibuat dari tembikar yang diletakannya di kompor portabel.


Kuali ini dibuat oleh para pengrajin di bengkel para elf dan kualitasnya jelas sangat baik.


"Kamu bisa menggunakan sihir penyimpanan terlebih kompor ini terlihat aneh, bagaimana bisa menyala?" tanya kapten.


"Aku memberikannya mana ke dalamnya dan mana dirubah menjadi api itu sendiri."


"Benar-benar mengagumkan."


Sejujurnya yang mengagumkan adalah Yorin, Adi sempat menggunakan gas namun itu terasa merepotkan hingga Yorin merubahnya jadi seperti ini.


Hal-hal seperti tungku akan ditinggalkan oleh dunia ini secara perlahan.


Setelah bumbu-bumbu dimasukan selanjutnya kepala ikannya, setelah menunggu beberapa menit sup ikan dihidangkan dengan daun bawang yang ditaburkan di atasnya, Adi menuangkannya ke mangkuk-mangkuk yang dibagikannya kepada semua orang.


Yorin yang lebih dulu memakannya dengan bahagia membuat semua kru bajak laut menelan ludah.


"Aku juga akan mencobanya."


Ketika makanan itu masuk ke dalam mulut mereka, mereka berteriak serempak.


"Enak sekali."

__ADS_1


"Enak, tolong tambah."


"Aku buat banyak jadi kalian bisa tambah sebanyak yang kalian mau," balas Adi santai.


__ADS_2