Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online

Terlahir Kembali Di Dunia Lain Dengan Sistem Belanja Online
Chapter 08 : Petualang Dari Istana


__ADS_3

Sudut pandang Adi.


Sekembalinya Adi ke kota Arbelon dia disambut oleh para budak yang menunggunya di kediamannya.


"Selamat datang kembali tuan Adi."


Adi memucat, tidak tahu harus mengatakan apa saat kelima budak tersebut mengenakan pakaian maid lengkap yang menyentuh siapapun pria yang melihatnya.


Mesna cemberut walaupun sulit untuk bisa melihat wajahnya.


(Mereka sudah kelewatan batas, Adi milikku kalian semua tidak akan bisa mendapatkannya)


Adi tersenyum lelah saat Elsa meraih tangannya.


"Tuan apa mau mandi dulu atau makan?"


"Apa yang kau lakukan Elsa, berhentilah memegangi lengannya."


"Bukannya kamu melakukan hal sama di sana Mebel."


Misa hanya awawa, sementara Kamui dan Yorin mendesah pelan, Adi melirik ke arah Misa yang memintanya untuk menjelaskan.


"Kami hanya ingin menjadi budak profesional, hanya itu."


"Apa maksudnya?"


Mebel dengan malu-malu menyela.


"Maaf sudah menimpukmu waktu itu, aku minta maaf."


"Aku tidak keberatan soal itu."


"Itu membuatku tidak nyaman, karena itulah hari ini biar aku menggosok punggungmu."


"Itu tidak perlu."


"Aku memaksa."


"Aku juga akan membantu."


Adi meminta bantuan pada yang lainnya namun itu tidak membuahkan hasil saat dia diseret ke kamar mandi.


"Kamui, Yorin, Misa?"


"Manjakan dirimu hari ini," kata Kamui yang mendapatkan anggukan keduanya.


Tingkah para budak hari-hari ini sedikit merepotkan hingga ketika Adi kembali ke guild dia terlihat kelelahan.


Riho sedikit khawatir dengan menanyakan keadaannya. Namun, Adi segera membalas agar kekhawatiran itu tidak pernah mengganggu Riho dengan mengatakan ia hanya kurang tidur saja.


Tak lama kemudian gadis dengan dua pengawal di belakangnya muncul, gadis itu mengenakan armor perak dengan rambut pirang bergelombang serta memiliki mata berwarna serupa.


Ia terlihat tidak seperti gadis biasa, selain cantik ia juga memiliki mata seorang kesatria yang jelas menunjukkan tekad untuk bertarung. Sekilas Adi berfikir bahwa ia seorang kesatria yang ingin melakukan infeksi ke guild petualang.


Riho yang tahu siapa dia sedikit berbicara terbata-bata.


"Tu-tuan putri Alicia, kenapa Anda datang kemari?"

__ADS_1


"Aku memutuskan untuk membantu ayahku dalam menanggapi serangan pasukan raja iblis, karena itulah aku ingin menjadi petualang untuk bertambah kuat."


Adi pernah mendengar bahwa kerajaan Erdan memiliki dua putri, kemungkinan besar Alicia adalah putri pertama raja.


"Ngomong-ngomong aku dengar ada seseorang yang bisa menaklukkan gua goblin, aku mungkin perlu bantuan untuk."


Riho langsung melirik Adi yang entah bagaimana hendak melarikan diri, berurusan dengan keluarga kerajaan akan merepotkan karena itulah dia sebisa mungkin untuk tidak terlibat.


"Pria ini yang melakukannya."


Tangan Adi segera dipegang oleh Alicia dengan tatapan bersinar.


"Jika demikian tolong bantu aku juga untuk melewatinya, tentu saja bantu di sini hanya mengawasiku dan melihat apa yang aku lakukan sudah benar atau tidak."


Adi menjawab dengan senyuman ragu.


"Bukannya Anda sudah memiliki pengawal di sana."


"Mereka hidup di istana jadi mereka tidak tahu seperti apa yang dilakukan oleh petualang, akan lebih baik jika belajar pada orangnya."


"Aku tingkat 8."


"Tidak masalah, aku selalu berfikir dibandingkan pergi ke sekolah petualang akan lebih bagus jika langsung belajar dari pengalaman."


Adi tidak menyukai ide seperti itu, pada dasarnya tanpa bekal dia kemungkinan akan mati.


"Apa tidak bisa?"


Adi tidak terlalu tega untuk menghancurkan tekad seseorang, pada akhirnya ia menerima apa yang ditawarkan sang putri dan langsung bergegas untuk pergi ke gua goblin.


