Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 100 : No.11


__ADS_3

Jika inti core seperti ini maka Adi jelas harus mengurungkan rencananya untuk mengambilnya dari sini. Pertama dia memperkenalkan No.11 pada kelompoknya hingga mereka memikirkan rencana ke depannya.


"Jika inti corenya di sini maka kita bisa menghabisinya agar lebih mudah untuk kita bergerak ke lantai bawah."


Mendengar saran Sonya, No.11 langsung bersembunyi di belakang Adi.


"Tolong jangan lakukan itu, aku tidak mau mati."


Yuno sendiri diam untuk memikirkannya.


"Kurasa itu ide bagus."


"Kau juga," kata Yue Ling sebagai tanggapan. Untuk sisanya memilih menolak.


Adi mulai dengan pertanyaan sederhana yang bisa No.11 jawab.


"Berapa lantai dari dungeon ini?"


"Karena aku sudah berada di sini cukup lama aku sudah membuatnya sebanyak 600 lantai."


Jelas sekali bahwa inti core ini lebih dari sekedar bola bercahaya yang semua orang kenal, dia bisa membuat dungeon dengan menggunakan kemampuannya.


"Lalu apa ada cara kami bisa mencapai lantai terakhir dengan cepat."

__ADS_1


"Aku inti core maka dungeon ini adalah tubuhku sendiri, aku bisa membawa siapapun dengan cepat kemanapun aku inginkan hanya saja."


Ketika No.11 mengatakan 'hanya saja' maka firasat semua orang menjadi buruk.


"Sistemku dibuat untuk tidak mematuhi siapapun kecuali tuanku, selain dirinya tidak ada yang bisa membuatku melakukan sesuatu.. terlebih semenjak tuanku pergi aku hanya diminta terus menjaga tempat ini, itu artinya termasuk meminta kalian kembali sebagai pertahanan dungeon."


"Meski begitu apa ada cara lain?"


"Ada, siapapun dari kalian bisa mengambil otoritas dariku dengan kata lain menjadi tuan yang baru, tentu saja itu tidak mudah karena harus melawan sesuatu yang mengerikan yang bisa mempertaruhkan nyawa siapapun yang mencobanya."


Semua orang kesulitan untuk mengambil keputusan, jika mereka bisa bertarung bersama maka resiko tersebut bisa diminimalisir akan tetapi hanya satu orang yang akan diuji.


"Kalau begitu aku yang akan melakukannya."


"Adi kau yakin?" tanya Yue Ling yang mendapatkan dukungan dari Aizen juga.


"Tidak, keduanya sama-sama berbahaya."


Yuno hanya diam dan Sonya lebih menyetujuinya, jika ada seseorang yang lebih kuat dari mereka, Adi pilihan tepat.


"No.11... aku akan melakukannya."


"Aku mengerti, apapun hasilnya itu yang akan membawa kalian ke tempat berikutnya."

__ADS_1


No.11 mendekat pada dinding gua dan gua tersebut terbelah layaknya sebuah lift yang bisa dipakai keduanya.


"Aku pergi."


"Mohon berhati-hatilah tuan Adi," kata Sonya.


"Kami mengandalkanmu," apa yang dikatakan Yuno sebagai tambahan.


Lift mulai tertutup kemudian bergerak jatuh.


"Aku tidak ingin menakutimu, tapi lawan yang akan Adi kalahkan sangatlah kuat, nona Lumina sendiri hanya ingin memberikan hakku pada seseorang yang telah diakui kekuatannya."


"Apa ia memikirkan hal tersebut?"


"Benar, jika sesuatu terjadi padanya nona Lumina ingin mewariskan apapun yang dibuatnya pada generasi selanjutnya."


Adi bisa tahu bahwa untuk Lumina sendiri dia memikirkan soal kegagalannya dalam menanggapi serangan raja iblis.


"Jika Adi menjadi tuanku yang baru, itu membuatku senang.. sejak lama aku ingin bisa keluar dari sini. dan merasakan dunia luar."


Adi merasa seperti dia diberikan tekanan di sini. Mereka keluar di sebuah ruangan yang lebih luas dari ruangan lainnya dan Adi diminta untuk berdiri di tengahnya.


"Berjuanglah."

__ADS_1


Adi mengkonfirmasi dengan anggukan sampai dia melihat sebuah dinding yang terbelah menjadi dua dan dari sana seekor naga raksasa muncul dengan sembilan kepala menatapnya.


Dimana pun ia berada dia akan bisa mengenalinya dengan mudah, itu seekor Hydra.


__ADS_2