Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 142 : Empat Jenderal Terkuat


__ADS_3

Ruangan di sekeliling kami hancur hingga membuka area ke luar perkarangan, aku sendiri bersama Liza melawan wanita iblis yang sejak tadi tertawa.


"Haha lucu sekali, kalian membagi kami untuk dihadapi dengan masing-masing orang, untuk Vensil dan Rinko aku tidak masalah dengan kekuatan mereka yang bisa setara tapi apa melawanku dengan hanya kalian berdua merupakan pilihan bagus."


"Jangan khawatir, nona Rinko tahu apa yang dia katakan," balas Liza tersenyum terhadap Esper yang melayang di atas langit-langit ruangan.


"Heh benarkah, tapi kau hanya seorang pendeta yang pandai bertarung di garis belakang jadi..."


Sebelum Esper menyelesaikan perkataannya, Liza sudah melompat di hadapannya, dia memukul wajah Esper membuatnya terbang menukik menabrak sisi tembok dengan keras.


Esper yang tertimbun reruntuhan muncul sambil tertawa seolah tidak terjadi apapun.


"Aku lengah, ternyata pendeta bisa menyerang seperti itu, lalu bagaimana dengan orang di sebelahnya?"


Aku mengangkat bongkahan batu yang aku lemparkan ke arah Esper, dia menahannya dengan satu tangan dan itu meledak di depan matanya.

__ADS_1


"Haha menarik, kalian memiliki kekuatan yang sama... kekuatan fisik sangatlah spesial hingga hanya beberapa orang yang memilikinya, mengingat ada dua di depanku itu akan menarik... hibur aku dengan wajah kesakitan kalian."


Aku dan Liza saling mengangguk sebelum melesat maju, gerakan kami sangat cepat hingga menghasilkan debu di sekitar kami, sementara Esper diam kami sudah memutarinya lalu sama-sama memberikan serangan, Liza menggunakan tangannya untuk menyerang di depan sementara aku menyerang dari titik butanya. Serangan kami ditahan oleh tangannya secara bersamaan.


"Kekuatan kalian sangat kuat, sayang sekali itu masih belum cukup."


Dia melemparkan kami berdua hingga kami terlempar ke lantai, sebelum kami bisa bangkit wajah kami sudah dihantam oleh tangan dan kakinya membuat kami memuntahkan darah sebelum sejajar dengan puing-puing reruntuhan.


Kami melirik ke arah Esper yang menatap kami dengan bola mata berwarna kuning emas, Liza lebih dulu bangkit.


"Kamu tahu juga haha semua bawahan nona Orpelia semuanya Primordial karena itulah dia tidak memiliki pasukan sebanyak raja iblis kesombongan Scarlet, menurutku beginilah raja iblis sesungguhnya mempunyai pasukan, Scarlet tidak sesombong seharusnya haha."


"Sepertinya hubungan raja iblis satu sama lain tidak akur," kataku memotong.


"Begitulah, masing-masing raja iblis memiliki wilayahnya sendiri dan sungguh menyebalkan jika di antara mereka membagi wilayah penaklukan manusia dengan undian."

__ADS_1


Liza mendecapkan lidahnya.


"Kalian membunuh manusia dan berfikir itu hanya sebuah permainan, akan kubunuh kau dan membuktikan bahwa manusia bisa membalas."


"Heh... sepertinya menarik? Dulu ada manusia yang merengek bahwa dia ingin jadi pelayanku asalkan anaknya bisa selamat, dan kau tahu apa yang aku lakukan? Aku membunuhnya tanpa ampun.. hahaha usus mereka sangat indah, bagaimana aku membedahnya dengan tanganku sangat memuaskan."


Aku melihat Natasya yang dipenuhi kemarahan, saat aku sadari ada cahaya yang melekat di tubuhnya.


"Kita tidak bisa bermain-main lagi, Natasya aku harap kamu mulai serius sekarang."


"Kurasa begitu."


Aku tidak bisa menyangkalnya, aku mengeluarkan seluruh energi dari tubuhku dan itu menciptakan cahaya hitam yang menyelimuti diriku.


Kami berdua memiliki kekuatan yang sama dan berkebalikan.

__ADS_1


Dia adalah pendeta dengan kekuatan fisik dan sihir suci, sementara aku seorang necromancer dengan kekuatan fisik dan sihir kegelapan, tidak aku sangka ada kesempatan aneh bertarung bersama seperti ini.


__ADS_2