Dia hanya bertugas sebagai pengawas bahkan saat kerumunan besar goblin menyerang, dua pengawal dan putri hanya dibiarkan bertarung sendirian.


Sementara mereka berbaring di tanah, Adi tengah menyiapkan masakan miliknya, dia membuat sebuah tumis daging serta olahan lainnya yang semua bahan tersebut diambil dari sistem belanja onlinenya.


Beberapa makanan seperti sarden merupakan olahan kalengan yang dengan mudah ia panaskan dan hidangkan tanpa perlu repot-repot.


Mencium aroma lezat ketiganya segera mendekat.


"Sebanyak ini?" teriak Alicia sembari menelan ludah.


"Kalian pasti lelah makanlah sebanyak yang kalian suka."


"Selamat makan."


Bagaimana melihat mereka sangat menikmatinya, Adi tersenyum kecil. Ini baru lantai dua tapi mereka sudah cukup kesulitan. Ini juga membuktikan bahwa kekuatan militer kerajaan Erdan begitu rapuh.


Berlebihan untuk mereka terus melanjutkan penjelajahan tempat ini. Selesai makan mereka kembali ke kota.


Putri membungkukan badan berterima kasih, sebelum pergi bersama pengawalnya.


Seharusnya dari sekarang mereka akan baik-baik saja walaupun Adi tidak bersama dengan mereka.


(Aku sering melihat orang-orang yang putus asa, tapi gadis itu sepertinya memilih untuk berdiri dan bertarung)


"Dia gadis yang kuat."


(Kamu jatuh cinta padanya)

__ADS_1


"Tidak ada hal seperti itu, mari kembali aku ingin segera mandi."


(Maksudmu mandi dengan mereka?)


"Kuharap mereka bisa meninggalkanku sendiri saja, lagipula bak mandinya juga terlalu sempit."


Beberapa hari berikutnya Adi telah mengumpulkan para budak untuk membicarakan soal bisnis yang akan mereka bangun, pada dasarnya ini adalah sebuah toko karenanya itu akan aneh jika terus menerus dalam keadaan tutup.


"Jadi apa kalian punya ide untuk menjual barang seperti apa?"


"Aku rasa makanan yang sering kita makan sudah cukup."


"Tidak Yorin, itu terlalu banyak... kita hanya harus menjual satu produk saja, agar kita lebih mudah menjualnya lagipula semua ini hanya untuk penyamaran saja."


"Yang dikatakan Mebel benar, untuk Tsundere kamu cukup pintar."


"Apa maksudmu dengan cukup pintar, aku sangat pintar kau juga gunakan kepalamu."


"Maafkan aku tapi semua nutrisiku pindah ke dadaku."


"Kau?"


Adi pikir rubah dan elf mungkin satu sama lain memang tidak bisa akur.


"Misa kamu punya ide?"


"Itu, aku suka semua makanan yang kita makan kalau bisa aku ingin bisa membuat semuanya.. kalau boleh aku lebih suka toko ini menjadi sebuah kedai saja."


Sebuah kedai kah, itu mungkin memerlukan sedikit uang untuk merenovasinya tapi hal itu bukanlah mustahil, dengan uang yang diberikan tuan putri, aku masih bisa melakukannya, apa yang dipikirkan Adi saat ini.


Dia perlu persetujuan yang lainnya sebelum memutuskan.


Kamui dan Yorin yang lebih dulu mengangkat tangan setuju, mereka mengenakan pakaian maid jadi itu lebih baik jika ada bisnis seperti demikian untuk mereka.


Mebel mendesah pelan.


"Itu juga aku tidak keberatan."


"Elsa?"


"Tidak ada komentar."


Beberapa hari ke depan mereka menyewa penginapan sembari menunggu bahwa tempat mereka sudah direnovasi, ketika itu sudah selesai mereka bisa melihat ruangan yang luas dengan deretan kursi dan meja sebagai perabotannya, untuk lantai dua tetap saja digunakan sebagai kamar.


"Kalau begitu kita akan memulai bisnis sekarang."


Semua orang mengangguk semangat.


Diam-diam Adi bertanya pada Mesna.


"Dengan kekuatanku yang sekarang apa aku bisa mengalahkan raja iblis?"


"Apa kamu ingin jawaban jujur."


"Tentu."


"Jawabannya tidak, jika seseorang yang aku kirim dengan kemampuan cheat bisa membuat dunia ini damai maka mereka tidak perlu terbunuh."

__ADS_1


Pada akhirnya semua yang terjadi bergantung bagaimana usaha yang Adi lakukan.


__ADS_2