Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 36 : Setelahnya


__ADS_3

Di bawah bulan purnama yang dihiasi bintang jatuh sosok Mebel berdiri dengan indahnya, rambut peraknya tergerai indah yang menyatu hangat dengan situasi malam hari.


Seharusnya ini sudah tengah malam semenjak pertarungan ini berakhir. Saat Dorman dikalahkan efek pencucian otak kota ini telah dihilangkan dan seharusnya keesokan paginya semua orang akan terbangun dengan normal.


Adi yang duduk sedikit dekat dengan Mebel tanpa topeng memunculkan jendela menunya dan melihat beberapa makanan untuk ia pilih, ia sudah melewatkan jam makan malam karena pertarungan ini paling tidak ia ingin makan sesuatu.


Natasya mengendus aroma enak hingga dia melompat pada Adi dari belakang, dadanya menekan punggung Adi dengan lembut membuat Adi berfikir apa itu sebesar Elsa atau seindah mirip Mebel, ia mencoba menimbang-nimbangnya.


Adi telihat keren dari luar namun pada dasarnya dia hanya pria biasa yang terkadang berfikiran bodoh juga.


"Kau makan apa? Minta dong."


"Aku akan memberikannya jadi tolong menjauhlah."


Adi memesankan sebuah mie instan yang bisa diseduh dengan hanya air panas. Mebel yang telah puas melihat bagaimana keadaan kota yang dikenalnya hancur turut bergabung juga.


Masalah elf yang dipenjara seharunya telah diurus baik oleh para pelayan, mereka kini sudah kembali ke kota untuk diberikan tempat tinggal, makanan dan pakaian.


Para petinggi elf juga tampak bersama-sama membungkukan badan meminta maaf.


"Aku senang bahwa semuanya sudah beres. Ngomong-ngomong jangan lupa menambahkan imbalan padaku, di kontrak aku tidak terlibat pertarungan tapi malah seperti ini."

__ADS_1


"Kau terlalu perhitungan Natasya, kau sudah jadi anggota Shadow Hunter seharusnya kau mampu bekerja tanpa dibayar," bantah Mebel.


"Eh! Itu bukan keinginanku kalian yang melibatkanku ke dalamnya."


Adi tidak akan mengeluh apapun, sebagian besar penyerangan ini mendapatkan kontribusi tinggi dari Natasya.


Mebel menyela.


"Dorman awalnya adalah pelayan dari tiga generasi sebelumku, tidak aku sangka obsesinya tentang kekuasaan membuatnya jadi seperti itu."


"Aku rasa semua orang terkadang bisa berubah walaupun ke arah yang buruk, tentu saja aku tidak mungkin berubah sampai kapanpun, aku Natasya entah sekarang atau nanti juga."


Adi memiliki pendapatnya sendiri.


Semuanya sudah selesai seharusnya rombongan Baba juga bisa kembali ke tanah elf setelah Mebel memproklamasikan dirinya sebagai pemimpin lalu mengubah keseluruhan sistem di wilayah ini.


Dua hari berikutnya di depan makam, Adi dan Mebel duduk untuk memberikan penghormatan terakhir.


"Aku akan minta maaf ke Karina, karena aku malah menghancurkan keinginannya."


"Jika menurutku itu tidak masalah, jika sistem sebelumnya diterapkan maka ada kemungkinan Dorman yang lainnya akan bermunculan juga, entah itu seabad berikutnya atau dua abad berikutnya, suatu saat pasti akan terjadi, dengan merubahnya sekarang semua orang akan berfikir terbuka dan saling bersaing untuk menjadi pemimpin elf yang lebih baik."

__ADS_1


"Aku pikir begitu."


Natasya menyela dengan bosan.


"Apa kalian sudah selesai, kita harus pergi sekarang atau kereta kita akan pergi duluan."


"Sepertinya kau benar."


Adi lebih dulu berdiri dan berjalan ke dekat Natasya kemudian disusul Mebel setelahnya, untuk berjalan bersama menuruni bukit.


"Ngomong-ngomong bisakah kamu menunjukkan isi petimu?" tanya Adi.


"Kamu mungkin akan terangsang jika melihat orang yang ada di dalamnya, walau hanya mayat dia punya tubuh bahenol, rambut sehalus sutra dan kulit merah merona, kamu tidak akan kuat."


"Sebenarnya mayat seperti apa itu? Apa mayat berformalin?"


"Berformalin apaan?"


"Mumi barang kali," potong Mebel.


"Bentuk mumi aneh."

__ADS_1


"Ayam tiren?"


"Untuk apa aku membawa hal seperti itu? Aku bukan pedagang."


__ADS_2