Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 123 : Sihir Penyegel


__ADS_3

Setelah kepergian Orpelia, Shion lebih ganas untuk mengeluarkan serangannya, kekai ini tidak bereaksi pada ras iblis membuatnya jauh memiliki keuntungan banyak.


Tangan-tangan bayangan mulai bermunculan semakin banyak dan masing-masing mengincar keberadaan Rinko, Yuela dan Adi secara terorganisir.


Kekuatannya tidak sederhana seperti yang terlihat, semua bayangan itu terlihat kuat serta mematikan bahkan sulit untuk ditebas dengan pedang.


Salah satu kaki Yuela terjerat tangan tersebut lalu dia dilemparkan menabrak pelindung cukup membuatnya kesakitan setelahnya Rinko mengayunkan dua pedangnya, ia melapisi pedangnya dengan sihir es meski begitu sihirnya dipatahkan dengan mudah.


"Sudah kuduga, kekuatannya belum cukup."


Bayangan tangan memukulnya dari samping membuatnya juga terlempar, melihat hal itu Adi menembakan revolver ke arah keberadaan Shion hanya saja bayangan dapat menahan seluruh pelurunya.


Sebagai serangan balasan dia dihimpit dua tangan layaknya seekor nyamuk. Banyak kerugian yang mereka dapat saat ini. Pertama ruang mereka terlalu sempit untuk digunakan bertarung dan kedua mereka tidak bisa mengeluarkan kekuatan mereka sesungguhnya, yang terburuk dari semuanya pedang cheat milik Rinko telah diambil.


Adi merasa frustasi karena sejak memasuki menara ini dia tidak memikirkan hal seperti ini bisa terjadi, satu hal yang bisa dia lakukan sekarang adalah pindah ke rencana B.


Rencana A mengalahkannya dan rencana B menyegelnya.


Adi dilemparkan ke arah Yuela dan Rinko hingga ketiganya terbang ke udara sebelum membentur dinding pelindung. Ketiganya bangkit setelah memperbaiki pijakan mereka.


"Kita sama sekali tidak diuntungkan, ada rencana?"

__ADS_1


Rinko bertanya.


"Sama sekali tidak," balas cepat Yuela yang disusul Adi.


"Aku punya satu, bisakah kalian membuka jalan untukku."


"Memangnya kau bicara pada siapa? Kami pahlawan, Rinko."


"Tentu saja."


Keduanya menerjang maju dengan masing-masing tangan memegang pedang, jumlah bayangan tangan semakin lama semakin banyak dan masing-masing tidak ragu untuk mematahkan setiap tubuh lawan yang berhasil dicengkeramnya.


Yuela memotong bayangan dari kiri sementara Rinko arah sebaliknya, mereka bisa merasakan mana mereka semakin dikuras lebih banyak kendati demikian mereka ingin mempertaruhkan semuanya pada Adi.


Hampir ketiganya tidak dibiarkan bebas. Sementara Shion menyeringai senang, Yuela dan Rinko telah berhasil membuat celah.


"Sekarang Adi," kata keduanya dan Adi segera melemparkan pedangnya ke arah Shion.


Shion sendiri tampak tidak mempermasalahkannya, baginya, itu hal kecil untuk ditahan bayangan namun, apa yang dia pikirkan sama sekali berbeda. Pedang tersebut telah berpindah tempat dengan sosok Adi sendiri.


"Apa yang?"

__ADS_1


Adi menghindari bayangan yang diperuntukkan untuk menahan pedangnya lalu melontarkan sebuah pukulan ke wajah Shion yang terkejut. Tidak hanya itu kedua mata Adi juga telah berubah menjadi apa yang disebut Demon Eye.


"Bukannya itu mata kakakku, dengan kata lain kau mengenal wanita itu."


Lingkaran sihir muncul di bawah kaki Shion dan dari sana puluhan rantai menjeratnya hingga selanjutnya tubuhnya ditutupi cahaya menyilaukan.


Teriakan membasahi area tersebut, selanjutnya Shion hanya terbaring tidak sadarkan diri.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Yuela sementara Adi menghilangkan Demon Eye-nya tanpa menunjukan pada keduanya.


"Aku menyegel kesadaran Shion, untuk sementara waktu Yue Ling akan baik-baik saja."


"Begitu, apa kau bisa mengeluarkan kita dari sini juga?"


"Sayangnya tidak."


Satu hal yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu sampai pelindungnya benar-benar menghilang. Saat Shion membuka matanya atau lebih tepatnya adalah Yue Ling, dia tampak kebingungan.


"Ugh, kenapa aku ada di sini?"


"Apa kamu masih mengenalku?"

__ADS_1


"Adi kan."


Untuk beberapa alasan Adi merasa lega karenanya.


__ADS_2