Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 49 : Guild Pedagang Pusat


__ADS_3

Ibukota sendiri tidak berbeda dengan kota-kota lainnya yang pernah Adi lihat, masih menggunakan arsitektur gaya abad pertengahan, Adi bisa melihat di jalanan utama telah disibukkan dengan aktivitas setiap orang yang berlalu lalang ke sana kemari, ketika mereka membaur beberapa kesatria wanita meminta semua orang menepi.


"Tolong beri jalan."


Adi maupun Daria mengikuti arus dan melihat bahwa segerombolan kesatria menunggangi kuda terlihat hendak keluar dari kota.


"Mereka?"


Seorang pria tua di sebelah Adi menimpali.


"Kau baru melihat hal itu bukan."


"Iya, bukannya wanita diperlakukan tidak baik di kekaisaran ini."


"Maksudmu pasti soal pahlawan, apapun gosip di luar semuanya tidak benar. Kaisar memang mengusir pahlawan wanita tapi tidak secara kasar, dia hanya disuruh pergi dengan sedikit uang untuk hidup di dunia ini."


Bagi Adi masih terdengar dibuang.


"Kaisar hanya menginginkan pahlawan pria untuk bisa menghasilkan banyak keturunan pahlawan, tidak ada yang salah tetang itu, semuanya demi dunia ini."


Menyadari bahwa perkataannya sedikit meleset dari yang seharusnya pria itu segera mengoreksi.


"Mereka adalah unik kesatria Valkyrie yang sudah dilatih bertarung ketika masih kecil, mereka akan pergi berperang untuk membantu pasukan lain di garis depan."

__ADS_1


"Mereka terlihat masih muda?"


"Itu sudah aturannya, bagi yang menginjak usia pertengahan dua puluhan mereka akan pensiun dan akan melahirkan anak dari pahlawan, dengan cara itu juga kekaisaran bisa menghasilkan generasi berikutnya yang jauh lebih baik."


Adi bisa merasakan emosi meluap darinya, selain merebut masa muda dari mereka kaisar juga merebut kehidupan mereka.


"Kau pasti bercanda, untuk apa menyelamatkan dunia jika semua orang harus menderita seperti ini."


Daria segera memegang tangan Adi untuk menyadarkannya. Sedikit demi sedikit Adi bisa kembali kepribadian sebelumnya.


"Mari pergi Adi, kita tidak datang untuk ini."


"Kamu benar."


Mereka sampai ke sebuah bangunan megah kedua setelah istana, di depan loket Adi mengutarakan kedatangannya untuk menemui Guild Master dan secara otomatis resepsionis pergi untuk menyampaikannya.


Tak lama kemudian seorang pria dengan rambut pirang muncul dengan senyuman di wajahnya, ia mengenakan pakaian rapih dengan satu lensa di matanya.


"Namaku Moris, aku merupakan orang yang bertanggung jawab untuk seluruh guild pedagang, apa Anda bilang Anda ingin menjual barang yang mahal?"


Dia tersenyum seperti layaknya pedagang. Adi membalas dengan santai.


"Aku rasa akan jauh lebih mudah jika hanya kita saja yang bicara."

__ADS_1


"Maafkan atas ketidak sopanannya, silahkan ikuti saya... kamu, buatkan teh untuk mereka."


"Baik tuan."


Ketiganya dibawa ke ruangan VIP dan duduk di sofa yang terasa nyaman, Brietta sendiri duduk di pangkuan Adi dengan mulut penuh cemilan.


Saat teh dihidangkan Adi memulai penawarannya. Ia mengambil toples kecil berupa garam di dalamnya yang diberikannya pada Moris.


Moris menilainya dan kagum akan bagaimana garam itu terlihat putih dan halus, ia bahkan mencobanya.


"Ya ampun, ini sangat luar biasa... bagaimana kamu bisa membuatnya seperti ini?"


"Itu rahasia perusahaan."


Moris mengerenyitkan alisnya dengan jawaban yang tidak terduga tersebut.


Garam di dunia ini selalu berbentuk kasar serta kurang asin, itu karena kebanyakan garam diambil dari bebatuan yang berada di dasar tanah, beberapa bahkan sengaja membuat sumur untuk mendapatkannya, ketika ditumbuk hasilnya juga tidak terlalu bagus.


Dahulu semua orang tidak perlu memikirkan soal garam, namun karena raja iblis mengambil seluruh benua untuk mereka orang-orang mulai meninggalkan cara sebelumnya.


Adi tersenyum dengan intens.


"Jadi berapa banyak yang bisa aku dapat dari ini?"

__ADS_1


__ADS_2